Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Sosok Bayangan Putih


__ADS_3

Saat pagi tiba,  Iyos bangun, ia turun ke lantai, tempat restoran miliknya, ia terdiam menatap kanan


restoran sepi tidak ada aktivitas manusia di sana.


“Orang-orang malas! Masa jam segini belum pada datang, bagaimana restoran ada pengunjung kalau jam segini belum ada yang datang untuk kerja di dapur,” rutuk Iyos ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Menelepon manager resto,  ia tidak tahu kalau semua karyawannya sudah berpindah haluan, tadinya laki-laki itu ingin mengabaikan panggilan dari mantan bosnya, tetapi Bonar meminta untuk menjawab telepon dengan baik,  mengajari lelaki itu untuk menjawab pertanyaan Iyos.


“Halo , lu di mana jam segini belum datang?” cerca Iyos di ujung telepon,  ia tidak tahu kalau semua karyawan restorannya sudah bekerja dengan Bonar, saat ini  mereka sedang berbenah dan bersih-bersih pembukaan restoran milik Bonar akan dilakukan beberapa hari lagi, walau tidak semewah restoran milik Iyos, tapi Bonas dan Vani menawarkan gaji yang sama untuk mereka.


Bonar juga menjanjikan jika omset naik mereka juga akan dapat bonus, menawarkan mes untuk karyawan yang mau tinggal di sana dan Bonar juga menyediakan kendaraan untuk  karyawan yang rumahnya jauh. Dapat fasilitas, tentu saja mereka memilih Bonar.


“Maaf Pak saya di rumah,” jawab Gilang dengan tenang.


“Gila kamu! Jam segini masih di rumah,, kamu datang sekarang juga katakan sama yang lain!” teriak Iyos marah.


“Pak … maaf saya tidak kerja lagi, anak istri saya juga butuh makan, saya  sudah dua bulan kerja tidak dibayar,” ucap Gilang.


“Ya, kamu mengertilah, restoran lagi sepi, nanti kalau sudah  sudah rame akan saya bayarkan sekaligus.”


‘Enak saja kalau sudah rame, kalau  tidak rama bagaimana?’ tanya Gilang dalam hati.


“Tapi perut anak-anak saya tidak bisa disuruh untuk menunggu Pak.”


“Kamu kan sudah lama kerja sama saya, masa kamu gak ngerti sih, nanti akan saya bayar pinjam dulu sama orang. Lalu anak-anak yang lain pada kemana kemana? kalian semua janjian untuk meninggalkan restoran, lalu bagaimana ini?”


“Anak- Anak katanya takut Pak, mereka bilang kalau restoran angker, mereka sering melihat wanita di sana.”


“Saya sedang susah sekarang jangan tambah gosip murahan, pokoknya kamu datang bawa anak-anak yang lain. Kamu harus bujuk mereka.”


“Saya mengerti kesusahan Bapak, tetapi perut anak-anak saya tidak bisa mengerti Pak, maka itu saya mencari pekerjaan yang lain.”

__ADS_1


Suasana tiba-tiba jadi hening, akhirnya lelaki paruh baya itu tahu, kalau semua orang sudah meninggalkannya.


“Kamu masuk saja dulu hari ini, nanti aku akan bayarkan gaji kamu.” Gilang sempat senang karena ia akan mendapat gaji Vani dan Bonar menggeleng, memberi kode  lengan disilangkan.


“Maaf Pak saya tidak bisa kerja lagi, gaji saya yang dua bulan saya ikhlaskan saja, maaf saya masih kerja.” Gilang mematikan  sambungan teleponnya.


          *


 Bonar duduk didekat gilang.


“Dengar, kalau sempat masuk ke sana lagi, aku yakin kamu tidak akan bisa keluar, percaya padaku lelaki itu sangat jahat, jangan pernah menemuinya kalau kamu tidak mau dapat masalah,” ucap Bonar


“Baik Pak.” Gilang mengangguk tanda paham.


              *


Iyos meninju udara dengan kesal, setelah ia tahu kalau karyawannya meninggalkan restoran begitu saja


Saat ia ingin naik  ke atas, ia melihat bayangan lalu menghilang, ia memikirkan ucapan Gilang, tetapi masih menepis pikirannya, ia masuk ke kamar mandi di saat mandi tiba-tiba wajah Luna muncul  wanita itu tersenyum padanya, lalu menghilang lagi, Iyos mundur karena panik lalu ia menginjak sabun dan terjatuh  ke belakang.


“Dasar sialan, Keparat! Aku tidak takut sama hantu, aku tidak takut!” teriak  Iyos, suara tawa terdengar  dari celah kamar mandi.


Ia buru-buru mandi dan dengan tubuh kesakitan, ia turun,  dibawah dikagetkan sama supir.


“Selamat pagi Pak, Iyos.”


“Astaga! Kamu membuatku kaget, ada apa?”


Kedua alis lelaki yang sudah terlihat tua itu saling menungkik melihat  majikannya marah saat disapa.


‘Ada apa dengan Pak Iyos, kenapa wajahnya ketakutan seperti itu?’

__ADS_1


“Ini ada paket untuk bapak.”


Ia menerimanya dan masuk ke kantornya, saat dibuka di dalamnya ada foto lama, potongan foto  dari rekaman dimana dia mendorong Luna sampai jatuh saat di kantor dan foto lainya,  saat mereka di rumah sakit menunggu kematian Luna.


“Kamu hebat ya … setelah membunuh orang,  kamu masih hidup tenang,” ujar suara yang tidak kelihatan pemilik suaranya.


“Enaklah, karena aku pintar,” ucap Iyos spontan.


Tiba-tiba ia terdiam, ia baru sadar hanya dia sendiri di ruangan tersebut, ia berdiri melihat ke semua pojok dalam ruangan dan mencari bawah kolong.


“Siapa di sana!? Keluar jangan menakut-nakuti!”  bentak Iyos, tetapi tidak ada yang menyahut.


Bertemu bayangan sekali dua kali ia belum takut , tetapi saat bertemu tiga kali,  ia mulai  merasa terusik, apa lagi setelah mendapatkan kiriman foto bukti kejahatannya di masa lalu, ia mengangkat gagang telepon,  lalu menelepon  supir pribadinya, hanya lelaki itulah satu-satunya yang tidak pernah meninggalkannya, lelaki paru baya itu sudah puluhan tahun bekerja di keluarga tersebut,  dari Andre masih kecil, sebenarnya ia juga ingin pergi seperti yang lainya, tapi Andre sudah berpesan  jangan meninggalkan Iyos, karena lelaki itu tidak punya orang yang mendukungnya.


“Ya Pak apa yang bisa saya?” tanya lelaki itu , setengah berlari, lalu ia menghampiri Iyos.


“Apa kamu melihat seseorang datang ke sini?”


“Tidak Pak, tapi saya melihat seorang wanita di dapur restoran tadi, saat saya ingin  mendekat dia menghilang,” ucap Bayu.


“Jangan  mengarang cerita tidak ada setan,  mereka takut sama manusia … dunia kita sama mereka, jelas berbeda, jadi tidak ada setan di dunia ini mungkin pak bayu salah melihat,” ucapnya setengah yakin.


“Kenapa restoran tidak buka hari, Pak?” tanya Bayu, ia ikut ketakutan saat melihat ada wanita berpakaian putih  di restoran.


“Manusia - manusia kurang ajar itu, tidak bekerja lagi, mereka takut tidak bisa saya baya gajinya, lihat saja aku akan menjalankan restoran ini tanpa mereka, kalau mereka datang lagi nanti minta pekerjaan , aku tidak akan menerima mereka. Kamu jangan minta berhenti bekerja juga nanti saya akan bayar gaji kamu dua kali lipat,” ucapnya melirik sekilas ke arah Bayu.


Lelaki tu langsung diam.


‘Aduh janji  mulu Pak,  perasaan dari  beberapa tahun  yang lalu bapak janji seperti itu,  tapi kenyataanya mana …? tidak ada, kalau bukan mas Andre yang memintaku bertahan, aku juga tidak mau bekerja sama bapak’ ucapnya dalam hati.


Tapi sebagai bawahan yang baik yang selalu patuh apapun dikatakan Iyos, sekalipun restorannya mereka diteror bayangan seorang wanita  misterius.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2