Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Aku berhak Tahu, Karena Aku Suamimu


__ADS_3

 Apa yang dilakukan Vani, rupanya membuka satu jalan untuk Sudung, ia punya alasan untuk menendang Rosa dari  hidupnya.


Selama ini, banyak sekali orang yang  menuduh Sudung lebih memilih istri barunya dan anak sambungnya dari pada anak kandung, bahkan menuduhnya, mengusir kedua anaknya dan memelihara anak sambung.


Karena Daren   adik Vani sampai saat itu, ada di London, di sekolahkan  mulai SMP sampai saat itu, banyak yang beranggapan kalau anak itu di buang ke keluar negeri.


Semua tuduhan itu, dia telan dalam diam, hanya dia yang tahu kebenarannya sesungguhnya.


Tetapi kali ini juga Vani akan membuka semua kebusukan ibu tirinya, bukan hanya soal  lelang Brondong, Vani juga menyimpan rekaman  perselingkuhan ibu tirinya dengan besannya sendiri.


Vani duduk di meja kerja dengan wajah serius, ia meretas data-data milik Rosa dan akhirnya ia menemukan fakta, dalam file yang  ia curi. Vani  melihat sebuah email  yang  isinya,  membuat Vani terdiam.


“Kenapa daddy tidak pernah bilang … harus bicara jujur pada kami, agar aku tidak salah paham selama ini,” ujar Vani, ia akhirnya paham kenapa selam ini  daddynya memilih diam, ternyata  Rosa  Iyos  mencuri  dan menahan semua surat-surat perusahaan, mobil, rumah dan properti  lainya.


“Dimana kalian  menyembunyikannya  keparat ? aku pasti bisa menemukannya,” ujar Vani marah.


Ia kasihan pada daddynya karena menanggung beban itu sendirian. “ Kenapa tidak bawa ke pengadilan, mengenai pencurian ini,” ucap Vani. Tapi ia baru  ingat keluarga dari  Andre banyak bekerja di kejaksaan dan di kepolisian, “ tenang daddy, aku akan mengambil itu dari tangan mereka, harusnya, jangan percayakan semuanya pada orang lain, sekalipun itu pengacara mu’ ucap Vani.


Sekarang wanita cantik itu punya misi baru, ia ingin mengambil surat-surat perusahaan yang di curi Rosa dan Iyos dari Daddy nya.


Saat sedang berkutat di depan laptop, terdengar ketukan pintu, Vani membereskan semua kertas-kertas dan menutup laptop.


Tok, tok …!


“Tunggu sebentar.” Vani membuka hanya mengeluarkan kepalanya sedikit, ia belum memperbolehkan orang ke kamarnya.



Bonar mengintip kamar Vani.


“Ada apa Bang?” Vani menahan pintu.


“Kamu lagi ngapain, apa aku tidak boleh masuk ke kamarmu? Sembunyikan apa di kamar di kunci mulu”


“Tidak ada hanya aku suka berantakan, aku malu kalau di lihat”


“Aku sua-”


“Abang sudah makan?” Vani langsung memotong kalimat Bonar, tidak ingin pembahasan mereka semakin melebar, padahal baru beberapa jam mereka berbaikan. Vani juga ingin berbaikan  dengan Bonar sebagai suami. Tetapi ia butuh waktu untuk percaya pada Bonar sepenuhnya , tidak mau percaya dengan mudah, takut dikhianati lagi.


“Melihat sikap Vani yang enggan berbagi rahasia dengannya, Bonar hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


‘Baiklah kalau kamu memang seperti , baiklah aku akan menunggumu sampai  kamu benar mau mau menerimaku sepenuhnya jadi suamimu’ Bonar membatin, sakit memang kalau merasa  belum dipercaya sepenuhnya. Namun, apa yang dialami Bonar saat ini, itu bagian kecil yang di alami Vani di masa lalu.


Vani bukan sengaja membalas  Bonar, tetapi itulah cara alam ini mengingatkannya Bonar mungkin ....


“Aku ke sini, mau mengajakmu mau makan bersama-sama Vani”


“Baik , ayo kita  makan”


Dalam meja makan, Bonar bisa melihat kalau Vani memikirkan sesuatu.


‘Bagaimana  mendapatkan? Haruskah aku menemui Andre? Ah bagaimana  kalau Bang Bonar tau, dia pasti marah besar’


“Mama memikirkan apa sih … kenapa makanannya tidak dimakan,” tegur Jonas  ia mewakili Bonar.


“Oh, ya,” Vani menyendok nasi kembali ke mulutnya.


‘Aku tidak tau apa yang kamu pikirkan Vani, tapi dari ekspresi wajahmu, aku yakin kalau kamu merencanakan hal yang besar’ Bonar bermonolog dalam hati.


Saat semua mereka selesai makan Vani masih  sibuk merangkai  rencana demi rencana dalam otaknya. Saat Tari berdiri Vani baru sadar kalau ia  paling terakhir dan menyudahi  acara makan.


                     *


Setelah selesai makan malam, Vani pamit lagi


“Kamu mau kemana?” Bonar protes.


“Sebentar ya bang ada masalah.” Vani pergi setelah pamit sama ibu mertuanya . Bonar tidak ingin hal buruk pada Vani ia mengikutinya, ternyata ia ke salah satu cafe dan bertemu  dengan seorang pria yang tidak ia kenal.


Saat melihat mereka bicara serius dan terlihat sangat dekat,  Bonar  cemburu, tanpa babimu ia langsung datang ke sana dan duduk di salah satu kursi di samping Vani.


“Bang Bonar?” Vani terkejut melihat Bonar ada di dekat, ia tidak tahu kalau ria itu mengikutinya.


“Ya , aku mengikuti!”


“Ya sudah, baguslah berarti abang mau membantu, ini tolong periksa  model  mana yang  bagus bangunannya. William mana si?’ Vani  menoleh keluar.


“Ini apa?” Alis Bonar menyengit.


“Ini desain cafe yang kami pesan sama masnya, dia  seorang arsitek tinggal di Bali, tadi itu dia datang ke Jakarta jadi, tunjukkin sekalian desain gambar yang kita inginkan”


“Oh begitu.” Bonar garuk-garuk kepala ia merasa malu dan bodoh, karena datang-datang langsung duduk tanpa permisi.

__ADS_1


“Memangnya abang pikir apa?”


“Mungkin pacarnya  berpikir mba selingkuh,” cletuk pria itu menahan tawa.


“Dia bukan  pacar Mas, dia suamiku”


“Oh, pantas …” Lelaki itu semakin tertawa


Mendengar Vani menyebutnya sebagai suami di depan orang lain,  Bonar marasa sangat  senang, apa lagi lelaki yang ditemuin Vani  lelaki blasteran  yang tampan, tetapi Vani seolah-olah tidak peduli


“Abang pilih mana?” Vani menunjuk dua gambar.


“Aku suka yang seperti ini, elegan perpaduan kayu akan menambah kesan eksotis”


Vani tersenyum,  akhirnya ia menemukan pilihan dengan alasan yang tepat, Nur dan  Bonar punya talenta, jika Nur punya bakat melukis, maka  Bonar punya bakat di seni ukir-ukiran , saat di rumah  yang dikampung , Bonar punya banyak ukiran salah satunya hasil karyanya yang paling bagus, kecapi. Salah satu alat musik Batak gondang.


Maka saat William tidak bisa datang untuk membuat pilihan Vani tidak khawatir karena ada suaminya yang membantu  memilih, ini namanya cemburu membawa berkah.


Sebelum pulang Bonar mengajaknya  bicara sebelum pulang.


“Aku tahu kamu memikirkan sesuatu saat makan apa yang kamu pikirkan?”


“Kok abang mengawasi ku terus sih …”



“Kan, aku sudah bilang aku akan melakukan  tugas seorang suami dan bapak mulai sekarang, urusanmu akan jadi urusanku,” ujar Bonar, Vani tertawa geli mendengar Bonar perhatian padanya karena tidak biasa.


“Aku akan mencuri ke rumah Andre”


“Apa? Kamu gila mencuri apa?”


“Surat-surat berharga yang di curi Iyos sama Rosa dari brankas daddy”


Bonar tidak panik karena dia sudah di kasih tahu sama Sudung sebelumnya.


“Jadi abang juga sudah tau?”


“Ya”


Mampu kah Vani dan Bonar mengambil kembali  surat-surat berharga milik keluarganya?”

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa vote, like ya kakak. Gratis kok gak bayar tinggal tekan tanda love sama tanda jempol, jika kalian berkenan bagi kasih kopi sama auhornya biar gak ngantuk . Terimakasih.


__ADS_2