
Bonar, Vani , Jonas masih di rumah sakit, bersiap hendak pulang, tidak lama kemudian pintu kamar terbuka Jonathan datang bersama Beny.
“Apa kalian ingin pulang?”
“Ya pak, mama di rumah sangat khawatir,” jawab Bonar, lelaki bertubuh tinggi itu menarik napas panjang beberapa kali, saat melihat kertas di yang dipegang.
‘ Apa mereka sudah menemukan pelakunya?’ Bonar menatap vani, ia takut apa yang di lihat itu benar, saat melihat kaca spion sebelum kejadian, sempat melihat samar-samar pelakunya, wanita yang mirip winda.
Beny mengajak mereka keluar dari kamar agar Jonas tidak mendengar pembicaraan mereka.
“Jadi, kami sudah mendapatkan plat mobil yang ingin menabrak Pak Bonar”
Beny menyodorkan gambar belakang mobil pada Beny dan foto samar-samar pengendara mobil tersebut, kedua alis Bonar menyengit .
“Apa lae mengenalnya?”Tanya Jonathan
Bonar menatap Vani, melihat ekspresi Bonar Vani penasaran, mengambil gambar itu dari tangan sang suami, ekspresinya tidak kalah kaget dari Bonar.
“Ini kan mobil Winda, apa dia yang melakukannya?”
“Kecilkan suaramu Van, nanti Jon dengar ,” bisik Bonar.
“Ya, wanita itu yang melakukannya, kami melihat cctv dari rumahmu hari itu, awalnya dia mengikuti suaminya sampai ke sekolah”
“Sekolah?” Vani bertambah bingung.
“Van, tadi sebenarnya Andre datang ke sekolah, tapi aku mengabaikannya, tidak mau Jonas melihat keributan.
“Kurang ajar tapi. Kenapa tidak bilang!
“Tadinya aku ingin bilang saat di rumah, saat itu kan ada Jon di mobil”
Vani terdiam, semuanya akhirnya jelas, orang yang ingin mencelakai anaknya adalah Winda, tidak ingin suaminya kembali pada Vani, akhirnya ia melakukan tindakan nekat, Jika hati tersakiti rencana jahat pun bisa terjadi, seperti yang di lakukan Winda.
‘Aku akan menghajarmu wanita sialan’ ucap Vani dalam hati, ia sangat marah, walau ia diam di depan mereka semua, tetapi tangannya beberapa kali di kepal kuat menahan kemarahan, dan Bonar menyadari Vani sudah diambang batas kemarahan.
“Wanita kurang itu yang melakukannya,” ucap Jonathan ikut terbawa emosi.
“Kami juga sudah menangkap kedua orang yang melukai Pak Bonar malam itu, jadi pengakuan mereka berdua Winda membayar mereka awalnya untuk meneror keluargamu,” ujar Beny, Vani semakin ingin meledak mendengar itu.
“Ito, bawa mobil gak?” tanya Vani menatap Jonathan.
“Bawa buat apa?”
“Tolong antarkan Jonas sama Bang Bonar ya “
“Eh … kamu mau kemana?” Mereka bertiga panik.
“Aku ada keperluan sebentar tentang pekerjaan.” Vani menyambar tas, tapi Bonar mengejar.
__ADS_1
“Van, apa yang ingin kamu lakukan?” Bonar menahan tangan Vani, ia tahu kalau wania cantik itu akan melakukan sesuatu.
“Gak, aku hanya ada kerjaan sebentar, aku mau bertemu William sebentar, Abang pulang sama Jonas ya”
“Kamu yakin?”
“Ya,” jawab Vani tenang, tetapi dalam hati sudah ada api yang mendidih.
“Baiklah, tolong jangan bertindak nekat ya, biarkan polisi melakukan tugasnya”
“Ya”
Vani pergi, Bonar melihatnya dengan gelisah, ia punya firasat buruk untuk hal itu, “aku tau kamu marah, tapi, jangan melakukan hal buruk Vani,” ucap bonar menggaruk kepalanya dengan kasar, ia kembali ke dalam ruangan.
“Kenapa, Vani mau kemana?” Tanya Jonathan menatap wajah Bonar yang gelisah.
“Dia ada urusan, tolong antar pulang kami lae”
Bonar dan Jonas pulang dari rumah sakit, saat Jonathan dan Beny duduk di depan setir, Bonar duduk gelisah di belakang, ia sibuk mengetik sesuatu di ponsel.
[Vani … jangan melakukan tindakan nekat, jangan menemui Winda, dia wanita yang nekat, apalagi urusannya sama Andre] isi pesan Bonar sama Vani.
Vani membaca, tetapi tidak membalas, melihat pesannya hanya di baca Bonar semakin yakin kalau Vani akan menemui Winda.
[Baiklah, kalau kamu ingin menemuinya kita pergi bersama-sama] Bonar mengirim pesan kedua. Kali ini hanya contreng satu, Vani tidak membacanya lagi.
“Bapak kenapa?” Tanya Jonas .
“Hmm”
“Sini tidur,” menepuk pangkuannya, meminta anak tampan itu untuk merebahkan tubuh di pangkuan Bonar.
“Apa semua baik-baik saja?” Tanya Beny, ia bisa tau kalau Bonar menyembunyikan sesuatu.
“Sepertinya Vani pulang ke rumah orang tuanya”
“Apa kamu yakin?”
“Ya”
Tidak ingin terjadi hal yang buruk pada Vani mereka menuju rumah Sudung.
*
Sementara di tempat lain.
Vani ke rumah orang tuanya, saat itu suasana di rumah Sudung lagi ada tamu. Andre kebetulan sekali lagi datang ke rumah Sudung, Rosa meminta merek datang untuk memperbaiki hubungan winda dan Andre . Saat sedang duduk, tiba-tiba Vani datang, ia berdiri dengan mata tajam menatap Winda.
“Vani?” Andre terkejut.
__ADS_1
“Nak Vani ada apa?” Rosa berdiri.
“KAMU YA BERANI KAMU MELUKAI ANAKKU!” !!
Vani dengan bringas menyeruduk masuk, lalu menarik rambut Winda menyeret sampai keluar.
‘Eee …!” semua orang dalam rumah berteriak histeris.
Pak … Pak …! Vani menampar bolak - balik
Anehnya semua orang bagai terhipnotis atas kemarahan Vani, kemarahan seorang ibu.
Benar kata orang , selemah-lemahnya wanita , ia bisa berubah jadi singa betina kalau sudah menyangkut anak.
“Beraninya kamu melukai anakku! Kamu tahu bagaimana perjuanganku membesarkannya! HA …! .”
Vani seperti orang gila, ia memukul dan menendang tubuh Winda.
“Lepaskan dia, apa yang kamu lakukan.” Rosa datang mendorong tubuh Vani. Tiba-tiba Vani menatap tajam kearah ibu tirinya.
“Kamu juga, kamu juga iblis sama seperti anakmu.” Ia melepaskan rambut Winda, lalu mendorong ibu tirinya sampai terjatuh ke rumput di halaman depan, Vani mengambil batu besar pembatas taman, ingin menghajar ibu tirinya dengan batu tersebut.
“Aaa …!” Rosa mengarahkan tangannya menghalangi kepalanya
“Jangan Vani” Teriak Sudung.
Semua orang berteriak panik melihat Vani mengangkat batu, ingin menimpuk kepala Rosa.
Beruntung mobil Jonathan tiba tepat waktu, Bonar berlari dan memeluk Vani dengan erat.
“Jangan lakukan itu, jangan lakukan itu sayang … aku mohon, kami tidak mau kamu masuk penjara,” bisik Bonar memeluk erat tubuh Vani.
“Aku ingin membunuh wanita gila ini, gara-gara kedua iblis betina ini keluarga kami hancur!” Vani berontak
“Vani, kalau kamu masuk penjara bagaimana dengan Jonas, bagaimana dengan mama, kakak Nur. Mereka semua akan sedih, mama nanti akan sakit,” ujar Bonar menahan tubuh istrinya dengan sekuat tenaga.
Mendengar nama anaknya, Nur dan ibu mertuanya, Vani akhirnya tenang, mereka orang-orang yang paling berharga dalam hidupnya.
“Mama!” Panggil Jonas, ia berdiri dengan Jonathan
Vani akhirnya menjatuhkan batu ditangannya, ia memeluk Jonas dengan erat, “ maafkan mama sayang,” ucapnya memeluk Jonas.
Rosa selamat. Namun wajah Winda babak beluk, bibirnya pecah dan berdarah karena ditonjok Vani beberapa kali.
“Aku akan melaporkanmu ke polisi,” teriak Winda, ia berdiri dengan wajah berantakan.
“Sepertinya kamu yang akan diseret ke penjara Bu Winda, kamu mencoba mencelakai anak saya,” ujar Bonar.
“Kamu ingin mencelakai Jonas! Kurang ajar sekali kamu!” Andre juga menampar istrinya.
__ADS_1
“Ayo kita pergi dari sini, aku jijik melihat mereka semua,” ujar Vani menarik tangan Bonar dan membawa Jonas ke dalam mobil, Beny tidak melihat apa yang terjadi karena ia menunggu mobil di luar.
Bersambung ..