Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Bertolak Ke Singapura


__ADS_3

Setelah mendapatkan  berkas beharga milik keluarganya, wanita cantik itu akhirnya bisa bernapas legah.


Jika sertifikat perusahaan dan rumah sudah ada di tangan, ia sudah bisa memikirkan cara bagaimana menendang wanita itu dari  hidup Sudung.


Selama ini bapa Vani tidak bisa berbuat apa-apa … Rosa dan Iyos mencuri  berkas itu darinya.


Vani dan Jonas akhirnya terbang ke Singapura untuk menjenguk Sudung yang melakukan pengobatan di sana.


“Nanti jangan bilang sama siapa-siapa kalau kita mendapatkan surat-surat itu ya,” ujar Vani sama Jonas.


“Kenapa Ma? Apa bapak akan marah?”


“Ya takut bapak marah karena mama pergi sendirian ke rumah itu”


“Baiklah, tapi nanti di kasih tau kan Ma?” Bocah laki-laki itu menatap wajah Vani.


‘Ini anak kenapa jadi berpihak sama Bonar  dari pada emaknya sediri’ ucap Vani dalam hati. Lalu ia menjawab dengan santai.


“Nanti kita akan kasih tahu Bapak kok jangan khawatir”


“Ya aku ingin Bapak tau”


“Kenapa jadi penting bapakmu dari pada aku sih’ gumam Vani melirik putranya. Jonas dan Bonar  memiliki hubungan yang sangat baik. Vani tidak pernah menduga kalau Bonar akan menyayangi Jonas seperti itu.


Setelah beberapa jam penerbangan Indonesia- Singapura, akhirnya tiba di kota yang di juluki kota singa tersebut,  dari bandara Vani langsung bertolak ke rumah sakit di mana bapa nya di rawat. Sudung sangat kaget sekaligus bahagia, ia tidak pernah menduga kalau Vani akan berkunjung ke sana dengan Jonas.


Ia sangat bersemangat untuk melakukan pengobatan setelah Vani datang menjenguk.


“Daddy harus sehat keluar dari ruang operasi,  gak boleh mati dulu ada banyak ingin daddy lakukan,” ujar Vani.


“Baiklah sayang Baiklah Nak,” ucap lelaki itu dengan senyuman.


Lalu ia di bawa ke ruang operasi, walau Vani bicara terdengar kasar tetapi lelaki itu sudah paham kalau Vani memang keras.


“Mama, kenapa ngomong seperti itu sama oppung,” tegur Jonas.


“Gak tau  ni  mamamu galak bangat,” ujar Daren.


Anak  muda itu juga ikut datang menemani Sudung ke  Singapura, sementara  Bonar  sibuk mengontrol perusahaan, hanya namanya saja Daren ikut membantu Bonar, sejatinya hanya Bonarlah yang bekerja mati-matian mengurus Lonax


Setelah beberapa hari  melakukan pengobatan, bonar dan Daren, Jonas pulang duluan, sementara Vani tinggal di sana untuk menemani Sudung melakukan pemulihan.


Saat Bonar kembali ke pemulihan, kondisinya semakin membaik, Vani yakin daddy akan semakin pulih dan bisa membantu mengurus perusahaan kembali.

__ADS_1


Ternyata  di sisi lain Andre sudah  keluar dari penjara, Vani melihat  media sosial, ternyata ia membalas Vani dengan menyebarkan gosip kalau Jonas adalah putranya, bagaimana mereka berdua dan Bonar menjaga agar tidak terekspos rupanya Andre benar-benar yang nekat. Ia berniat menghancurkan  keluarga Sudung.


Bonar menelepon Vani, “jangan khawatir tidak apa-apa, aku sudah menyiapkan berkas gugatan cerai pada wanita itu”


“Apa kamu yakin, tapi bagaimana dengan berkas-berkasnya?’


“Sudah aman”


“Ya ampun syukurlah,” ujar Bonar.


Saat Sudung sudah mulai pulih, Vani mengajak Sudung untuk bicara.


“Daddy sudah pulihkan bagaimana kalau  daddy menceraikan wanita itu”


“Tidak semudah itu Nak aku-”


“Aku sudah mendapatkannya?”


“Apa … bagaimana kamu melakukannya?” Sudung terhenyak saat Vani bilang mendapatkannya, padahal ia sudah mencoba banyak cara untuk mencarinya selama puluhan tahun


“Aku akan melakukan terbaik untuk keluarga daddy”


“Baiklah lakukan saja Nak,” ujar sudung dengan wajah bahagia, akhirnya ia bisa  mendapatkan  berkas-berkas berharga miliknya


                    **


Di sisi lain Rosa benar- benar marah pada Winda, karena anaknya  tersebut mencuri brankas  miliknya, dan Winda  menghilang setelah menghabiskan banyak uang ayah mertuanya, dan ternyata kartu debit yang di berikan Iyos padanya milik Rosa,  mengetahui  tagihan kartu debitnya  berjubel, Rosa sangat marah, ia juga   baru tahu kalau Winda mencuri  brankas dari ruangannya.


“Cari Winda sampai ketemu dan bawa dia ke sini,” pintanya pada dua lelaki seluruhnya.


Saat sedang pusing mencari Winda.


“Baik Bu, tapi bagaimana dengan bayaran kami Bu?’


“Kerja belum minta bayaran?” bentak  Rosa kesal pada kedua lelaki bayaran yang ia sewa.


“Dengar Bu pekerjaan pertama bayaran saja belum lunas, kalau kerjaan kedua  belum kamu lunasi,  awas!” gertak lelaki itu dengan  marah.


Rosa sepertinya sudah  biasa  berurusan dengan preman bayaran, tidak ada raut takut terukir di wajahnya, ia malah balik  menggertak.


“Kalau lu seperti ini. Akan gue aduin sama  Johan, kita lihat lu masih  belagu gak,” ujar Rosa.


Lalu kedua lelaki itu terdiam dan  mengangguk setuju.” baiklah katakan di mana posisi anakmu”

__ADS_1


“Ingat jangan sesekali lu menyentuh anak gue, atau  lu akan berurusan sama Johan”


“Baik”


Saat ingin pulang ke apartemen, sebuah panggilan masuk ke ponselnya dari pengacara, memberitahukan kalau  Sudung melayangkan surat cerai padanya, matanya  melotot tidak percaya.


“Apa dia sudah menemukan berkas-berkas penting itu”


Ia menelepon Winda ingin bertanya  di mana ia menyimpan brankas miliknya sayang tidak diangkat.


“Dasar anak tidak berguna! Kamu akan menghancurkan hidup kita bodoh kalau brankas itu sampai jatuh ke tangan Vani!”teriak Rosa dengan panik.


Dengan wajah panik ia menelepon  lelaki bayaran itu lagi, “Cari Winda sampai dapat dan bawa dia ke hadapanku”


“Baik Bu,” jawab seseorang di ujung telepon.


“Kenapa … kenapa lelaki itu menceraikan ku , apa dia sudah mendapatkan berkas-berkas itu. Ah sial, winda akan membuat hidupku susah. Sejak Vani kembali dia mengguncang kehidupanku, ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Rosa panik.


Vani jadi musuh terbesar untuknya saat ini.


Sementara di rumah yang lama, kedua orang suruhan Winda tidak menemukan apa-apa, sebelum Vani keluar hari itu  dari rumahnya ia sudah meminta keamanan komplek perumahan untuk mengawasi rumahnya dan mengabari dirinya kalau ada masalah.


Kedua orang suruhan Rosa berusaha untuk masuk ke dalam rumah, tetapi tidak bisa masuk, di usir sama kemanan setempat, jadi, antara Winda dan  maminya sama-sama pencuri. Rosa mencuri harta dari keluarga Vani sementara anaknya ingin mencuri darinya juga.


Winda sengaja menghindari Rosa ibunya, karena ia pikir wanita itu masih marah kerena perselingkuhannya dengan ayah mertuanya, tetapi ia tidak tahu ada hal yang lebih penting dari hal tersebut, Rosa tidak ingin kehilangan harta  dari suaminya.


Saat ia ingin berjuang mendapatkan harta dari Sudung, maka Vani  berkerja keras ingin menendang wanita itu dari kehidupan keluarga.


“Saya tidak ingin proses perceraian itu lama Bu Kris,” ujar Vani di dalam telepon, ia menekan pengacaranya.


“Baik, saya akan usahakan,” ujar Kristi pengacara Vani.


“Berikan uang  padanya bila perlu … yang penting wanita itu menghilang dari keluarga selamanya”


“Baik Bu,” jawabnya lagi.


Sudung menatap putrinya dengan diam saat ia  menekan Kristi,


‘Dia persis seperti mamanya tegas dan pintar … terimakasih Nak, karena kamu sudah kembali’ ucapnya dalam hati, ia tidak  membantah apapun yang di lakukan Vani.


Apakah Vani mampu mengusir Rosa dari hidup keluarganya?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2