Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Sebuah Rencana untuk membalasnya


__ADS_3

Kejadian yang menerpa mamanya di masa lalu, membuat Vani sangat terpukul dan  sedih, hal yang paling tidak bisa ia terima, keluarga sendiri  ikut terlibat dalam kematian mamanya.



Bonar  mempercepat pindah rumah, ia mengurus semuanya sendiri ia berharap dengan mereka pindah rumah, hal buruk sedikit berkurang, maka ia melakukan semuanya sendiri, mulai memindahkan Jonas ke sekolah yang baru dan memindahkan  barang-barang mereka dari rumah yang lama.


Bonar meminta  Vani untuk istirahat saja di rumah, setelah pindah rumah, Bonar selalu ada untuk mendampingi sang istri menghadapi  ujian berat tersebut, ia sengaja tidak masuk kerja untuk menemani Vani.


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan di tepi pantai,” bujuk Bonar, ia ingin Vani  bangkit dari kesedihannya.


“Aku malas Pah,” balas Vani.


“Kita akan pungut kulit kerang, lalu kita bingkai,” bujuk Bonar, ia terlihat seperti ingin membujuk anak kecil.


“Nanti kita akan bakar ikan?” Vani menatap wajah sang suami.


“Nanti kita akan buka restoran, khusus masak ikan laut,” ucap Bonar, Vani tersenyum kecil.


“Aku hanya ingin bakar ikan hari Pah, bukan minta dibuat restoran,’ ucap Vani.


“Ya, kita akan bakar ikan, bakar ubi, bakar jagung. Kamu harus kuat Mah, Jonas  bertanya kenapa  mamanya selalu di kamar,” ucap Bonar, ia duduk  di sisi ranjang mengusap punggung tangan istrinya.


“Aku belum bisa mengatasi hatiku saat ini Pah, kenyataan itu sangat menyakitkan bagiku hatiku selalu bertanya kenapa tanteku tega .… Kalau itu orang lain aku akan membalas, tetapi ini tanteku sendiri,” lirih Vani wajahnya kembali mendung.


“Dia kan sudah bilang kalau dia ancam sama si Iyos.”


“Harusnya tante melawan, dia menyembunyikan kebenaran itu selama sepuluh tahun lebih dari kami, saat aku berjuang  mencari kebenaran tentang kematian mommy,  ternyata tanteku sendiri ikut terlibat, itu sakit sekali rasanya Pah,” ucap Vani ia mengusap buliran yang menetes itu lagi.


“Aku tahu Mah, itu sangat menyakitkan, biarkan Tuhan yang membalasnya,” bujuk Bonar ia takut istrinya melakukan hal yang menakutkan lagi.


“ Iyos akan mendapatkan balasannya, aku ingin dia mati.” ucap Vani.  Bonar langsung terdiam, itulah hal yang paling ia takutkan.


“Jangan bicara seperti itu, tidak baik membahas kapan kematian seseorang, karena itu hak Tuhan,” ucap Bonar.


“Jika  hukum alam belum bisa melakukannya, birkan aku saja,” ujar Vani.



Bonar langsung memeluk Vani dengan erat, ia tidak mau kemarahan dan dendam menguasai hati istrinya.


“Serahkan saja samaku,” bisik Bonar.


“Apa?” Vani terkejur, “apa yang abang lakukan?” wajah Vani panik.

__ADS_1


“Tenang saja, nanti juga kamu bakalan tahu.”


‘Kita paksa dia mengakui semuanya’ bisik  Bonar.


                 *


Besok harnya Bonar mengantar Jonas  ke sesekolah, dalam perjalanan ke sekolah, ia menceritakan  keinginannya, Jonas setuju untuk membantu.


Bonar menemui si genis Jonas ia mengungkapkan keinginannya ingin membuat sebuah hologram.


“Bisa Pak, aku bisa melakukannya,” ujar Jonas.


“Ya bapak pernah melihat kamu melakukannya.” Bonar duduk di kamar


Bonar tidak ingin melihat istrinya melakukan hal yang berbahaya, akhirnya ia dan Jonas, turun tangan, karena ia tahu Iyos kebal dengan hukum,  tidak mudah untuk memasukkannya ke dalam penjara, ia punya cara memberi hukuman pada lelaki itu.


Jonas membuat sebuah hologram dengan foto  Luna Sasmita mama mertuanya, lalu memasukkan suara wanita dalan tek suara,  Jonas dan Bonar menciptakan sebuah hologram seolah-olah Luna bisa hidup . Beberapa hari kemudian alat itu akhirnya selesai.


Disisi lain.


Iyos semakin kesal, setelah beberapa minggu  restoran itu buka ternyata sepi,  bahkan restoran mewah dalam satu hari terkadang tidak ada tamu alhasil stok makanan dalam gudang penyimpanan busuk dan mengalami kerugian lagi, ia semakin uring-uringan  melampiaskan pada karyawannya,  Iyo selalu memarahi karyawannya.


Hari itu, Bonar ingin memulai rencananya ia datang ke restoran baru Iyos.


“Kamu pantas mendapatkan itu,” ucap Bonar, ia masih duduk menunggu dalam mobil, setelah restoran tutup, ia menemui  manager restoran, ia berencana mengajaknya ingin bekerja.


“Jadi saya saja dua bulan tidak dibayar Pak, pak Andre janji akan membayar setelah restoran yang baru beroperasi, sekarang  restoran lagi sepi mau menuntut juga tidak  berani, tapi anak istri di rumah butuh makan juga,” keluh lelaki itu dengan sedih.


“Kenapa kalian masih bertahan di sana tidak akan ada harapan disana, lihat dia salah milih tempat, sebenarnya istri saya kasihan sama kalian, dia  merasa bersalah, jika restoran tutup pasti karyawan akan jadi pengangguran, begini saja … tinggalkan restoran kalian harus kompak  .… kalian bekerja untuk saya saja, saya buka restoran  masakan ikan laut di di dekat rumah di Pantai Indah Kapuk.”


“Benarkah?” wajah lelaki itu  gembira.


“Ya. Nanti aku akan bayar gajian kalian di muka, biar anak istrimu di rumah bisa makan,” ucap Bonar.


“Terimakasih Pak, terimakasih banyak, beberapa hari ini, saya sudah cari pekerjaan tapi belum dapat,” ucap lelaki itu dengan mata berkaca-kaca.


“Kalian ingin keluar, kalian harus keluar dengan kompak, tidak ada gunanya bertahan di sana, mereka tidak akan bisa bertahan,” ucap Bonar.


“Apa bisa saya bawa, mereka semua pak, karena karyawan semuanya rata-rata sudah menikah.”


“Ya bawa saja, kebetulan istri saya dan temannya buka cafe, kita bisa bagi nanti di sana sebagian yang mau kerja di sana,” ujar Bonar.


“Baik Pak, terimakasih,” ucap lelaki itu dengan gembira.

__ADS_1


“Tapi aku butuh bantuan kecil darimu.”


“Apa Pak Bonar?”


“Apa Andre dan Iyos sekarang tinggal di restoran?”


“Ya Pak, rumah pak yos sudah dijual, jadi sebagian dari lantai satu dijadikan kantor dan lantai satu tempat tinggal untuk pak Iyos, sementara ibu ada diluar negeri aku dengar mereka dalam proses perceraian .”


“Bagaimana dengan Andre?”


“Setelah bercerai dengan Bu Winda, setelah dibebaskan dari penjara olah pak Iyos, dia memilih ikut bapak. Tetapi beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja mereka berdua bertengkar dan pak Andre tidak pernah pulang lagi ke Restoran, aku dengar dia menyusul ibunya ke luar negeri,” ujar manager restoran tersebut.


“Itu artinya pak Iyos yang tinggal di sana sekarang?”


“Ya Pak.”


‘Hidupmu ternyata menyedihkan sekarang ya, semua orang meninggalkanmu’ ucap Bonar dalam hati.


“Tapi sebelum kamu keluar dari sana, aku butuh bantuan mu, apa kamu mau menolongku?’ tanya Bonar menatap lelaki itu dengan serius.


“Ya Pak, aku akan melakukan apapun.”


“Sebelum kamu pergi dari sana, aku ingin kamu meletakkan benda-benda ini di setiap sudut di ruangan  restoran”


“Apa ini Pak?”


“Itu hanya kamera, aku hanya ngin lihat  apa yang di lakukan sama dia selama kalian tidak ada.”


“Baik pak, tidak apa- apa hanya kamera,” ucap lelaki itu .



Bonar meminta menyebar hologram itu ditempat yang dipesan Bonar, di tempat tidur di kamar mandi, dapur dan tangga.


“Usahakan  jangan sampai kelihatan.”


“Baik Pak Bonar.”


Apa yang dilakukan Bonar disambut gembira sama semua karyawan restoran, mereka kompak keluar dari restoran mewah itu dan memilih bekerja dengan Bonar, karena  bapak satu anak itu itu mencoba keberuntungan dengan membuka restoran ala masakan laut, tempatnya tidak jauh dari rumah mereka yang baru. Rumah Bonar yang baru , rumah mereka  yang baru di dekat pantai tepatnya di PIK.


Bersambung


jangan lupa like vote ya kakak

__ADS_1


__ADS_2