Iam Come Back

Iam Come Back
Diremehin


__ADS_3

Jordan yang terkejut, karena papanya sangat marah padanya, “Pa, memangnya aku bikin marah siapa? Di sini Cuma ada orang yang kelihatannya kayak cuma orang miskin!”


“Hah? Orang miskin? Aku kasih tahu kamu ya, beliau adalah orang yang sangat penting! Cepat berlutut minta maaf sama beliau! Papa gak bercanda dan restoran kita juga sudah kejual!”


Begitu papanya berkata, ekspresi di wajah Jordan langsung pucat. Akhirnya Jordan menyadari apa masalahnya, hanya dalam 10 menit Relax Dine benar-benar dibeli.


Akhirnya proses akuisisi selesai! Seketika itu gerombolan orang berlarian keluar dari restoran.


Manajer Relax Dine berlari menghampiri Max dan bilang, “Tuan Max yang terhormat, mulai sekarang tuan satu-satunya bos disini! Silahkan masuk!”


“Bentar, bukan saya bosnya! Bos yang sebenarnya di sini adalah Alena Veyron. Karena dikonrak akuisisi, Alena Veyron yang menjadi pemilik restoran ini.” Ucap Max.


Jordan disaat itu masih kebingungan bagaimana bisa hanya dalam 10 menit restorannya menjadi milik orang lain.


Max menganyunkan tangan, lalu melayangkan pandangan ke Jordan, “Dan 1 hal lagi, barusan kamu menghina Kelly ya? Sekarang juga kamu berlutut minta maaf, habis itu jilat ludah kamu yang ada di lantai, baru aku lepasin.”


“Apa-apaan ini? Masih berani nyuruh aku minta maaf?”


Kata-kata Max menyulut emosi Jordan. Karena Jordan sudah terbiasa hidup semena-mena, mana mungkin dia mau menuruti perkataan Max.


Dengan gerakan secepat kilat Max menarik jari Jordan ke belakang sampai menjerit kesakitan, dengan sedikit tambahan tenaga jari Jordan langsung patah.


Suara patahan tulangnya sampai terdengar dan membuat semua orang yang ada di restoran itu bergidik ngeri. Setelah itu, Max menendang lutut Jordan sampai patah tulang.


Lutut Jordan hancur dan tubuhnya langsung terjatuh tepat di hadapan Max dan Kelly. Separuh wajah Jordan menempel ke lantai dan satu sisinya lagi terinjak oleh Max.


Tindakan Max sungguh kejam, sampai jantung Kelly berdetak lebih cepat dari biasanya.


“Minta maaf, habis itu jilat ludahmu sendiri! Cepat!” perintah Max dengan nada yang begitu galak, kemudian dia menambahkan kekuatan tekanan di kakinya.


“Kelly, aku minta maaf! Aku salah! Aku minta maaf!”


Di hadapan semua orang tak hentinya Jordan minta maaf dan menjilat ludahnya sendiri. Orang yang melihat itu pun merasa jijik sekaligus terkejut, anak keluarga Hilbert bisa dibuat seperti itu!

__ADS_1


Selama ini Jordan dipandang sebagai orang yang paling disegani. Siapa yang menyangka, sekarang malah digencet ke lantai oleh Max?


Setelah Jordan digotong pergi, barulah Max memasuki restoran tersebut.


“Semua karyawan gak ada yang berubah! Lusa bakal ada pesta jamuan, karena Alena berulang tahun. Jadi saya harap kalian jangan mengecewakan pemilik Relax Dine yang baru ini! Dan kalau persiapannya bagus, gaji kalian akan dinaikan,” ujar Max.


Hal itu tentunya membuat para karyawan di sini bersemangat.Setelah Max menyampaikan permintaanya, dia dan Kelly makan dulu di sana baru kemudian pergi.


“Tempat sudah beres dan sekarang tinggal pilih hadiah. Oh iya, karena kamu sudah mau nemenin aku hari ini, maka aku juga memberi hadiah ke kamu”


“Eh? Masih ada hadiah? Dan aku juga dapat hadiahnya?” tanya


“Ayo ikut aku!”


Kelly mengikuti Max mendatangi sebuah marketing gallery, “Ini dia tempatnya, ayo masuk.”


“Eh? Green Mountain House? Kak Max, kamu sudah gila ya?”


Green Mountain House adalah kompleks villa paling bagus dengan pemandangan yang luar biasa, harga setiap unit bisa mencapai 30 miliar.


Seorang sales wanita langsung datang menyambut ketika melihat kedatangan Max dan Kelly, tapi sales itu sempat ragu sewaktu dia melihat penampilan Max.


Penampilan Max sama sekali tidak mencerminkan ciri-ciri orang yang serius membeli villa.


“Bapak mau beli villa dengan cicilan ya? Kalau mau beli dengan cicilan, kalian salah tempat! Ini marketing gallery Green Mountain House! Mending cepat pergi sana!” ucap sales yang bernama Leni dengan nada menyindir.


“Maaf, aku datang ke sini untuk beli villa secara cash!” balas Max.


“Apa? Cash? Maaf, apa bapak tahu berapa harga rumah di sini? Per meter persegi harganya dimulai 170 juta, tapi harga villa-villa yang ada paling murahnya 200 juta per meter persegi, dan yang paling mahal bisa mencapai 230 juta! Jadi kalau per unitnya kira-kira 45 sampai 65 miliar.” Jelas Leni.


“Jadi bapak mau beli yang mana? Dan bayarnya pakai apa?” tanya Leni sambil menyindir Max.


Karena sifat Kelly yang keras membuat emosinya langsung meledak, “Kamu ngeremihin ya?”

__ADS_1


Karena suara begitu keras, serta menimbulkan keributan. Orang lain pun jadi penasaran apa yang terjadi dan mengerumuni mereka.


Banyak orang di kerumunan, di saat itu juga terdapat seorang wanita cantik dengan setelan jas hitam dan stocking hitam yang membalut kedua kakinya yang panjang.


Dari name tag yang dia kenakan di dadanya bisa diketahui kalau dia Viola Mary, General Manger di marketing gallery Green Mountain House.


“Leni, ada ribut-ribut begini?” tanya Viola.


“Bu, Viola, mereka mau beli villa dengan cicilan, tapi malah bikin ribut di sini!”


“Eh? Kamu ... Max Setiono, kan?” Viola kaget saat bertemu dengan Max.


Max juga mengenali wanita itu, dia adalah teman seangkatan Max semasa SMA. Viola adalah siswi yang menjadi idola para lelaki di sekolahnya.


“Kapan kamu kembali ke kota S?” tanya Viola.


“Setengah bulan yang lalu.”


“Hais, padahal dulu kamu banyak duit dan berjaya, tapi sayangnya malah diusir dari keluarga Setiono. Kalau gak, sekarang kamu pasti masuk jajaran top 10 0rang paling kaya di kota S. Iya emang dulu kamu begitu hebat, tapi sekarang apa masih begitu hebat? Haha?”


Para sales yang lain hanya berkomentar tanpa mengetahui apa-apa.


Max sempat melihat name tag yang dikenakan Viola, di situ benar-benar tertulis jabatannya sebagai General Manager, menandakan bahwa Viola memang sangat kompeten.


Viola merasa begitu lega melihat nasib Max yang menyedihkan itu. Teman sekolahnya yang dulu begitu unggul sekarang malah jadi seperti ini. Memang sudah takdir.


“Wah, pekerjaan kamu boleh juga Viola!”kata Max.


“Hah? Jangan belagu Max! Meskipun aku kerja sebagai sales, asal kamu tahu pendapatan per bulannya lumayan banyak. Tapi kalau dibandingkan sama kamu yang sekarang, aku ...”


Tiba-tiba Viola ingat akan sesuatu dan segera mengatakan, “Oh iya, hari minggu ini ada acara reuni, kamu datang gak? Tapi kalau kamu datang jangan minder ya.”


“Oh, reuni ya? Iya aku bakal datang.”

__ADS_1


“Oke, bagus deh kalau begitu.”


Dari luar Viola sangat senang, akan tetapi yang sebenarnya dia merasa kecewa terhadap Max.


__ADS_2