
*
Sudung tidak ingin kehidupan anaknya jadi permainan orang lain lagi seperti yang ia rasakan dulu, setelah menjemput Jonas pulang dari sekolah, Pak Sudung pergi lagi dengan supir, ia menuju kantor polisi menelepon seseorang petinggi polisi temannya di sana, walau jam besuk sudah berakhir Pak Sudung masih bisa bertemu.
“Apa kabar?” sapa Pak Sudung saat ia bertemu Iyos.
“Sudung,! apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Iyos dengan wajah datar, kini lelaki itu kurus, wajahnya terlihat semakin menua.
“Aku hanya ingin melihat keadaanmu.”
“Kenapa? Apa kamu ingin memastikan kalau aku masih hidup apa sudah mati?”
“Ya, saya berpikir lebih baik seperti itu.”
“Saya tidak mati semudah itu Sudung, jadi jangan terlalu senang, aku akan sehat terus.”
“Aku tidak berpikir tentang kamu Iyos, tapi aku bicara dengan Andre, kalau dia masih mengusik kehidupan Vani, aku akan memotong kedua tangannya, sebelum aku melakukan itu, aku memberi waktu untuk kamu menasihatinya, kalau kamu tidak mampu juga, jangan salahkan aku, dulu kalian mempermainkan hidup ku, tapi tidak untuk anak-anakku kali ini.”
“Kita sahabat, tidak bisa kah kamu memaafkan dan bebaskan aku dari sini,? mari kita mulai lagi dari nol, aku akan memperbaiki kesalahanku, walau aku dipenjara seumur hidup, Luna tidak akan bisa hidup lagi.”
“Jangan menyebut nama istriku dengan mulut kotormu, setelah apa yang kamu lakukan padanya, apa kamu masih bisa bicara seperti itu?”
“Ya, aku tahu saku salah, semua itu tidak terjadi kalau bukan Rosa yang mendesak ku, dialah yang seharusnya di penjara, semua ide kecurangan itu dia yang melakukannya,” ucap lelaki yang tidak tahu diri tersebut. Padahal. Rosa sudah melakukan semuanya untuknya, tetapi tetap aja ia di jadikan kambing hitam.
“Aku tidak akan menghukum mu, itu bukan tugasku, itu tugas Tuhan, karena dosa yang kamu lakukan itu sudah sangat besar. Apa kamu sadar kalau kamu manusia yang paling menjijikan,? tidur dengan menantu sendiri dan kamu juga meniduri besan kamu juga. Dimana otakmu,? tapi sudahlah itu bukan urusanku,” ucap Sudung.
“Karena itu, maafkan aku dan berikan aku kesempatan untuk bebas.”
‘Enak saja minta dibebaskan, justru aku ingin kamu membusuk selamanya di penjara’ ucap pak Sudung dalam hati.
“Kamu di penjara saja, hidup saya masih tetap kamu susah, entah apa yang kamu katakan sama Andre hingga dia berani seperti itu, apa lagi kamu bebas, jadi, penjara cocok jadi tempatmu, aku berharap kamu selamanya di sini.”
“Apa kamu menyumpahi aku untuk mati di sini,? umurku lebih panjang dari kamu!” teriak Iyos marah, ia sangat marah saat Sudung tidak menghiraukannya.
__ADS_1
“Umur tidaklah masalah bagiku, aku bisa melihat anak- anakku bahagia dan cucuku sehat, apa kamu tahu? sebentar lagi cucu akan lahir. Vani lagi hamil,” ujar pak Sudung pamer kehamilan putrinya, “beruntung dia tidak jadi menikah dengan Andre di masa lalu, mungkin kalau mereka menikah, tidak terbayang bagaiman kecewanya Vani kalau ia tahu kalau kamu orang yang menyebabkan kepergian mamanya.
“Aku berharap kamu mati lebih awal,” celetuk Iyos, ia menyumpahi Sudung, ia tidak terima saat Vani dan Bonar lebih bahagia dari Andre.
“Kami akan berjuang untuk mendapatkan Jonas, dia anak Andre.”
“Kalian akan mempermalukan diri sendiri jika melakukan itu . Iyos, Iyos mendingan kamu suruh Andre cari istri lagi agar bisa memiliki anak, aku bahagia sekali setelah punya cucu. Kamu apa yang kamu kumpulkan selama ini?” ucap Sudung tertawa kecil, sembari menggeleng.
Iyos langsung diam, dibandingkan hidup Sudung, ia tidak apa-apanya, aku berharap kamu tetap panjang umur di penjara ini, aku akan sering mengunjungi dan menceritakan kabar bahagia dari anak-anak dan cucuku agar kamu ikut bahagia.”
“Jangan lakukan itu, jangan pernah datang lagi menemui ku.” ujar Iyos, ia berdiri dan meminta polisi penjaga lapas membawanya kembali ke dalam sel.
Sudung diam, ia hanya menatap punggung Iyos yang meninggalkannya.
*
Setelah memberi peringatan pada mantan sahabatnya, ia ingin keluar dari penjara, tidak sengaja bertemu Susan ibu Andre.
“Saya habis bertemu dengan Iyos,,” jawab Sudung.
“Oh hal yang perlu Pak?’
“Saya pikir kalian bukan pasangan suami istri lagi, jadi aku tidak harus melaporkan sama kamu, permisi saya ingin ulang”
“Tunggu, apa kamu punya waktu, aku ingin bicara.”
Mereka berdua duduk di sebuah cafe tidak jauh dari kantor polisi.
“Aku minta maaf jika banyak kesalahan di masa lalu, aku sudah bilang sama Andre untuk melupakan masa lalu dan memulai hidup yang baru.”
“Ya, itu juga yang aku harapkan dari Andre, sayangnya kemarin dia hampir saja mencelakai Vani.” Sudung menceritakan semuanya pada Susan.
Ternyata wanita itu juga datang ke kantor polisi untuk bicara dengan Iyos, agar ia menasihati Andre untuk memikirkan masa depannya, meminta Iyos untuk meracuni pikiran Andre.
__ADS_1
“Aku tidak ingin dia menemui papinya di kantor polisi,” ujar Susan, “aku ingin dia mendapatkan wanita yang lebih baik untuk teman hidup.”
Tadinya Sudung membenci wanita itu,, karena dulu, Susan ikut mendukung menuntut hak asuh Jonas dan menuntut untuk tes DNA, tetapi sekarang wanita itu sudah sadar setelah berpisah dari Iyos, ia hanya ingin anaknya menikah dan memiliki anak.
“Andai waktu bisa di putar sebelum Rosa datang ke dalam kehidupan kita, wanita itulah biang dari masalah. Dulu keluarga kita keluarga yang kompak, dan aku dan Luna sudah sepakat untuk menikahkan Vani dan Andre. Tapi Rosa datang membawa racun , dia gila harta lalu menggoda suami dan mereka bekerja sama, ingin menguasai perusahaan mu. Semua karena wanita jahat itu, seandainya dia tidak datang hidup kita akan tenang,” ucap Susan mengusap air matanya .
Sudung menyodorkan tissue ia hanya diam mendengar Susan bercerita panjang lebar.
“Aku juga berharap Andre melupakan masa lalunya, maaf aku tidak bisa lama- lama.” Sudung berdiri.
“Apa kita boleh bertemu kembali?” tanya Susan dengan wajah memerah.
Sepertinya cinta lama itu datang kembali, di masa lalu Susan jatuh cinta pada Sudung, sayang lelaki itu lebih memilih Luna sahabatnya dan Susan menikah Iyos . Sudung menggaruk kepalanya dengan ragu, ia tidak ingin punya hubungan dengan orang-orang yang pernah menyakitinya.
“Maaf aku tidak bisa,”ucap Sudung, ia berdiri.
“Apa aku membuatmu tidak nyaman Pak?”
“Ya, aku tidak ingin gosip miring, jalani saja hidup mu dan aku jalankan hidupku.”
Saat sedang mengobrol pesan masuk ke ponsel Pak Sudung.
[Kami mendapatkan Andre Pak, kami menahannya di gudang kantor]
[Ikat dia di sana jangan sampai lepas]
[Baik Pak] jawab suruhan Sudung.
Demi menjaga keluarganya dari teror yang di lakukan Andre, Sudung mengambil langkah berani ia, menangkap Andre dan mengikatnya di gudang
Bersambung
Banu like komen dan kasih komen , kasih hadiah juga jika berkenan ya.
__ADS_1