Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Berkompetisi


__ADS_3

Bonar akhirnya tidak bisa berkutik saat Vani memberinya peringatan,  ia meminta maaf  dan mengakui kesalahannya.


Hari sebelumnya Bonar  bertemu seorang wanita di salah satu cafe, dan  kebetulan ia dan William  sedang bertemu klien di sana.


“Sebenarnya aku sudah menunggu abang untuk bicara, tapi kamu tidak mau terus terang.”


“Baiklah, aku memang menemuinya.”


“Bagiku tidak masalah Bang kamu menemui wanita manapun, tapi jangan  sampai daddy dan Daren tahu, apa kata mereka kalau tau kamu menemui wanita lain saat mereka membahas pesta adat untuk kita. Jadi, kenapa aku marah …? alasannya itu, abang cobalah berpikir lagi.”


“Aku menemuinya, hanya ingin  mengembalikan barang yang dia minta, hanya itu,” ujar Bonar.


***


Jonas membuktikan dirinya kalau ia anak yang bisa jadi kebanggaan keluarga, Jonas sudah beberapa kali memenangkan kompetisi matematika antar sekolah dasar di seluruh indonesia dan selalu  memenangkan. Adelia, Adelio dan Jonas  selalu bersaing di kelas untuk menjadi juara.


Tetapi kali ini sangat berbeda, Jonas terpilih dalam salah satu program anak-anak genius yang  di siarkan secara langsung oleh salah satu  program stasiun Televisi, Vani awalnya kaget saat Jonas ikut dalam acara tersebut. Namun, guru Jonas menyakinkan kalau  ia bisa ikut sudah mengikuti beberapa tahap seleksi ketat dan sudah beberapa kali ikut tes.


“Percayalah Bu, kami memilih Jonas sebab sudah tahu kemampuan Jonas,  sebagai wali kelasnya dan guru pembinanya aku tahu kemampuannya.”


“Apa Jonas akan  bertanding dengan orang yang umurnya diatasnya?” Tanya Bonar,  ia juga ikut dipanggil ke sekolah sebagai orang tua Jonas.


“Ya Pak, kami sudah melakukan tes dan Jonas  mampu  menyelesaikannya dengan waktu yang sangat cepat.”


“Baiklah, kami akan mengikuti  kegiatan yang di lakukan  Bu guru,” ucap Bonar sopan.


 Menjadi anak kebanggaan untuk Vani, saat  Vani  bekerja, ia mendapat telepon dari kepala sekolahnya,  kalau putranya  menjuarai pertandingan  lagi, kali ini Jonas menjuarai pertandingan matematika antara negara, dan Jonas  mengalahkan peserta dari  berbagai  negara dan final besok.


Sebagai seorang Ibu Vani merasa  bangga sekaligus terharu,  guru Jonas mengundang  keluarga untuk menyaksikan pertandingan anak mereka.


“Mama  bangga sama kamu Nak,” ujar Vani saat mereka  ada di rumah.


“Besok aku ingin Bapak sama Mama datang melihatku, oppung boru juga, bou, tulang, oppung doli. Melihat keluargaku akan membuatku semakin semangat,” ujar Jonas.


“Baiklah Bapak datang besok, kami semua akan datang,  maka itu kamu harus semangat.”


“Hore! Mama sama Bapak ikut, aku jadi  bahagia,” seru Jonas.


Pertandingan  para siswa genius itu disiarkan salah satu televisi swasta dan di tonton Jonathan dan keluarganya , tadinya Adelia ikut di babak semi final, ia dan saudara kembarnya, kali pertandingannya menyita banyak perhatian karena si genius Jonas  bertanding dengan siswa SMP dan SMP bahkan nama Jonas menjadi tranding  Twitter.

__ADS_1


Di rumah Jonathan.


“Apa dia bisa mengalahkan itu?” Tanya Mami Jonathan saat lawan main Jonas siswa yang umurnya di atas.


“Dia anak genius Mi,   guru-guru di sekolahnya bahkan bisa ia kalahkan,” ujar Jonathan, ia dan istrinya  Netta menonton layar televisi berukuran besar itu dengan serius.


Dalam pertandingan uji kecerdasan itu nilai Jonas beda tipis dengan lawan, dalam ruangan pertandingan Bonar sangat tegang menatap Jonas. Anak bocah itu yang bertanding, tapi mereka yang jantungan.


“Apa kamu yakin dia bisa melakukannya?” Tanya Bonar, akhirnya mau bicara sama Vani setelah beberapa hari saling mendiamkan, karena Vani memberinya  ultimatum.


“Dia pasti bisa, kami sering mengerjakan soal itu dulu saat di kampung,” jawab Vani.


“Aku merasa jantungku ingin melompat.” Bonar memegang  kepalan tangan setiap kali lampu hijau menyala di podium Jonas. Sudung dan Daren di kantor ikut menyaksikan siaran langsung pertandingan kecerdasan cucunya.


“Dad … Jonas genius dari gen  daddy apa mommy?”


“Dari didikan mamanya, bukan hanya sekedar karena turunan. Bonar mengatakan padaku, Vani  mendidik Jonas dari kecil, dia wanita yang hebat, persis seperti  mommy,” ujar Sudung, ia sangat bangga dengan  putrinya.


“Daddy saat ulang tahun kakak, mari kita rayakan  mewah,” usul Daren.


“Kakakmu tidak akan setuju Daren, pesta adat saja di tolak, apalagi pesta ulang tahun mewah,” ucap Sudung.


Pemuda tampan itu sangat berbeda dengan Vani, jika Daren tipe orang yang humoris dan suka ke bar, tapi Vani tidak.


Saat mereka sedang mengobrol suara tepuk tangan terdengar  riuh di studio saat bocah SD itu memimpin pertandingan nilainya yang lebih tinggi dari semua peserta.


“Daddy,,  keponakan ku memang anak jenius. Ayo Jonas semangat!” teriak Daren ke arah layar laptop, walau sang keponakan tidak bisa mendengar teriakan semangat dari pamannya. Tetapi Jonas sangat gembira karena di studio ada Bu Lisa , Bonar dan Vani.


Jonas membuat bangga keluarga, akhirnya ia mampu menyabet hadiah pertama dan mendapat hadiah uang tunai, ia mampu mengalahkan semua peserta yang rata-rata  kakak kelasnya.


Saat Mc meminta mewawancarai Jonas.


“Boleh aku panggil bapakku untuk menemaniku?”


“Oh! Apa bapak ada di sini?”


“Ya, ada dia ada sama mama, oppungku juga.”


Semua mata menatap  ke arah mereka, lalu lelaki   berkaca mata selaku pemandu acara  berdiri, “ sini Pak maju ke depan, anaknya ingin ditemani sama bapak saja katanya.”

__ADS_1


Bonar kaget saat Jonas meminta  dirinya yang mendampingi, bukan mamanya,  Vani yang meminta Jonas melakukannya, malam  itu saat di rumah Vani sudah mengingatkan, agar meminta  Jonas memanggil  bapa nya bukan dirinya lagi. Saat tiba di depan Bonar memeluk Jonas dengan perasaan bangga, ia mengusap air  dari sudut matanya, kini, anak yang ia abaikan sepuluh tahun yang lalu mengangkat martabatnya sebagai orang tua.


Kurang nikmat apa lagi hidup Bonar, ia memiliki anak tampan yang genius yang membanggakan keluarga, Bonar juga punya istri yang sangat  cantik, walau tegas tetapi hatinya sangat baik.


Di mewawancarai di depan  banyak orang sebagai  orang tua anak yang berprestasi tentu Bonar sangat bahagia.


“Apa bapa yang mengajari di rumah?”


“Ya, belakangan ini  bapak yang  selalu menemaniku belajar.”


Semua hadirin menatap Bonar dengan takjub, mereka berpikir anaknya bisa genius karena didikan dari Bonar,  mereka tidak tahu di balik suksesnya seorang anak ada seorang ibu yang selalu mendukung dan mendoakan.


Bersambung


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: bnbbBetaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TAMAT)


-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (TAMAT)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2