Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Selingkuh Dengan Bapak Mertua


__ADS_3

Suasana di dalam restoran mewah itu tidak terlalu rame, karena meja  yang di sediakan juga terbatas,  awalnya Vani tidak punya Firasat kalau Bonar akan makan malam romantis dengannya.


Saat masuk ke dalam restoran Vani sudah merasakan  perasaan yang tidak enak,  ia datang ke restoran mewah itu dengan penampilan biasa. Ia berpikir kalau Bonar mengajaknya makan di tempat yang biasa, karena awalnya ia minta mengajak  keluarga.


Tapi setelah  memperlihatkan kotak cincin ia baru sadar kalau malam ini malam yang spesial, Vani jadi merasa malu, lalu ia melihat kanan -kiri.



“Bang … kenapa kamu tidak bilang mau  ke sini? Pakaianku seperti ini,” bisik Vani.


“Tidak apa-apa, pakaian  seperti apapun yang kamu pakai tetap cantik. Bagaimana?”


“Ini cincin untuk melamarku lagi?”


“Bukan melamar jadi istri lagi Elisabet … aku ingin kamu menerimaku dengan tulus sebagai suamimu”


“Kan, aku memang sudah menerima Abang”


“Tapi kamu belum sepenuh hati, kan?”


“Bang … begini, mungkin kamu berpikir aku tidak menganggap mu sebagai suami, abang salah, aku  senang , abang juga  sudah mau menerim Jonas, sayang sama dia, abang juga  bisa menerima Eda dan Inang, aku senang"


Bonar menarik napas panjang, ia sadar Vani bukan  wanita yang mudah menerima segala sesuatu yang baru dalam hidupnya, Vani orang  punya pertimbangan. Kalau biasanya Bonar putus dari wanita yang satu, tinggal cari wanita yang lebih cantik, jika dia melakukan kesalahan, akan minta maaf pasti mereka akan memaafkan dengan mudah asalkan di bawa bunga, bunga bank maksudnya.


Bonar sempat berpikir, semua wanita ... mudah untuk ia tahlukkan, walau sudah disakiti berkali-kali akan dimaafkan


Namun, bagi Vani,  jika ia sudah pernah disakiti, akan sulit  untuk memaafkan dengan mudah, butuh waktu untuk memaafkan,


begitu juga dengan Bonar.


“Itu artinya kamu menolak?”


“Aku tidak bilang ingin menolak, tapi, berikan aku waktu, butuh waktu untukku setiap kali melakukan sesuatu. Jadi cincinnya tetap aku pakai,” ujar Vani, lalu ia memakai di tangannya sendiri.


“Baiklah, aku akan menunggu sampai kamu mau menerimaku”


“Kalau kamu memintaku selalu jujur, apa kamu bisa jujur?” Tanya Vani.


“Ya aku bisa”

__ADS_1


‘Lalu bagaimana dengan Winda dan Andre yang kamu temui, apa kamu akan merahasiakannya?’ Vani bertanya dalam hati.


“Vani … aku menemui Winda.” Wanita cantik itu meletakkan gelas wine kembali dan menatap Bonar dengan wajah serius.


“Untuk apa?” tanya Vani.


“Aku meminta  untuk menghentikan kelakuan gila Andre, sebenarnya aku tidak ingin menceritakan semua ini padamu , tetapi aku tidak ingin menyimpan rahasia denganmu apa lagi menyangkut anak dan Andre. Aku tidak ingin Jonas mengetahui semua ini, aku takut dia kecewa padaku, karena itu, aku nekad menemui Andre di kantor polisi dan menemui Winda"


Vani menatap suaminya dengan tenang, sebenarnya apa yang di lakukan Bonar, sudah diceritakan Jonathan pada Vani, hanya mendengar sendiri dari Bonar lebih  jelas dan ia tersentuh dengan apa yang dilakukan Bonar.


“Ya, kamu benar. Lalu apa yang kamu katakan pada Winda?”


“Aku memintanya  bercerai dengan  Andre,” ujar Bonar.


“Apa kamu pikir dia mau?”


“Ya, apa saja bisa terjadi kalau hati sudah terluka,” ujar Bonar.


Apa yang dikatakan Bonar benar, terkadang kalau hati sudah terlalu sakit, hal gila pun bisa terjadi, Winda merasa marah atas perbuatan ibu mertuanya ditambah dengan kelakuan mamanya yang selingkuh dengan besannya sendiri, walau hubungan mereka sudah lama terjalin, tetapi setelah anak _anak mereka sudah menikah, mereka harus putus, tetapi kenyataannya tidak.


Winda akhirnya melakukan hal gila bahkan nekat.


“Eh … Bu, apa ada yang bisa, saya bantu?”


“Bapak Ada?”


“Ada,mau saya panggilkan?”


“Tidak usah sebenarnya aku sudah janji sama Bapak mau mengantar saya ke bandara. Kamu pulang saja”


“Benarkah?”


“Iya … tutup saja gerbangnya”


“Baik Bu," lelaki paru baya itu di suruh pulang yang biasanya lembur ia langung semangat tampa pikir panjang, ia keluar dan mengunci gerbang.


Tok , tok


Lelaki paru baya itu menyegitkan kedua alis, karena ia tidak pernah ada tamu saat ia lembur di kantor, dia pikir satpam penjaga yang ingin menawarinya kopi.

__ADS_1


“Masuk!”


“Selamat malam papi”


“Eh … Winda? Ada apa malam-malam datang ke kantor Bapak”


“Ibu mengusirku dari rumah, aku tidak tau haru pergi kemana, kebetulan, lewat dari depan melihat kantor papi masih menyalah lampu, aku datang”


“Mami bagaimana sih mami.” Ia ingin menelepon istrinya.


“Jangan Pi, tidak usah nanti dia makin marah,” ujar Winda, lalu dengan ******* manja ia  meraih ponsel bapak mertuanya dan mulai rayuan iblis muncul.


Tiba-tiba digoda menantu cantik dan seksi, tentu saja Iyos terkejut, ia terdiam bagai patung, Winda sudah duduk di sisi meja ayah mertua dengan pose menggoda iman, lelaki itu serba salah ... mau ditolak sayang cantik, seksi, sangat menggoda tetapi mau dilanjutkan  … eh dia menantu, juga anak dari selingkuhannya juga.


“Kita tidur disini saja ya Pi, aku sudah capek jalan, gerah  lagi.” Vani melepaskan kancing kemejanya seketika  bongkahan  indah miliknya menyembul  keluar dari kain pengamannya.


“Winda … kita-” Iyos masih punya sedikit kewarasan ia ingin berdiri.


Tetapi seketika Winda duduk dipangkuan ayah mertuanya, ia memeluk erat tubuh sang ayah mertua,  “papi aku kesepian, andre tidak pernah lagi menyentuhku, aku ingin gila,” tangannya meletakkan ponsel diam-diam di belakang tumbukan buku, ia merekam apa yang ia lakukan dengan ayah mertuanya.


“Winda , tapi aku Mer-”


Winda menyumpal mulut ayah  mertuanya dengan bibirnya, awalnya lelaki itu  diam, tetapi setelah Winda melepaskan  pakaian atasannya, ia terpesona dengan pemandangan yang disuguhkan di depan matanya, kucing garong, tidak akan menolak ikan jika sudah disodorkan.


‘Kamu bodoh Andre, kamu menyia-nyiakan wanita cantik ini’ ucap Iyos dalam hati.


Lalu tanpa bisa terkontrol tangannya  menyentuh kedua bongkahan indah milik Winda,  wanita bertubuh seksi itu tersenyum licik ke arah kamera ponselnya, seolah-olah ia ingin meledek siapapun nanti yang pertama melihat rekaman itu.


“Pi .. aku sangat ingin, Andre tidak pernah memberikan kehangatan lagi untukku, aku sedih, aku kesepian,” ujar Winda, semakin memeluk tubuh ayah mertua.


“Kasihan kamu sayang,” balas Iyos mengusap kepala sang menantu.


Dengan alasan kasihan Iyos akhirnya memberi satu kenikmatan yang lama dirindukan Winda, lelaki itu mengangkat tubuh sang menantu di atas meja dan mereka  melakukannya di sana, di ruang kerja, dia atas meja. Terekam jelas  di kamera ponsel winda.


‘Jika kalian ingin berbuat licik padaku, aku lebih jahat bahkan aku  ratu iblis, ucap Winda  dalam hati ia tersenyum kecut di bawah tubuh sang ayah mertua.


Bersambung


Kasih vote like ya... kasih kopi, bunga juga boleh agar author semakin semangat update banyak tiap hari. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2