Iam Come Back

Iam Come Back
Akulah Dragon Lord


__ADS_3

Max yang mendengar semua itu sangat ingin tertawa, dengan kemampuan Adi dan Rino yang mengarang cerita sungguh mengagumkan.


“Kalian bilang, kalian kenal sama Jenderal Dragon Lord, kenapa aku nggak kenal sama kalian?” tanya Max.



Semua orang tercenggang apa yang dimaksud oleh Max



“Iya, kami malah pernah minum bareng sama beliau. Maksud kamu, Jenderal Dragon Lord itu kamu?” jawabnya Rino.



“Hahahaha...” Sontak semua orang tertawa bahkan Adam dan Agung tertawa terpingkal-pingkal.



Max membuat dirinya terlihat seperti badut.



Istri Rino yang bernama Yuki berkomentar, “Alena, sahabat kamu ini lucu banget ya! Ngaku-ngaku jadi jenderal Dragond Lord demi cari muka! Kamu nggak tahu ya siapa Jenderal Dragon Lord itu? Beliau Jenderal tertinggi di seluruh negara. Memangnya selama diusir dari rumah Setiono kamu ngapain aja? Kok bisa otaknya geser. Alena, aku jadi kasihan kamu, punya sahabat kayak gini!”



“Arya,aku kecewa banget sama kamu.” Keluh Adam.



Arya dan istrinya menundukkan kepala mereka menanggung malu yang luar biasa ini. Ini adalah hari yang memalukan bagi mereka!



Alena hanya duduk diam dan menangis di pojokan menghadapi semua hinaan ini. Ternyata masih ada yang begitu memalukan daripada yang selama ini dia jalani.



Alena menatap Max dengan penuh rasa jijik. Dia tidak peduli Max memiliki skandal ataupun reputasinya tercoreng, yang hanya Alena pedulikan hanyalah sikapnya.



Tidak realistis dan hanya bisa pamer, hanya bikin malu saja! Bahkan sekarang Alena pun tidak lagi mengakui Max sebagai sahabatnya.



Tapi Rino dan Adi tidak mau melepaskan Max begitu saja.



“Ok, kamu Jenderal Dragon Lord, itu kan? Kalau begitu, besok ada pesta untuk Jenderal Dragon Lord! Aku harap kamu bisa ketemu kamu disana.” Kata Adi yang sedikit kasar.


__ADS_1


Seperti apa yang dikatakan oleh Adi, besok malam memang ada perjamuan tersebut yang akan digelar.



Karena Max akan tinggal di kota S untuk waku yang cukup lama, dan menunggu misi yang bersifat super rahasia itu muncul. Bagaimana pun juga orang yang sangat penting keluyuran tanpa tujuan yang jelas akan mudah menimbulkan rasa takut bagi orang lain. Karena inilah kota S akan menyelenggarakan perjamuan untuk menyambut kedatanganya.



Adam yang mendengar ucapan Adi pun bertanya, “Eh? Adi, kamu juga bisa ikutan pesta kayak gitu?”



“Barusan aku dapat 2 undangan, untuk aku sama papa.” Balas Adi sambil tersenyum.



Sesungguhnya Agung dan anaknya itu mengeluarkan uang sebesar 3 miliar untuk membeli undangan itu untuk pamer. Tentunya semua orang langsung memandang keluarga Wijaya dengan kagum saat dia bilang begitu.



Tak sia-sia mengeluarkan uang 3 miliar demi sebuah undangan!



“Tuan Agung, kalian juga mendapat undangannya? Kalau bisa keluarga Veyron kecuali rumah tangga Arya, bisa tuan Agung bantu biar dapat undangan tersebut.”



Setelah mendengar apa yang dikatakan Adam, Arya dan istrinya merasa dipermalukan oleh kepala keluarga Veyron sendiri.




Meski Agung menyanggupi permintaan Adam, tapi dalam hatinya dia merasa kesal dan jengkel karena harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli undangan tambahan. Lalu Agung mengeluarkan ponselnya dan membeli beberapa undangan lagi.



“Alena, berarti besok malam aku bisa ketemu kamu dong? Kamukan sahabatnya kan? Hahaha...” canda Lara.



Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan Restoran Golden Star, lalu seorang pria berpakaian rapi memasuki restoran tersebut.



“Itu bukanya Pak Robert?” tanya Adam sambil heran.



Melihat kedatangan pria itu, Adam langsung pergi menyambutnya. Robert adalah sekretaris wali kota setempat, setiap harinya dia banyak berinteraksi dengan para petinggi kota S. Siapapun bertemu dengannya harus bersikap sopan!


__ADS_1


“Selamat siang Pak Adam, maksud kedatangan saya kali ini mau memberi 8 undangan pesta besok malam untuk keluarga Veyron.” Ujarnya Robert.



Robert sempat memberi isyarat kepada Arya serat menyelinap keluar dari pesta itu. Hanya untuk memberikan undangan VIP yang akan diberikan untuk Arya tanpa sepengetahuan lainnya, undangan tersebut sudah diatur oleh Max.



“Pak Arya, ini ada 3 undangan VIP mohon diterima, undangan ini sudah diatur oleh tuan Max Setiono dan Sekretaris Jenderal. Dan jangan beritahu siapapun kecuali rumah tangga anda sendiri, mohon kerja samanya.” Ucap robert yang lirih.



Sebenarnya Robert belum mengetahui identitasnya Max yang sebenarnya, tetapi ia masih memberi rasa hormat kepada Max. Karena Robert sadar, Max akan mengambil semuanya yang telah hilang saat ini.



Arya mengangguk-angguk, dan mencoba menyimpannya. ‘apakah undangan ini benar sudah diatur Max? Bukanya ia sudah tak punya apa-apa, tapi kok Pak Robert manggil Max dengan sopan.’ Keanehan yang membuat arya memikirkan hal itu.


Robert langsung pergi setelah ia memberikan undangannya, ini adalah tugas pertama yang diberikan sekretaris Jenderal kepada Robert. Sementara itu Sekretaris Jenderal sedang menunggu di dalam mobil karena takut bertemu dengan Jenderal Dragon Lord...


Sekretaris Jenderal masih ingat dengan jelas perintah dari Jenderal Dragon Lord, rumah tangga Arya dari keluarga Veyron harus hadir di acara besok malam dengan undangan VIP. Dia diharuskan memberikan undangan VIP itu, tapi jangan tampil terlalu mencolok alias jangan ada yang tahu.


Maka itulah dia meminta Robert mengirim undangan untuk rumah tangga Arya tanpa sepengetahuan keluarga Veyron dan Wijaya yang ada di pesta itu.


Max hanya diam saja menyaksikannya, berlainan dengan Adi yang nampak tertegun.


Kemudian Adam tertawa terbahak-bahak, “Tuan Agung memang hebat! Cukup telepon saja sekretaris wali kota langsung datang memberi 8 undangan, terima kasih tuan Agung.”


“Sama-sama tuan Adam, kalau ada sesuatu jangan sungkan-sungkan, kita sekarang adalah rekan bisnis.” Kata Agung


Hanya dengan satu panggilan dia bisa memanggil sekretaris wali kota untuk datang mengantarkan undangan, kurang hebat apa koneksinya? Bahkan keluarga Veyron saja tidak bisa mendapatkan satu pun undangan untuk pesta itu.


Alena dan ibunya pun merasa iri, karena tidak mendapat undangan. Sedangkan Arya senyum-senyum sendiri, ia akan memberi tahu kalau sudah di rumah keluarga Arya.


Andai Arya dapat keberuntugan dan bisa mengembalikkan keadaan perusahaannya yang sedang mengalami masalah finansial. Perusahaannya keluarga Arya adalah anak perusahaan dari Veyron Corp, milik Adam.


Sementara itu Agung masih kebingungan dari mana Robert datang, padahal di kota S agung tidak memiliki koneksi sama sekali. ‘Pasti ada kesalahpahaman, tapi sudah terlanjur terjadi’ guman dalam hati Agung.


Agung pun hanya bisa mengakuinya, toh berkat itu dia sendiri terlihat powerfull!


“8 undangan ini biar saya bagi ya!” kata Adam


“Oke” serentak


Rasa iri Nanda dan Alena semakin menjadi-jadi.


Rino dan yang lain mengambil undangan itu dan memamerkannya ke Arya, Arya sengaja untuk memilih diam.


Seketika itu juga Max bertanya, “Kenapa rumah tangga keluarga Arya nggak dapat undangan?”


“Hahahaha....” lagi-lagi mereka semua tertawa.


“Emang kamu nggak mikir ya, kenapa kalian tidak mendapat undangannya? Kalian sudah kasih apa keluarga Veyron, dengar-dengar juga perusahaan Arya sedang mengalami berbagai masalah.” Balas Lara.

__ADS_1


“Iya, sudah bikin malu masih mau dapat undangan? Mimpi!” timpal Daniel.


Alena dan ibunya sudah kehilangan harapan, tidak ada perasaan lain selain jijik saat Alena melihat Max.


__ADS_2