Iam Come Back

Iam Come Back
Perjamuan


__ADS_3

Setelah pergi dari Hotel King S. Max menghubungi Sebas untuk membeli sebuah apartemen yang akan ditinggali sementara dan juga Max sengaja untuk membeli unit apartemen depan sahabatnya sendiri yaitu Alena Veyron anak tunggal dari rumah tangga Arya di keluarga Veyron yang berada di kalangan menengah.


Dulu semua keluarga Veyron terhadap Max bersikap dengan baik, terutama kedua orang tuanya Alena. Apakah sikap tersebut masih berlaku atau tidak.


Orang yang akan berikutnya ingin Max cari adalah kedua orang tuannya dan adiknya yang sekarang berada di kota Z. Sebelum pergi mencarinya di kota Z, Max ingin mendapatkan kembali sebuah vila yang dulu miliknya, tapi sekarang punya Albert.


Setelah membeli apartemen yang beradapan dengan apartemen Alena. Max cukup ragu-ragu untuk bertemu dengan sahabat lamanya itu, karena selama 6 tahun Max tidak ada kabar, sedangkan Alena sudah mencari Max kemana-mana selama 6 tahun itu.


Akhirnya Max memberanikan diri untuk bertemu dengannya dengan memencet bel apartemen Alena.


‘Klek!’ (Suara pintu yang dibuka)



Begitu membuta pintunya, handphone yang ada digenggaman wanita itu terjatuh dilantai.



“Al, lama tak jumpa.” Kata Max



‘Plak’



Max dapat tamparan dari Alena



“Kamu kemana aja selama ini, aku sama orang tua kamu nyari-nyari kamu, sampai orang tua kamu pindah ke kota Z. Sekarang malah nongol se-enaknya, tapi syukurlah kamu masih hidup.”



“Pertama, aku minta maaf selama ini nyusahin kamu, kedua biarkan aku masuk, aku akan menjelaskan semua yang terjadi selama 6 setelah aku diusir dari rumah.” Jawabnya Max.



“Oke lah, sini masuk dan jelasin semuanya”



“Sebenarnya setelah aku diusir dari rumah, pada malam itu juga aku diserang sama beberapa orang dan mencoba membunuh aku dengan tembakan pistol. Tapi sebelum ditembak, mereka pernah berkata ‘Rony’ dan aku hanya menebak nama ‘Rony Setiono’ lantas langsung ditembak. Akhirnya aku hanyut di danau, lalu ada seseorang misterius. Orang itu telah menyelamatkan aku dan selama 6 tahun aku dibawa ketempat rahasia entah itu dimana saya kurang tahu.” Kata Max.



“Lantas kamu kok bisa sampai sini?” Tanya Alena.



“Aku mencoba kabur dari tempat itu dan akhirnya aku bisa sampai ke sini.” Alasan Max biar tidak ketahuan identitas aslinya.



“Kalau nggak salah keluarga Setiono dan Nardo sudah bergabung ya, terus kamu bagaimana untuk menyelesaikan masalah itu” Tanya Alena.



“Tenang saja, semua yang hilang waktu itu pasti bakal aku dapetin lagi, aku bakal membalikkan keadaan yang tidak berutung menjadi beruntung dalam 1 bulan.” Jawabnya Max.



Kali ini Alena sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Max.



“kamu gila ya, bisa gak realistis dikit? Kamu baru saja kembali ke kota S selama 6 tahun. Pelan-pelan saja, suatu saat nanti kamu bisa bangkit lagi. Dan apa kamu tahu sekarang kedua keluarga tersebut sudah gak kayak 6 tahun lalu.” Tegasnya Alena.



“Al, kamu harus percaya sama sahabat kamu ini, sekarang cukup 1 kalimat saja aku bisa mereka tunduk sama aku.” Kata Max.

__ADS_1



Alena memberikan handphone-nya ke Max dan berkata, “ Oke, kalau kamu bisa bikin mereka tunduk dengan 1 kalimat, kan? Sini buktiin! Aku mau lihat kamu bicara apa!”



“Aku...”



Max terdiam kaku. Memang benar kalau dia bisa membuat kedua keluarga itu tunduk dengan ucapannya saja, tapi tidak ada artinya jika dia melakukan sekarang.



“Lihat tuh, gak bisa kan? Kalau gak bisa gak usah banyak bicara Max!” Kata Alena.



“Ya-iya maafin aku ya, aku akan pelan-pelan untuk bangkit, dah dulu ya. Aku mau tidur dah malam, eh aku baru aja beli apartemen depan kamu apartemenmu, kamu bisa mampir kapan saja ya.” Alasan Max biar nggak debat terus sama sahabatnya.



“Iya, aku kapan-kapan aja mampirnya, sana kamu pulang tidur sana” kata Alena. ‘Beli apartemen di depanku, pastinya disengaja, dasar Max’ gumannya dalam hati.



Keesokan harinya Alena datang ke apartemen Max untuk mengajak ke acara perjamuan dan membahas kerjasama antara keluarga Veyron dan keluarga Wijaya.


Alena memencet tombol bel apartemen Max, dan Max membuka pintu lalu mempersilahkan masuk.


“Ada pagi-pagi udah kesini aja?” tanya Max.



“Iya, aku mau mengajak kamu ke acara perjamuan keluargaku, sana ganti baju dulu. Aku tunggu dibawah.” Ajakan Alena.




Setelah Max ganti baju, lalu bergegas ke bawah untuk menemui Alena untuk menuju ke acara tersebut.



Restoran Golden Star yang berbintang 5, di tempat inilah keluarga Veyron dan keluarga Wijaya mengadakan perjamuan mereka. Meski kedua keluarga mereka itu tidak bisa dibandingkan dengan kalangan atas seperti keluarga Setiono dan keluarga Nardo, setidaknya mereka masih tergolong lumayan.



Setibanya di tempat, satu per satu tatapan aneh menyoroti mereka berdua.



“Eh? Yang di sebelah Alena itu bukannya Max?” tanya Lara.



“Eh iya! Itu Max! Dia sudah lama nggak kelihatan sejak kejadian skandal sama asistennya itu dan katanya dia sudah lama diusir dari rumah.” Jawabnya Daniel.



Lara adalah anak pertama dari Rino dan Yuki, sedangkan Daniel anak keduanya.



Seketika semua pandangan beralih ke Max. Kedua orang tuanya Alena menghapiri mereka berdua. Arya Veyron adalah anak kedua dari kepala keluarga Veyron yaitu Adam Veyron, dan ada istrinya Arya yaitu Nanda Veyron.



“Alena, kamu hari ini bawa Max, kenapa pas acara ini sih.” Kata Arya Veyron, bokap Alena.


__ADS_1


“Iya pa, kemarin ia baru datang kembali ke kota S dan aku mengajaknya kesini.” Jawabnya Alena.



“Apa kabar Max? Katanya kamu selama 6 tahun ini sudah tak ada hubungan sama keluarga Setiono ya.” Tanya Nanda Veyron, nyokap Alena.



“Betul tante, selama 6 tahun saya tak pernah komunikasi dengan siapapun di kota ini. Tetapi saya akan mendapatkan kembali apa yang seharusnya milik saya.”



Adam selaku kepala keluarga Veyron pun tidak menghiraukan mereka berempat.



Di antara keluarga Veyron, yang adam sukai sekarang adalah rumah tangga Rino, anak tertuanya. Utamanya karena Rino dan Yuki selaku istrinya Rino yang telah mendapatkan kerjasama dengan keluarga Wijaya.



Karena tidak ada yang peduli, mereka berempat pun mencari tempat duduk. Mereka berempat pun duduk, dan semua keluarga Veyron yang sudah menunngu keluarga Wijaya datang.



Keluarga Wijaya akhirnya tiba.



Semua orang termasuk Adam menyambut mereka di pintu masuk.



“Maaf sudah bikin kalian menunggu lama,” tutur Agung Wijaya selaku kepala keluarga Wijaya.



“Pesawatnya telah hampir 10 jam, memangnya ada apa Tuan Wijaya?” tanya Adam dengan penuh perhatian.



“Tuan Adam gak tahu ya? Kota S kedatangan orang sangat penting, bandara aja kemarin ditutup seharian.” Jawabnya Adi Wijaya, anak tertuanya Agung.



“Hah? Memangnya ada ya?” sahut semua orang yang ada di sana.



“Tuan Agung, memangnya siapa yang datang sampai bandara ditutup begitu?” tanya Rino.



“Gak Cuma itu, aku dengar dia juga dikawal dengan ratusan pesawat tempur, di bandara juga dikawal sama ribuan tentara.”



“Apa?” Semua orang kaget, kecuali Max dan beberapa keluarga Wijaya yang sudah mengetahui hal itu.



“Dia jenderal tertinggi di seluruh negara, biasa dipanggil jenderal Dragon Lord. Hahaha kalian pasti tidak percaya, waktu itu aku dan Rino membahas kerjasama di luar negeri yang tidak sengaja ketemu dia di acara pertemuan di luar negeri dan saling mengobrol. Aku tidak menyangka kalau beliau ditugaskan di kota S.” Kata Adi.



“Iya, kalau ada waktu, nanti beliau aku ajak dia ketemu sama kita. Kalau bisa supaya keluarga Veyron dan keluarga Wijaya dipandang di kota S.” Sahutnya Rino.



“Adi dan Rino memang hebat!”


__ADS_1


Adam pun tak berhenti memberi pujian kepada mereka berdua. Arya dan istrinya merasa iri melihat kakaknya dan Adi Wijaya begitu sempurna.


__ADS_2