
Berita penggerebekan tempat prostitusi yang berkedok arisan sosialita itu akhirnya menghebohkan jagat maya, bagaimana tidak wanita-wanita yang terlibat di dalamnya para istri pejabat dan wanita-wanita kaya. Tetapi mereka melakukan hal yang melakukan hal yang memalukan
Sayang wanita pemilik tempat tersebut kembali bisa lolos. Polisi tidak mengekspos wajah-wajah para wanita itu dengan alasan klasik menjaga perasaan keluarga para pelaku tidak di tunjukkan ke permukaan.
Vani sampai beberapa kali menarik napas panjang menahan amarah.
“Keputusan di tangan Lu Van, kalau mau mengungkapkan siapa wanita itu sama bokap lu … lu harus tunjukkan rekaman itu. Tapi ingat resikonya ada pasti,” ujar William.
“Menurut aku sih gak usah Kak, bagaimana kalau wanita jahat itu mencari kita,” ujar Intan, ia takut karena wanita pemilik Villa itu berhasil melarikan diri.
“Kita sudah hampir mati di sana demi penyihir itu, gue tidak akan membiarkannya lolos, pinjamkan laptop mu Wil”
Vani mepretek kedua kepalan tangannya dan siap bekerja, sama seperti putranya hacker genius Vani juga menghebohkan publik, ia meretas data kepolisian yang melakukan pengerebekan hari itu, lalu ia mengambil rekaman penggerebekan dan data-data orang tyang tertangkap, lalu Vani memosting rekamanan penangkapan dan di gabung dengan acara lelang di mana Rosa membayar seratus juta untuk satu Brondong bahkan melakukan adegan vulgar di depan orang banyak.
“Will, jika gue posting ini teman lu akan ikut terseret, tapi tenang saat ada dia wajahnya sengaja gue blur”
“Tidak apa-apa.” William sangat mendukung Vani.
Vani mengobrak-abrik data polisi dan mengirim semuanya ke media dan menyebarkannya ke berbagai situs dengan cara serentak, polisi sampai dibuat kelimpungan karena bocornya data-data penting mereka dan tidak bisa mengusut si penyebar karena media besar ikut memberitakan penggerebekan malam itu.
Di tempat Lain.
Rosa pulang ke rumah setelah di lepaskan polisi, ia bersikap tenang, seolah - olah tidak terjadi apa-apa, dan tidak tahu kalau seluruh indonesia sudah menonton saat ia di grebek sama polisi di kamar Villa.
Sudung sudah melihatnya semua apa yang di lakukan Rosa, tetapi anehnya ia hanya diam membiarkan wanita itu begitu saja, seolah-olah tidak dianggap.
“Rosa baru juga masuk ke kamarnya.” Winda telepon
“Halo”
“Mami sudah gila ya …!?”
“Ada apa?”
“Mami nyalain Tv kalau buka ponselmu, mami memalukan”
__ADS_1
“Apaan sih.” Wanita berambut pirang itu menyalahkan ponselnya ada banyak pesan masuk, salah satunya dari lelaki yang punya hubungan dengannya;
[Wih … lu jadi artis sekarang, mainnya sama brondong sekarang ya] pesan dari Iyos ayah Andre.
“Dari mana dia tau,” mulai panik
Ia membuka berita di ponsel benar saja berita ‘lelang Brondong trending topik di sosial media bahkan samai Viral yang paling sialnya gambar utama dalam rekaman itu , dirinya yang sedang kising hot dengan lelaki muda yang hanya mengenakan kain segitiga lalu di gambar selanjutnya ia sedang mengangkat papan untuk penawaran harga lelang.
“Gila … kok bisa hanya gambarku saja yang kelihatan”
Ia menelepon teman arisannya dan mulai saling menuduh, bahkan ada yang mengancam akan membongkar semua kegiatan ilegal mereka selama ini, wanita-wanita itu saling menuduh di group Rosa tidak bisa berkata-kata lagi . Ia malu karena hampir semua berita menyiarkan kejadian hari itu.
“Siapa yang melakukan itu, tapi kenapa hanya aku, Apa dia sudah tau . Apa daddy Vani sudah tau semua ini …?”
Rosa merapikan penampilannya dan ia berjalan buru-buru ke kamar suaminya, sebelum mengetuk pintu kamar, ia beberapa kali menarik napas dan buang dari hidung melakukannya beberapa kali lalu …
Tok …Tok …
“Masuk!” sahut Sudung dari dalam kamar, lelaki itu duduk di sisi ranjang sedang baca buku.
“Sudah tadi”
Suasananya kembali hening dan wanita itu kembali bertanya, “ tadi aku dari rumah teman,” ujarnya dengan suara pelan.
Ia memberitahukannya sendiri padahal Sudung tidak bertanya dia dari mana bahkan tidak perduli ia mau kemana, mau siapa dan pulan jam berapa.
“Oh baiklah,” jawabnya lagi lalu ia kembali menatap serius ke arah buku.
“Ada papi ingin bertanya padaku?”
Sudung melepaskan kaca mata baca yang ia gunakan lalu, lalu menatap wanita itu dengan serius, “aku tidak ingin bertanya apa-apa, tapi kalau kamu ingin bicara aku mendengar”
“Apa kamu sudah melihat berita tentang aku?”
“Sudah,” jawab sudung datar.
__ADS_1
“Lalu kamu tidak marah?”
“Untuk apa marah?”
“Karena aku istrimu”
“Kalau kamu merasa kamu istriku tidak akan melakukan hal itu”
“Kamu tidak tahu kenapa aku melakukan itu … itu karena papi tidak pernah menganggap ku istri , tidak pernah memberiku nafkah batin, itu alasanku mencari pria lain diluar sana! Dari kita menikah kamu tidak pernah sekalipun menyentuhku”
“Kenapa itu harus penting …?”
“Penting ! Karena aku juga seorang wanita yang butuh nafkah batin,” ujar Rosa dengan suara meninggi, dia yang salah dia juga yang teriak-teriak menyalahkan orang lain Sudung sangat tenang menanggapinya.
“Aku tidak sudi melakukannya dengan wanita bekas pakai teman saya, itu terlalu menjijikkan untuk saya. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu sama Iyos bermain di belakangku, dari awal aku sudah tahu Rosa. Apa kamu pikir kamu seorang ibu? Ibu mana yang mau berselingkuh dengan mertua anaknya sendiri,” ujar Sudung.
“ Ka-kamu sudah tau? Sejak kapan?” Tanya Rosa panik, selama ini ia berpikir kalau Sudung tidak tahu dan bisa di bodoh-bodohi.
Iyos dan Sudung awalnya teman baik dari mereka muda, tetapi justru lelaki itu yang ingin menghancurkan hidupnya. Uang tidak mengenal saudara, teman.
“Aku sudah mengetahuinya, bahkan sebelum kamu mengancamku untuk menikahimu,” ujar Sudung.
Apa yang dikatakan Bonar benar, Sudung diam bukan berarti bodoh dan tidak tahu apa-apa, tetapi ia diam untuk menjaga semuanya agar tetap tenang agar orang -orang dicintainya tetap selamat.
“Semua itu tidak akan terjadi, kalau saja kamu tidak melimpahkan semua hartamu pada Vani”
“Harta apa, tidak ada harta yang aku berikan untuk dia, tidak ada yang tersisa, Oh .. aku mau bilang, aku tidak bisa membayar tagihan kartu kreditmu untuk biaya perawatan dan berfoya-foya kamu selama ini. Jadi, bank menyita rumah ini. Rumah ini bukan milik kita lagi, tapi, mereka kasih beberapa bulan lagi waktu untuk mengosongkannya, mungkin kita bisa cari kontrakan atau kos-kosan untuk kita berdua. Makanya asisten rumah kita, sudah aku sudah suruh pulang dan supir juga. Aku gak sanggup lagi untuk bayar mereka”
“Apa … maksudnya, papi bangkrut?”
“Ya,
Rosa langsung menggila saat mendengar kalau suaminya bangkrut. Sudung punya cara sendiri untuk menyingkirkan wanita jahat itu Tanpa harus mengotori tangannya dengan kejahatan.
Bersambung
__ADS_1
Bantu like vote ya Kakak cantik kasih 💐 dan ☕ juga jika berkenan agar Karya ini tetap berlanjut sampai Tamat. Terimakasih