Iam Come Back

Iam Come Back
Persiapan nikah


__ADS_3

"Kamu tenang Keysia, semuanya pasti akan baik-baik saja." Max terus berusaha menenangkan Keysia, karena setelah ia masuk ke dalam kamar kost, Keysia tidak berhenti menangis.


"Semua ini salah aku Tio, karena diriku kamu harus melakukan hal yang tidak ingin kamu lakukan.” Keysia terus menyalahkan dirinya dengan apa yang harus Max lakukan untuknya.


Menikah tanpa cinta? Apakah hubungan ini akan langgeng? atau akan berakhir? ltulah yang ada di pikiran Keysia saat ini.


Max yang mendengar ucapan Keysia, terus berusaha menenangkan agar Keysia berhenti menangis dan mulai mencoba untuk menerima kenyataan yang sebentar lagi yang akan mereka berdua lakukan adalah menikah.


"Berhentilah menangis Key, ini semua bukan salah kamu, aku juga ikut bersalah dalam semua yang terjadi ini. Kita sama-sama bersalah, aku sebagai seorang pria, sudah seharusnya aku bertanggun jawab dengan semua yang dituduhkan para warga kepada kita, jadi aku berharap berhentilah menyalahkan dirimu sendiri."


Keysia terdiam ketika mendengar ucapan Max, hatinya menghangat seketika, ketika mendengar kata bijak keluar dari dalam mulut Max.


"Tapi kan Tio?" Ucapan Keysia terhenti ketika jari telunjuk Max telah berada di bibirnya, ia merasa terkejut dengan apa yang Aleando lakukan padanya.


Selama seminggu mereka tinggal bersama, sekalipun mereka berdua tidak pernah saling bersentuhan, hanya saling bertegur sapa, bercerita-cerita hingga akhirnya mereka berdua terlelap.


Max tidur di lantai, sementara Keysia tidur di atas tempat tidur, meskipun ia kerap meminta kepada Max agar tidur di atas tempat tidurnya agar tubuhnya tidak terasa sakit ketika ia terbangun di pagi hari. Namun Max selalu menolak lembut dengan apa yang Keysia katakan padanya.


Ada sesuatu yang aneh yang tengah Keysia rasakan ketika jari telunjuk Aleando telah berada di bibirnya, ia tidak tau dan tidak mengerti dengan hal itu, namun satu yang pasti jantungnya berdetak dengan sangat cepat ketika Max melakukan hal itu.


"Sudahlah Key, kita akan mencoba menjalani hubungan ini, meskipun kita berdua tidak tau apa yang akan terjadi ke depannya. Jika suatu hari kamu merasa tidak nyaman hidup bersamaku, aku hanya pemuda miskin, kamu bebas melakukan apapun yang menurutmu baik."


Keysia hanya terdiam mendengar semua ucapan Max, namun ia tidak menyukai ucapan terakhir Max.


Aku tinggal bersamamu selama dua minggu, selama itu pula aku merasa nyaman, lebih nyaman daripada ketika aku tinggal bersama dengan keluargaku , Keysia membatin.

__ADS_1


Melihat Keysia tenang, Max meminta izin untuk pergi ke rumah pemilik kamar kost untuk melakukan apa yang di inginkan pemilik kost yang ingin segera menikahi gadis yang telah tinggal bersamanya selama dua minggu.


"Keysia, aku pergi ke rumah pemilik kost dulu, untuk mengurus semuanya, kamu tidak perlu lagi memikirkan semua ini, hem?"


"lya" angguk pelan Keysia melihat ke arah Max yang masih duduk di sampingnya.


Max beranjak dari atas tempat tidur, berjalan keluar dari kamar kostnya, untuk segera pergi ke rumah pemilik kost untuk mengurus semua apa yang di perlukan ketika menikah.


Di dalam perjalanan menuju rumah pemilik kost, Max tidak berhenti memikirkan jalan yang telah ia pilih, menikahi gadis yang tidak ia cintai apakah akan membuat bahagia? Atau sebaliknya.


Namun untuk menyelamatkan harga dirinya dan juga harga diri gadis yang akan ia nikahi, Max memilih jalan ini, karena hanya ini yang terbaik untuknya dan untuk Keysia, sekaligus menyelamatkan Keysia dari keluarganya yang memaksakan Keysia untuk menikahi Pria yang bukan Keysia cintai, itulah yang ada di pikiran Max saat ini.


Max menghembuskan napasnya kasar ketika ia telah sampai di depan pintu gerbang rumah pemilik kost, di sana ia di sambut hangat oleh Vina kekasih Rezaldin, yang tidak lain adalah putri dari pemilik kost.


"Baik dan terimakasih," jawab Max menampakkan senyuman tipis di wajahnya.


Vina kembali menutup pintu gerbang rumahnya, sementara Max berjalan masuk ke dalam rumah pemilik kamar kostnya.


Setelah selesai membahas semua tentang persiapan pernikahan, bahkan Max juga telah membicarakan soal akad nikah dengan penghulu yang akan menikahkannya sebentar malam, dan mendapat penjelasan penuh soal apa yang akan ia lakukan.


Max menganguk kepala mengerti dengan semua yang penghulu katakan, semuanya telah ia bayar lunas, cuman untuk buku nikah ia belum mampu membayarnya dengan alasan akhir bulan, ia belum gajian, namun sebenarnya ia masih memiliki sedikit tabungan dari hasil ia bekerja dan sebagian yang ia bawa dari rumahnya, karena ia ingin membeli sesuatu untuk Keysia kenakan nanti.


"Buku nikahnya akan jadi setelah seminggu, dan setelah jadi kamu tinggal mengambilnya di kantor urusan agama sekaligus membayarnya di sana,” penghulu sedikit menjelaskan.


"Baik, terimakasih atas kejelasannya."

__ADS_1


Max dan Keysia akan melakukan ijab qobul di masjid yang tidak jauh dari rumah ibu kost mereka. Mungkin pernikahan seperti ini, bukanlah yang aku inginkan, melainkan keinginanku jika menikahi gadis yang aku cintai, aku akan menggelar pesta pernikah termewah di kota kelahiranku.


Siapapun yang mendatangi pesta pernikahan aku, akan merasa terkagum-kagum dengan kemewahan yang akan aku persiapkan, namun apakah aku akan menemukan gadis yang aku cintai dan mencintaiku setulus hatinya? Entahlah.


Max kembali ke kamar kostnya, namun sebelum itu, ia terlebih dahulu ke pasar untuk membeli sesuatu untuk Keysia.


Setelah membeli apa yang ingin ia beli di pasar, Max kembali ke kamar kostnya dengan menggunakan ojek agar lebih cepat sampai. Karena waktu telah menunjukkan pukul enam sore, yang berarti dua jam lagi ia akan menjalani ijob qobul dengan Keysia di masjid.


Rezaldin yang baru saja pulang dari tempat ia bekerja dengan segera menghampiri Max yang baru saja turun dari ojek, lalu berkata.


"Tio, hari ini kamu pulang cepat?" tanya Rezaldin yang belum tau yang terjadi yang sebenarnya.


"lya, aku cepat pulang karena harus melakukan sesuatu"


"Sesuatu? Apa itu penting? Sehingga kamu meninggalkan pekerjaan kamu?" Tanya Rezaldin penasaran.


Max menghentikan langkahnya beralih melihat ke arah Rezaldin, karena sepertinya Rezaldin belum mengetahui apa-apa yang terjadi sebenarnya.


"Malam ini aku akan menikah."


"Menikah?" terkejut, "Dengan Keysia? Kenapa? apa kamu telah membuatnya anu? Hamil maksud aku," tanya Rezaldin ingin tau semua.


Max yang mendengar ucapan Rezaldin, tersenyum ia merasa sangat lucu mendengar pertanyaan terakhir Rezaldin.


"Diantara kami tidak terjadi apa-apa, cuman Keysia ketahuan sama ibu kos, kalau ia menginap di kamarku selama dua minggu, hingga akhirnya ibu kost marah dan warga di sini juga ikut marah, hingga kami di sarankan untuk menikah,” begitu Max sedikit menjelaskan agar Rezaldin bisa mengerti.

__ADS_1


__ADS_2