Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Penyesalan Selalu Datang Terlambat.


__ADS_3

Setelah   melakukan hubungan terlarang Iyos, meminta Winda untuk merahasiakannya dari Rosa, ia tahu kalau wanita sampai tahu hubungan mereka maka,  ia akan hancur , karena rahasia besar dipegang sama Rosa. Karena terjerat hasrat sang menantu Iyos sampai lupa, kalau ia sedang berjuang melepaskan putranya dari penjara. Bahkan pagi itu, Rosa ke Surabaya untuk  menemui pengacara  untuk membantu melepaskan Andre. Kini  ia takut kalau hubungan terlarang itu  ketahuan. ‘Kenikmatan berakhir penyesalan pun tiba’


“Aku akan mengantarmu ke hotel,” ujar Iyos , dengan sikap buru-buru, ia memungut pakaiannya yang berserak di lantai.


‘Astaga apa yang sudah aku lakukan’ ia membatin dengan panik.


“Aku tidak punya uang.” Winda tidak merasa malu, justru saat itu ia merasa telah memiliki kartu AS Lelaki paru baya itu menyerahkan satu kartu kredit miliknya.


“Pakai saja, tapi tolong jangan  memberitahukan siapapun tentang kejadian malam ini, aku  mohon seharusnya ini tidak boleh terjadi, ini satu kesalahan. Saat ini hidupku lagi banyak masalah,  mungkin aku akan gagal kalau jadi calon kepala daerah kalau Andre tidak bisa keluar dari penjara beberapa hari ini”


“Apa aku  boleh  bertemu papi lagi?” Tanya Winda,  ia tidak perduli dengan kasus yang menimpah suaminya.


“Winda, tolong kita sudahin sampai di sini, aku akan memaksa Andre  untuk tetap bersamamu”


“Apa papi bisa melakukannya?”


“Tentu, aku akan meminta maminya Andre untuk  menghentikan perjodohan itu”


“Bagaimana kalau dia menolak, maksudku bagaimana kalau mami menolak”


“Aku bisa mengatasinya, wanita itu selalu  menurut apapun yang aku katakan”


‘Apa semua lelaki sperti dia, saat istri menjaga kehormatan dan keutuhan rumah tangga, para lelaki  selalu menganggap istri , hanya  sebatas pelengkap saja, sebenarnya aku kasihan sama mama Andre, karena dia diangggap hanya sebatas istri pajangan. Tapi dia jahat makanya aku membalasnya’ Winda bermolog dalam hati.


“Bagaimana dengan mamiku?” Tanya Winda mulai bersikap penuh ancaman.


“Itu dia, tolong jangan katakan apapun sama mamimu, hidupku akan akan hancur jika dia sampai tau”


“Lalu aku harus bagaimana?”


“Anggap saja malam ini aku hilap”


‘hilap dia bilang setelah menikmati tubuhku dasar buaya tua?’ Winda tertawa sinis.


“Baiklah, tapi aku butuh uang dan tempat tinggal”


“Besok aku akan membelikan satu apartemen yang penting  kamu tutup mulut”


“Baiklah, aku juga butuh mobil baru”

__ADS_1


“Baiklah akan aku belikan yang baru,” ujar Iyos dengan panik.


‘Mungkin kebanyakan lelaki selingkuh di luar sana seperti Pak Iyos ini, demi menutupi perselingkuhan rela menghabiskan uang banyak.


Winda meminta  apartemen dan mobil baru untuknya, sang ayah mertua setuju, apapun yang di minta Winda dituruti yang penting perselingkuhan mereka berdua tidak ketahuan.


Setelah mereka melakukan malam yang panas Iyos mengantar Winda ke hotel, tidak sengaja Sudung melihat ke duanya memesan hotel, Iyos tampak menupi wajahnya dengan telapak tangan, sementara winda berjalan santai. Sudung dan Daren, kebetulan saat itu menginap si sana.


“Daddy lihat apa?” Tanya Daren.


“Tidak ada, ayo habiskan minumannya, daddy ingin mengajakmu  nonton film di bioskop,” ujar Sudung, ia tidak ingin terlihat sama Iyos jadi ia berencana ingin  membawa Daren jalan-jalan keluar hotel.


‘Sejak kapan mereka akrap seperti itu … apa Rosa di sini?  Tapi Rosa   katanya ke Surabaya, lalu mereka mau  ngapain di sini?’ Sudung penasaran.


“Kita mau nonton  apa Dad di biokop gak seru kalau hanya kita berdua, coba ajak Jonas sama kakak Vani,” ujar Daren.


Anak  muda berwajah tampan, ingin  sekali berkumpul dengan Jonas dan kakaknya, tetapi Vani orang yang keras, ia bilang butuh waktu untuk bertemu  mereka, maka  mereka harus menunggu.


“Kita tunggu sampai kemarahan kakakmu sampai  benar-benar hilang”


“Sampai kapan?”


"Kan Daddy yang berpesan agar aku tidak bicara padanya. Tapi apa Daddy yakin dengan Bonar, apa dia tidak hanya ingin harta keluarga kita?"


"Seperti tidak , Daddy sudah mengawasi dari dulu, yang terpenting, dia bisa menjaga Jonas,"ujar Sudung dengan yakin.


Tapi saat mengobrol sama Daren pikiran, lelaki paruh baya itu


Kamu tunggu di sini  bentar,  daddy mau ambil  jam tangan ke kamar”


Daren mengangguk, sementara Sudung penasaran dengan Iyos dan Winda, ia kembali ke hotel dan mengikuti Iyus dan Winda,  melihat Iyus memperlakukan Winda berbeda dari sebelumnya,  Sudung langsung tau kalau mereka  punya  hubungan terlarang.


“Kamu memang lelaki  keparat Iyos … masa menantumu juga kamu embat,” ujar Sudung mengarahkan ponsel miliknya,  lalu merekam. Setelah mengantar Winda ke salah satu kamar di hotel,  ia keluar dan pulang ke rumahnya.


Sementara Bonar dan Vani, sehabis makan malam, mengajak Vani  menonton Filim di bioskop, lalu jalan-jalan   malam  dan berhenti di dekat hotel.


“Ini sudah larut Van … bagaimana kalau kita nginap di sini saja,” ujar Bonar mulai merayu.


“Kita pulang saja,  besok pgi aku ada rapat” mulai pasang wajah jutek.

__ADS_1


“Aku akan bangunin kamu cepat, aku janji tidak akan melakukan apa-apa, hanya ingin berdua denganmu”


“Maaf ya Bang, aku belum siapa, nanti kalau  sudah  yakin dengan diriku,  kita akan melakukannya”


“Ok, baiklah, Bonar terlihat sangat kecewa, saat Vani  menolaknya ke hotel.


‘Kenapa harus ke hotel … apa hanya itu yang terpenting  jika sudah menikah? Kenapa para pria selalu  mengatakan berhubungan  badan dengan pasangan sebagai wujud  pembuktian kasih sayang ..., padahal itu bukan bukti kasih sayang melainkan napsu ‘ Vani membatin.


Sebenarnya Vani tau keinginan Bonar, ia mengajaknya jalan-jalan  malam itu, sebenarnya   Vani sudah tahu tujuan Bonar, tetapi Vani bukan wanita mudah untuk di rayu, ia  bahkan semakin kesal sama saat lelaki bertubuh tinggi  itu, karena terang-terangan mengajaknya ke depan hotel  malam itu.


Saat perjalanan pulang suasana dalam mobil jadi hening, sebenarnya Bonar bukannya marah, tetapi  ia merasa malau karena ia sadar telah mengulang kesalahan itu lagi.


‘Aduh … aku harusnya menolak masukan Revan, harusnya  kam makan malam saja tadi’ Bonar membatin, ia kesal pada dirinya sendiri.


“Apa kamu marah?” Tanya Bonar, membuka obrolan


“Tidak marah”


“Kok jadi diam?”


‘Nanti kalau membahas tentang masalah itu lagi yang ada kami berdua sama-sama emosi, jadi ajakan Bonar ke hotel, Vani jengkel tetapi ia menahan diri agar tetap tenang.


Bersambung ….


Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari, oh jangan lupa.


Baca juga karyaku yang lain ya.


-Aresya(Tamat)


-The Cured King(Tamat


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia TAMAT)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2