Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Mereka Banyak Persamaan


__ADS_3

Setelah  kebenaran terungkap  hari itu, Bonar dan Vani masih terlihat  shock, kenyataan itu tidak mudah bagi Vani,   dua belas tahun yang lalu, saat putranya  lahir ia ditolak sama Bonar, saat masih di kampung, hidup  tidak pernah merasakan kasih  dari seorang ayah, ia diejek dan dihina  orang lain.



Bonar masih menangis  memeluk Jonas,  Sudung dan Vani ikut turun, mereka  ikut bergabung di lapangan, melihat Bonar masih berlutut di rumput Memeng kaki Jonas dengan erat, Bonar merasakan perasaan yang campur aduk, antara senang , bahagia dan sedih.


“Apa ada masalah Pak?” tanya Jonas semakin bingung.


“Bapak salah, aku minta maaf Bang, aku terlalu bodoh aku tidak menyadari selama ini.” desis Bonar lagi


“Menyadari apa Pak?”


“Bang, bapak sangat sayang padamu, aku sangat  sayang anakku,” ucap Bonar masih berurai air mata


Jonas hanya diam tidak mengerti apapun yang dikatakan Bonar dan ia juga bingung kenapa lelaki itu  menangisi  dirinya.


Daren yang berdiri tidak jauh dari Jonas ikut dibuat bingung.


Tidak ingin Jonas bingung, Pak Sudung mengajak mereka kembali duduk.


“Ada apa sih kok semua tangis-tangisan?” tanya Daren.


“Daddy akan menceritakan semuanya, duduklah  di sini Jo,” ujar Pak Sudung.


“Apa ada ha yang penting?” wajah Daren ikut tegang, mereka takut ad hal buruk yang terjadi.


“Jo, jangan khawatir lagi ya, tidak akan ada lagi yang memisahkan kamu dari mama sama bapak,” ucap Pak Sudung.


“Kenapa apa pengadilan menolak  gugatan Andre?” Daren menatap mereka dengan penasaran , pemuda berkulit putih itu menunggu jawaban.


“Bukan, Jonas sebenarnya anak kandung Bonar.”


“APA!! KOK BISA!?”


Daren tersentak kaget, ia menatap mereka semu bergantian, bukan hanya Daren Jonas tampak bingung ia menatap mama  bapaknya yang sama-sama menangis.


“Winda manipulasi semuanya Mas Daren,” jawab Yeslin membantu menjawab.


“Ya, tapi bagaimana mungkin selama ini kalian tidak tau,” ujar Daren kaget.


“Daren, ini tidak semudah yang kamu pikirkan, ada campur tangan Rosa dan Iyos pasti,  Winda tidak bekerja sendirian.


“Maksudku selama dua belas tahun, masa baru ketahuan sekarang.”


“Daren, tolong jangan ungkit lagi kepalaku sakit,” ucap Vani memegang kepalanya.


“Beberapa  waktu yang lalu sebenarnya aku sudah tau, aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk menceritakannya, aku tidak ingin kakakmu banyak pikiran   yang mempengaruhi ke kehamilannya.”

__ADS_1


“Apa Lae juga tidak tau?” tanya Daren.


“Aku tidak tau Lae, aku minta maaf,” ujar Bonar, ia menunduk.


William menelepon.


“Kenapa Will.”


“Van, nyalakan televisi Andre membuat pengakuan tentang Jonas.”


“HA!?” Vani terkejut mendengar Andre membuat pengakuan.


“Cepat nyalakan.”


Vani meminta Daren menyalahkan televisi, Andre  membuat pertemuan pers, di sana ia mengakui …


“Apa yang dia akan lakukan?” tanya Daren dengan wajah menegang.


Sementara Pak Sudung  duduk tenang, sepertinya ia sudah tau apa yang   ingin dikatakan Andre.


“Pertama - tama saya ingi meminta maaf pada keluarga Pak Sudung, karena selam ini terganggu karena pengakuan saya. Di sini saya ingin mengakui kesalahan saya, Jonas Fernando bukan sanak , saya mengakui dia sebagai anak kerena di suruh Ibu Rosa mantan ibu mertua saya”


“Lalu kenapa  baru mengakui  sekarang?” tanya wartawan dalam  konferensi pers.


“Saya dipaksa ibu Rosa untuk mengakui semuanya.”


“Ya, dia memang anak Pak Bonar, selama ini saya hanya mengaku-ngaku saja, sekali lagi saya minta maaf pada keluarga Bu Vani,” ucap Andre di sela wawancara.


Andre membuat pengakuan dan menyudutkan mantan istri dan mantan ibu mertuanya, ia  akhirnya memutuskan memihak pada  Pak Sudung, tanpa di minta Andre membersihkan  nama Bonar, semua orang yang selama ini  menghina dan meledek Jonas sebagai anak haram, akhirnya bungkam.


‘Terimakasih Andre karena kamu melakukan yang baik juga’ ucap Sudung dalam hati.


“Apa dia sudah tau?” Daren menatap Vani.


Bonar melirik ayah mertuanya, ia tahu semua itu pasti pekerjaan  Pak Sudung, karena beberapa hari lalu ia meminta Bonar  untuk tenang.


“Bagaimana Andre mengetahuinya, Dad?”


“Aku yang memberitahukan kebenaran itu padanya,, agar dia berhenti membuat masalah.”


Setelah kebenaran itu terungkap kalau Jonas  anak kandung Bonar, anak laki-laki  itu, tiba-tiba jadi diam dan banyak  hal yang membuatnya  seperti orang yang kebingungan.


“Sini bapak  sama mama mau bicara,” ujar Vani.


Ia mengajak Jona bicara bertiga menjelaskan kalau Bonar ayah kandungnya.


“Lalu kenapa laki- laki itu mengaku  kalau aku anaknya?” Vani berpikir keras untuk menjelaskan  pada Jonas.

__ADS_1


Di satu sisi ia Jonas masih anak remaja yang masih butuh waktu untuk menjelaskan  hal hubungan orang dewasa.


“Begini … Winda menjebak aku dan bapak saat itu dan Andre kekasih mama.”


“Lalu yang tidur sama mama bapak atau om Andre?”


“ Tentu saja bapak dan kamu anak Bapak, Apa yang kami lakukan dulu, tidak baik untuk ditiru Nak, itu satu kesalahan,” ujar Bonar , ia bicara sangat hati-hati.


“Lalu kenapa Andre mengaku- ngaku?”


“Dia syirik dengan keluarga kita,” jawab Vani.


Mereka bertiga pulang ke rumah  menemui Bu Lisda, Vani penasaran apa selama ini Bu Lisda sudah tahu kalau Jonas anak kandung Bonar makanya ia sayang. Saat wanita tua itu sedang duduk bersantai di depan rumah Bonar mengajaknya bicara.


“Mama apa selama ini, mama sudah tau kalau Jonas anakku?”


“Kalau dia sudah lahir dari istrimu, berarti  sudah anakku,” ucap wanita itu santai.


“Ma, aku bertanya mama sudah tahu apa belum?”


“Aku menyayanginya, karena dia cucuku.”


“Jadi selama ini, mama belum tahu kalau dia anak kandung Bonar?"


“Itu tidak penting Bonar, bagiku dia tetap cucu kesayanganku, karena dia lahir dari istrimu.”


“Tapi masalah dia anak kandung Ma, dia darah daging ku dan aku tidak tahu selama, saat semua orang dan tetangga meledeknya saat itu … harusnya aku datang membelanya, tapi aku tidak melakukannya karena aku terlalu bodoh,” ucap Bonar.


“Tidak apa-apa Pak, sekarang aku akan semakin percaya diri,  tidak ada lagi orang yang mencoba memisahkan kita,” ucap Jonas.



“Maaf ya jagoan, karena selama ini bapak tidak ada untuk kamu.”


“Tidak apa-apa Pak kan bapak sudah baik padaku selama ini.”


“Sebenarnya dari sejak kamu lahir, oppung sudah yakin kalau kamu anak Bonar, ada banyak hal kesamaan diantara kalian berdua, gaya tidur yang sama, makanan kesukaan sama , bahkan wajah saat kecilpun saat mirip, maka saat kamu sakit  bidan mengambil sempel darah, golongan darah kamu sama bapakmu pun sama.”


“Jadi oppung sudah tahu dari awal?”tanya Jonas.


“Hanya  keyakinan opung saja.”


Menurut pengakuan Bu Lisda, dari sejak Jonas lahir, ia  sudah menyadari , kalau Jonas mirip dengan Bonar.


 Bersambung


Kakak jangan lupa bantu like, vote dan komen ya dan kasih hadiah juga

__ADS_1


__ADS_2