
Masih di ruang rapat.
Kejutan yang dilakukan Vani sukses membuat mereka semua tidak bisa berkutik, saat Vani memperkenalkan adik lelakinya dan latar pendidikannya mereka semua diam dan tidak ada yang menolak keputusan ketua, untuk mengangkat Daren sebagai direktur menggantikan Daddy, semua itu bisa terwujud karena strategi brilian Vani dibantu Bonar dan Jonas.
Rosa menatap kaget pada anak sambungnya, dulu anak lelaki itu saat bertemu dengannya, masih kecil, sekarang ia sudah tumbuh menjadi lelaki yang tampan, Andre menatap Iyos, apa yang terjadi hari ini semuanya di luar rencana mereka, ia semakin panik saat Vani meninjau dan menyelidiki pengeluaran bulanan perusahaan dan meninjau pekerjaan Andre .
Sebagai seorang komisaris independen, Vani berhak menyoroti semua strategi perusahaan, saat menyinggung tentang pengeluaran Andre mulai kepanasan.
Mereka berpikir karena Sudung sakit-sakitan mereka bebas korupsi ternyata Vani dan dan Bonar sudah menyelidiki semuanya dan akan memberikan kejutan.
“Sebelum kita menutup rapat ada yang mau disampaikan para anggota?”ujar ketua
Vani memiringkan kepalanya, memberi kode untuk Bonar bertindak, awalnya Bonar sangat ragu dan gugup, tetapi melihat Vani terus mendukung, ia akhirnya berani.
“Instruksi Pak Ketua …! sebagai wakil direktur yang ditunjuk Pak Sudung, saya melakukan tugas dengan baik, salah satunya saya menyelidiki adanya penyelewengan dana perusahaan yang dilakukan saudara Andre. Saya ingin melaporkan beliau karena sudah korupsi uang perusahaan”
Semua langsung tercengang, wajah Andre langsung memerah dan gugup, ia menatap papinya dengan mata memelas seolah-olah meminta di bela. Sadar telah melakukan kesalahan besar, Iyo ayahnya hanya diam.
Ini namanya serangan balik, padahal Andre dan Iyos sudah yakin kalau perusahaan akan jadi milik mereka, ternyata malah dituduh korupsi, Sudung tidak mengatakan apa-apa, justru ia membiarkan Vani dan Bonar melakukan semuanya.
“Kamu gila? atas dasar apa anda menuduh Andre,” teriak seorang, ia dari bagian dari kelompok Andre.
“Apa perlu saya menjabarkan disini? Itu tugas polisi untuk menyelidiki. Pak Bonar tidak akan menuduh seseorang tanpa bukti yang kuat,” ujar Vani tegas, lelaki itu langung terdiam
“Kamu brengsek aku tidak melakukan apa-apa kamu pikir siapa kamu!” Andre ingin keluar.
Tidak ingin Andre kabur, Vani sudah menelepon polisi terlebih dulu , karena Andre berontak dan melawan, Vani meminta mengangkut Andre ke kantor polisi.
Kekacauan benar-benar terjadi hari itu, Iyos sampai tidak bisa berbuat apa-apa saat putranya diangkut secara paksa ke kantor polisi, Iyos menatap tajam pada Sudung, ia berpikir kalau semua itu rencana bapa Vani.
Sengaja Vani dan Bonar hanya melaporkan Andre, mereka tahu Iyos akan panik dan melakukan semuanya.
‘Kita akan lihat apa yang ingin kamu lakukan orang jahat, ucap Vani dalam hati, lalu mengambil gambar penangkapan Andre dan mengirim ke Jonas. Anak genius itu mengerjakan bagiannya, ia menyebar berita penangkapan Andre ke berbagai situs berita online, maka Iyos dan putranya dapat ganjaran masuk berita.
padahal Iyos sudah mulai kampanye untuk pemilihan calon kepala daerah, ia sudah mendaftarkan diri untuk salah satu kader partai.
Baru beberapa jam Andre dibawa ke kantor polisi, tetapi kabar tentang penangkapan itu sudah menyebar kemana-mana dan langsung menyeret nama Iyos, Vani sudah mempersiapkan senjata untuk menyerang keduanya satu yang dituduh tapi tiga yang kena sekaligus.
Iyos kena dan dikaitkan dengan kasus Rosa beberapa hari lalu dan ditulis dalam berita, mereka punya hubungan yang spesial dan mencantumkan foto saat keduanya keluar dari kamar hotel.
__ADS_1
*
Sementara di ruangan Sudung
Setelah rapat bubar, mereka bertiga menuju ruang kerja Sudung, lelaki itu memeluk Daren dengan begitu erat, ia masih belum percaya kalau ia dan kedua anaknya kembali berkumpul.
“Kenapa daddy hanya diam, apa tidak senang melihat anak-anakmu di sini?” tanya Vani, akhirnya ia mau juga bicara dengan bapaknya . Ibu mertuanya menasihati Vani untuk memaafkan Sudung, setelah tau kalau bapaknya sakit, Vani akhirnya memilih berdamai dengan hati.
“Daddy sangat senang Nang, hanya ini seperti mimpi bagiku,” ujar lelaki itu mengusap matanya yang di penuhi air.
Visual Daren
“Bagaimana menurut Daddy tadi, apa kakak Vani keren?”
“Ya, kakakmu hebat”
Saat melihat adiknya langsung akrap sama bapaknya, Vani bertanya dalam hati’ Apa dia tidak sakit hati, karena selama sepuluh tahun dibuang? Apa hanya aku saja yang sakit hati?”
“Mana suami kakak, daddy kirim foto suami dan anakku hanya tidak begitu jelas”
“Ha … ? Daddy kirim foto?”
“Ya”
“Ya”
Vani langsung diam, ia merasa dikhianati sama adik sendiri.
“Kemarin saat di london kenapa kamu bilang tidak mau pulang?”
“Karena Daddy yang bilang, dia bilang di rumah kita dipenuhi iblis yang berpura-pura jadi manusia, jadi aku malas pulang, daddy juga melarang menelepon dan berhubungan dengan kakak. Tapi semua itu daddy punya alasan Kak,” ujar Daren.
Selama ini dia berpikir kalau bapaknya membuang mereka berdua, ternyata Daren bercerita kalau Sudung sering mengunjunginya ke London dan ia berpura-pura mau ke berobat ke Singapura.
Mendengar cerita dan keakraban daddy dan adiknya Vani kesal, ia keluar dari ruangan Sudung.
Bonar mengejar melihat kemarahan di wajah wanita cantik itu, ia tidak bertanya, ia tahu kalau Vani marah.
“Aku ingin pulang duluan Bang”
“Biar aku antar, tapi bagaimana kalau kita makan dulu, aku yakin kamu belum sempat makan siang”
__ADS_1
“Ya, tidak sempat tadi di pesawat hanya makan puding”
Bonar mengajak Vani makan di restoran, seseorang bisa bersikap dewasa karena keadaan dan faktor dukungan orang dia cintai, itu benar, Bonar bisa berubah lebih pengertian dan bersikap sabar berkat Vani, kalau dulu saat sebelum bersama Vani, mereka berdua sama- sama orang keras.
Vani orangnya tegas, Bonar juga begitu … paling tidak suka diatur- atur sama orang lain apa lagi wanita. Tetapi kali ini, hanya melihat ekspresi Vani, ia tahu kalau terjadi sesuatu di ruangan bapak mertuanya karena ia tidak ikut ke dalam .
Ia pesan soup tulang iga untuk Vani, diam-dam ia memperhatikan makanan yang disukai Vani, jika ia dan Jonas suka makan yang berlemak dan bersantan, Vani tidak suka, ia lebih suka makan yang bening-bening soto bening, sayur bening itu kesukaan Vani.
“Ini makan.” Bonar meletakkan menu pesanannya di depan Vani.
“Abang gak makan?”
“Sudah tadi di kantor”
Setelah selesai makan dan Vani sudah terlihat tenang barulah Bonar bertanya.
“Apa lae Daren membuatmu kesal?”
“Iya mereka berdua”
“Maksudnya …?”
“Aku pikir selama ini, Papi tidak pernah perduli sama Daren, sama seperti yang dilakukan padaku dan setiap aku email Daren, dia juga bilang daddy tidak pernah menjenguknya ternyata Daddy tiap tahun menjenguknya kesana”
“Kan diam-diam Dek, biar gak ketahuan sama Bu Rosa “
“Abang juga tau … ?”
“Ya tahu”
“Astaga kenapa kalian semua membohongi dan kenapa hanya aku yang dibuang seperti sampah …,” ujar Vani dengan mata berkaca-kaca.
“Dek, aku sudah sering bilang padamu, aku dan Pak Sudung tidak mengunjungi demi melindungi mu. Suatu saat nanti Bapak akan menceritakan semuanya padamu, jangan marah lagi,” ujar Bonar , ia mengusap buliran air mata yang menetes di pipi Vani.
“Bodohnya aku … selama ini aku selalu kasihan sama Daren, karena aku berpikir dia dan aku sama-sama dibuang daddy.
Ternyata hanya aku yang dibuang ke kampung abang dan tidak pernah ditanya, apa aku masih hidup tau sudah mati dia tidak pernah melakukannya. Tetapi, Daren selalu dikunjungi dia juga berbohong padaku kalau daddy tidak pernah menjenguknya dan bodohnya aku , aku percaya dan kasihan padanya.
“Uda donk jangan sedih seperti itu, kita harusnya mengumpulkan kekuatan untuk bertahan melawan serangan balik Andre dan kroni-kroninya, kita bertiga sudah bekerja keras untuk menyerang mereka.” Bonar membujuk Vani.
Bersambung
Oke!! Jangan lupa kasih Like dan Vote ya lai ya🙏 kasih ☕ juga biar authornya semangat ✍️
__ADS_1