
Tertawalah sepuas hati kalian berdua, karena sebentar lagi tawa itu akan hilang ketika kalian telah mengetahui yang sebenarnya. Aku tau kalau saat ini kalian belum percaya, namun di saat kalian berdua melihat bukti kalau kami berdua telah menikah apa yang akan kalian berdua lakukan?
"Keysia, keluarkan bukti kalau kita telah menikah"
Tawa Eli dan Rudi terhenti seketika ketika mendengar ucapan Max, yang ingin agar Keysia mengeluarkan bukti kalau mereka berdua telah menikah.
Kira-kira apa bukti kalau Keysia dan pemuda ini telah menikah, tidak-tidak jika sampai benar mereka berdua telah menikah maka Keysia akan semakin sulit untuk diatur agar menikahi seseorang yang keluarganya hebat.
Eli tidak berhenti melihat ke arah Keysia yang kini tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang ia kenakan, hingga wajahnya terlihat sangat pucat ketika melihat Keysia mengeluarkan sebuah buku nikah dari dalam tasnya.
Rudi merampas paksa buku nikah itu dari tangan Keysia dan mulai melihatnya, dan memang benar, di dalam buku nikah itu tertera poto Keysia dan juga poto pemuda yang ada di hadapannya, bahkan ia juga memeriksa nama lengkap Keysia, hingga melihat tanggal pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
"Jadi benar kalian berdua telah menikah?" tanya kasar Rudi.
"Iya, seperti yang telah anda lihat dan buku nikah itu adalah bukti yang kuat kalau kami telah menikah selama beberapa bulan lalu." Max sedikit menjelaskan.
"Jadi aku peringatkan kepada bapak dan ibunya Keysia, agar tidak menyentuh tubuh istriku dengan kasar! Apalagi memaksakan untuk menikahi pria lain, karena Keysia sekarang sudah mempunyai Suami." ucapan yang keluar dari dalam mulut Max seperti ancaman bagi keluarganya Keysia.
Sepertinya suami Keysia sangat galak, ia bisa membawa Keysia lagi keluar dari rumah ini jika kami sampai melakukan seuatu yang buruk pada Keysia. Mengingat Keysia yang akan dinikahkan paksa sama pria lain, aku akan berpura-pura baik di hadapan mereka berdua dan setelah waktu itu tiba, aku akan membuat Keysia berpisah dari suaminya tunggu saja Keysia cepat atau lambat kamu akan segera berpisah dari suaminya.
"Tentu saja, rumahku juga adalah rumah kamu."
Max jalan berdampingan dengan Keysia masuk ke dalam rumah, tanpa memperhatikan wajah mama dan papa yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Bagaimana ini pa? Keysia telah menikah, kita akan semakin sulit untuk mengatur dia menikahi pria itu." Eli terlihat panik.
"Tenang saja, aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat Keysia dan suaminya berpisah, namun untuk saat ini kamu harus pura-pura baik kepada mereka berdua, agar mereka berdua percaya kalau kita telah berubah."
Eli tersenyum ketika mendengar ucapan suaminya, ia sangat senang dan dengan senang hati ia akan membantu apa yang ingin di lakukan suaminya.
Max duduk di ruangan tamu sementara Keysia masuk ke dapur untuk membuat minum untuk Max, Max sangat terkejut ketika tiba-tiba papa dan mamanya Keysia menghampirinya dan menyapa hangat dirinya.
"Tio, ini buku nikah kamu dengan Keysia, maafkan aku dan mamanya Keysia, karena kami telah mengatakan yang tidak-tidak kepada kalian berdua."
"Iya, Tio, aku minta maaf dengan apa yang baru saja aku katakan," timpal Eli.
__ADS_1
Keysia yang baru saja keluar dari dalam dapur terkejut ketika melihat perubahan sikap yang di tunjukan papa dan mamanya kepada Max.