
Setelah Winda menemui Andre di kantor polisi, ia kembali ke hotel, saat ia tiba seorang petugas memberinya sebuah bag.
“Ini Mba seorang pria menitipkan ini untuk mbak”
Winda membuka isi tasnya, ternyata sebuah kunci mobil dan kunci apartemen dan petugas hotel itu juga menunjukkan sebuah mobil untuk Winda.
“Papi mertuaku baik bangat,”ujar Winda tertawa menyeringai.
Perkataan kasar yang ia terima dari Andre dan ibunya tadi, membuatnya semakin nekat.
“Aku tidak perduli walau kamu menceraikanku, justru aku sangat bahagia. Selama ini kamu hanya beban dalam hidupku,” ujar Andre.
“Apa kebersamaan kita selama sepuluh tahun ini tidak ada artinya bagimu?”
“Tidak, justru kamu dan ibumu jadi beban untukku dan keluargaku,” ujar Andre.
Akhirnya Winda benar-benar marah, ia meluapkan semuanya yang ia simpan selama ini, ia berharap dengan itu Andre merasakan sakit seperti yang ia rasakan.
Saat di hotel itu.
Winda berdiri di depan mobil, setelah pulang dari penjara, ia semakin gila, ia ingin membalas maminya Andre, ia berpikir wanita itulah awal pertengkaran dirinya dengan Andre , memaksa Andre menikah lagi, Winda menelepon ibu mertuanya.
“Halo, apa yang ingi kamu katakan, apa kamu ingin memohon lagi padaku?”
“Tidak kok Mi, aku sama Andre sudah sepakat bercerai tadi, aku pikir dia tidak berguna lagi, ada yang lebih berguna dari pada dia”
“Kurang ajar kamu ya. Kamu sama ibumu sama-sama sampah!
“Itu benar, benar sekali … aku juga ingin merebut milikmu”
“Apa maksudmu?”
“Bagaimana aku bilang … aku cinta sama suamimu”
Mata mami Andre langung melotot tajam, ia memaki Winda menyebut Winda dengan segala jenis binatang. Winda semakin tertantang, ia tertawa terbahak - bahak saat wanita itu emosi dan memakinya.
“Bagaimana kalau aku mengirim kamu gambar ini.” Vani mengirim gambar jam tangan suaminya
__ADS_1
“Apa maksudnya?”
“Aku hanya ingin jam tangan itu, apa kamu mau memberikannya untukku?”
“Apa kamu mencuri?”
“Coba tebak, apa aku bisa mencuri saat jam tangan mahal itu di pakai suamimu, aku meminta dan dia akan memberikannya, aku dengar itu hadiah mami saat papi ulang tahun ya … ah, sayang aku ingin menjualnya untuk bayar perawatan agar laki-laki semua nempel padaku, gak keriput seperti kamu,” ujar Winda.
“Dengar …aku bisa menghabisimu dan ibumu hari ini juga, kamu tahu keluargaku orang hebat semua”
“Kalau hebat, kenapa tidak membebaskan anakmu yang tidak berguna itu, agar dia bisa kawin dengan wanita pilihanmu”
“Aku akan melakukannya … kenapa? Kamu cemburu, marah?” tanya mami Andre ingin membuat Winda panas, mereka berdua saling mengigit dan saling menghina.
“Tidak …aku senang membuangnya. Aku menginginkan lelaki yang lebih hebat dari dia yang lebih banyak uang lebih berkuasa. Bagaimana pendapa mami"
“Bodoh amat aku tidak urus hidupmu. Kenapa kamu tidak menjual dirimu dan ibumu di jalanan sana agar kalian punya uang”
“Aku sudah melakukannya dan dia hebat, sudah Mi, nanti kita telepon lagi.” Winda menutup telepon.
Mami Andre, melihat gambar jam tangan itu dan ia mulai gelisah.
Maminya Andre mulai curiga, tidak merasa tenang, lalu ia datang ke kantor suaminya, saat masuk ke ruangan itu di menyelidiki semua ruangan.
“Ada apa sih? Memangnya kamu tidak punya kesibukan lain? Harusnya kamu cari cara bagaimana mengeluarkan Andre dari penjara, aku saja sampai lembur beberapa hari ini bekerja keras untuk dia,” Ujar Iyos.
“Pi, mana jam tanganmu?”
“Ada di rumah, ngapain tanya-tanya itu”
‘ Di rumah … lalu yang di pegang Winda punya siapa?’ Wanita itu berpikir keras, ia mencoba menyelidiki dan mencari petunjuk di ruangan itu tetapi tidak ada.
Karena tidak menemukan apa-apa wanita, itu pulang ke rumah, saat istrinya keluar Iyos panik kenapa istrinya tanya tentang jam yang ia berikan pada Winda. Ia menelepon Winda.
“Winda kamu di mana?”
“Pi … aku lagi sakit hati, tadi aku bertemu Andre tapi aku diusir dan dimaki-maki,”ujar Winda ia kembali berakting.
__ADS_1
“Tenanglah, kamu tetap di hotel nanti aku akan minta orang untuk bantu kamu pindahin koper”
“Tapi mami mengancam akan menghabisiku dia bilang akan menyuruh orang untuk melenyapkan ku, aku takut, aku butuh papi menemaniku di sini,” ujar Winda.
“Baiklah, aku akan datang ke sana jangan kemana-mana, hari ini mami mu akan pulang dari Surabaya, ingat jangan sampai dia tahu”
“Papi cepat datang ke sini aku takut”
“Baiklah, aku akan datang.” Iyos keluar dari mobilnya dan datang ke hotel.
Sementara Winda sudah menyembunyikan kamera di berbagai sudut ruangan, ia tahu kalau ayah mertuanya akan datang lagi padanya, kalau sudah mencicip sesuatu yang enak, tidak mungkin ia akan menolak, pasti akan ingin mengulanginya lagi. Terlihat dari Iyos sebelum ia keluar dari ruangannya ia memastikan penampilannya di pantulan kaca, lalu menyemprotkan parfum di tubuhnya setelah rapi dan wangi barulah ia keluar dan berkendara menuju hotel.
Winda punya rencana besar untuk hari itu dan ia sudah siap dengan segala resikonya, setelah tiba di dalam kamar Winda berlari ke pelukan suaminya lalu ia menekan sesuatu di bawah sofa seperti sebuah kode.
“Pi aku sangat takut di sini sendirian, aku takut mami datang, soalnya dari aku pulang menjenguk Andre dari penjara aku merasa ada seseorang mengikuti” Winda semakin memeluk tubuh ayah mertuanya
“Tidak apa -apa semua akan baik-baik saja,” ujar Iyos, ia menuntun tubuh Winda duduk di sisi ranjang.
Melihat tubuh Winda seksi, Iyos menelan air liurnya .
‘Kalau sudah terkena air, basah-basah sekalian, melakukan sekali dan dua kali intinya tetap sama’ lelaki itu membatin licik.
Kalau malam sebelumnya Winda yang lebih dominan, kali ini justru lelaki itu yang melakukannya duluan, ia menuntun Winda untuk rebahan di ranjang dan rasa panas sudah menjalar di seluruh tubuh, ia melepaskan pakaian bagian atas dan Winda membantu membuka celana bapak mertuanya, ia ingin lelaki itu benar-benar tidak pakai baju agar rencana semakin nyata.
Saat ingin menggempur tiba- tiba pintu terbuka dan istrinya berdiri dengan mata melotot.
“Papi ….! Apa yang kalian lakukan!” Wanita kaget setengah mati, karena wanita yang dibawah tubuh suaminya tersebut menantu mereka.
Ia mengambil Vas bunga ingin memukul Winda tapi Iyos menahannya, tidak lama kemudian Rosa juga berdiri di depan pintu kamar hotel, wajah tidak kalah kaget.
“Winda!?”
“Ro-Rosa, ini sebenarnya.” Iyos sangat takut melihat Rosa datang, ia lebih takut sama Rosa ke timbang istrinya, karena Rosa pion untuk iyos.
Winda pura-pura ketakutan, ia bersembunyi di balik tubuh ayah mertuanya, lalu ia tertawa licik, semua itu ulah Winda,ia ingin memberi mereka semua pelajaran dengan mengorbankan dirinya sendi.
Iyos tertangkap basah saat napsu sudah di ubun-ubun.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa like dan vote kasih 💐 dan ☕ juga ya, agar viewer naik. Terimakasih