
Sebuah Kebenaran.
Dalam ruangan gelap itu , terlihat seorang pria berkulit putih di ikat dalam dalam kursi dengan mulut di lakban dan tangan di ikat ke belakang.
Tidak lama kemudian Sudung datang dengan dua orang pria, lelaki paruh baya itu menatap Andre dengan tatapan dingin penuh makna, ia melihat lelaki itu dari bawah sampai ke atas kepala, sementara preman yang diminta menangkap Andre sudah siap sedia menerima perintah.
“Perintahkan kami untuk menghabisi pria ini, Pak.”
“Tunggu, saya berpikir dulu apa yang seharusnya aku lakukan pada lelaki ini.” Sudung menarik lakban dari mulut Andre.
“Om, lepaskan aku!”
“Andre kenapa kamu jadi pengecut seperti ini, dulu kamu anak lelaki yang kuat, pekerja keras. Aku kasihan sama kamu, tadinya aku ingin meminta mereka langsung melenyapkan mu tanpa jejak, karena kemarahanku atas apa yang kamu lakukan pada Vani kemarin. Kalau saja kemarin terjadi hal buruk pada Vani, aku akan memisahkan leher dan badanmu. Tapi melihat tangisan Susan tadi, hatiku sedih, aku tidak tega melihatnya.”
“Ini tidak ada hubungan dengan mami Om, ini antara aku dan anakku.”
“Apa kamu tahu apa yang dikatakan mami kamu tadi … ini dengarkan.” Sudung menunjukkan rekaman suara Susan saat menangis, karena sedih sebab dirinya, wanita itu juga mengaku sakit keras pada Sudung dan ia ingin melihat anaknya berumhtangga sebelum ia mati. Karena hal itulah Sudung menahan amarahnya dan memilih bicara dengan Andre, ia ingin tahu apa motif Andre mengusik rumah tangga Vani dan Bonar.
“Mami tidak salah jangan bawa-bawa dia,” ujar Andre dengan wajah memerah, ia berpikir kalau Sudung mengancamnya menggunakan maminya.
“Jangan salah paham Andre, aku tidak sejahat papimu, dengan mudahnya membunuh istriku, aku tidak suka menyakiti hati orang lain apalagi wanita, tadi aku datang ke kantor polisi untuk bertemu papimu, aku hanya ingin melihat keadaanya. Aku sedih melihatnya kurus tidak berdaya seperti itu. Tapi, aku belum bisa memaafkannya atas apa yang di lakukan pada mamanya Vani.
Tapi aku tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan juga. Tadi mamimu juga datang ke sana menemui mantan suaminya, apa kamu tau … ibumu wanita yang sangat baik, saat dia datang menemui mantan suaminya dia membawa makanan kesukaan lelaki jahat itu, sekalipun dia sudah di sakiti berkali-kali. Dia memohon pada papimu untuk melepaskan mu, dia ingin kamu menikah dan memiliki rumah tangga yang bahagia.”
“Aku hanya ingi memperjuangkan anakku Om, Jonas anakku.”
“Andre, aku tidak ingin kamu sakit hati ataupun tersakiti, kamu hanya korban dari ambisi ayahmu. Aku tahu, kamu orang yang baik, carilah kebahagiaanmu sendiri, Jonas sudah remaja, dia sudah mengerti kebenaran, dia juga tahu siapa keluarganya.”
“Kenapa harus Bonar? aku dan Vani yang seharusnya yang jadi pasangan, bukan lelaki gembel itu.”
“Vani yang memilihnya, kita tidak bisa memaksakan cinta pada orang lain.”
“Baiklah, biarkan mereka bersatu tapi berikan anakku untukku.”
Sudung tadinya ingin meminta para preman itu untuk menghajar Andre sampai mati, lalu membuang mayatnya jauh tanpa jejak, agar lelaki itu tidak lagi mengusik rumah tangga anaknya, tetapi saat bicara berdua, ia bisa melihat kalau Andre memang benar- benar terluka dan dia kesepian dan ia tidak tahu tentang kebenarannya.
“Apa kamu benar-benar tidak tahu apa-apa?” tanya Sudung menatap Andre dengan iba.
__ADS_1
“Tahu apa, Om?”
“Jonas bukan anak kamu.”
“A- a-apa?” Bonar terbata-bata.
“Dia anak Bonar.”
“Ta-tapi bagaimana mungkin, malam itu a-aku yang melakukannya dengan Vani,” ujar Andre dengan wajah memerah.
“Apa Winda tidak mengatakan apa-apa sama kamu saat dia mengunjungimu di penjara?”
“Dia tidak mengatakan apa-apa.”
“Winda yang mengatur semuanya, wanita yang kamu ajak tiduri malam itu bukan Vani melainkan Winda sendiri, Ia membuat Bonar dan Vani mabuk dan memasukkan obat perangsang ke dalam minuman keduanya.
Wajah Andre benar- benar pucat, ia baru ingat kalau malam itu ada Bonar juga di sana, saat itu Bonar masih bekerja sebagai supir pribadi Vani, malam itu Winda sengaja mengajaknya ikut ke bar manipulasi semuanya, seolah-olah Vani yang mengajaknya ke Bar karena itulah Bonar mau ikut, lalu Vani meminta seseorang, memasukkan obat perangsang ke minuman Bonar, setelah mabuk berat, lalu mereka memasukkan Vani juga ke kamar tersebut yang sudah disiapkan sebelumnya.
Saat pagi Bonar terbangun, ia melihat seorang wanita tidur telungkup dan ada noda merah di seprai, ia panik , ia berpikir telah melakukan kesalahan, ia melarikan diri dari sana, Bonar juga tidak tahu tidur dengan siapa sampai saat itu, bahkan ia selalu datang ke bar yang sama berharap ada ia menemukan petunjuk, tetapi ia tidak menemukan wanita yang ia tiduri.
Pak Sudung mengeluarkan surat hasil Tes DNA dari dalam dompet, saat membaca Andre terlihat sangat kecewa sekaligus merasa sangat malu pada Sudung.
Akhirnya ia sadar, selama ini Rosa hanya memanfaatkannya untuk mengusik keluarga Vani, wanita itulah yang terus mengusiknya dengan memasukkan hasil tes DNA.
“Apa Bonar juga tidak tahu kebenarannya?”
“Tidak.”
“Lalu bagaimana om tahu semua ini? Kapan?”
“Sebenarnya aku belakangan ini baru ingat, kalau pagi itu aku melihat Bonar pulang ke rumah dengan pakaian yang berantakan, aku juga curiga sepuluh tahun yang lalu, Bonar selalu datang ke Bar mencari wanita yang tidur bersamanya malam itu, lalu beberapa hari yang lalu orang suruhan ku akhirnya menemukan Winda, dia akhirnya menceritakan semua kebenarannya setelah aku mengancamnya.
Awalnya aku tidak percaya begitu saja, hingga akhirnya aku memeriksa hasil DNA dan hasilnya itu, dia anak Bonar dan Vani, lagian apa kamu tidak lihat mereka berdua sangat mirip?”
“Ya, dia genius, Bonar anak yang sangat pintar dan Vani juga, dia bibit unggul,” ujar Andre dengan wajah yang amat sangat kecewa.
“Tadinya aku pikir kamu sudah diberitahu Winda dan kamu melakukan ini, hanya untuk mengusik keluarga Vani.”
__ADS_1
“Kalau aku tahu dia bukan anakku aku juga tidak akan buang-buang waktu selama ini Om, Winda mempermainkan hidupku, kedua wanita gila itu akan mendapat pembalasanku,” ucap Andre dengan marah.
“Jangan kotori tanganmu dengan hal seperti itu, ada tugas yang lebih penting yang perlu kamu lakukan, agar kamu jangan menyesal.”
“Apa Om.” wajah Andre menatap dengan serius.
“Mamimu sakit keras dia terkena kangker rahim stadium empat, waktunya tidak banyak lagi bahagian dia sebelum kamu menyesal”
Andre benar- benar terpukul dengan mendengar semua kebenaran, ternyata anak yang selama ini ia pikir anaknya, ternyata bukan darah dagingnya, ia melakukan hal yang sia-sia selama ini, membuang waktu berharga dalam hidupnya, ia sangat marah pada Rosa, Winda serta ayahnya.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: bnbbBetaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TAMAT)
-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (TAMAT)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1