Identitas Tersembunyi Sang Menantu

Identitas Tersembunyi Sang Menantu
Kejutan Besar


__ADS_3

Bonar menepati janjinya, besok harinya ia datang ke kantor membawa surat pengunduran diri, awalnya Sudung kaget, ia pikir Bonar mendapat tawaran dari perusahaan lain. Tetapi setelah tahu alasannya . Bonar juga menceritakan kejadian yang menimpa Vani, akhirnya ia mengerti.


“Baiklah kalau memang itu keputusanmu, tetapi aku butuh bantuan mu sebelum kamu keluar”


“Apa Pak”


“Aku ingin kamu memegang perusahaan , sampai aku pulang”


“Ha? Tapi pak saya tidak bisa melakukannya”


“Kamu pasti bisa Bonar, kamu sudah ikut saya selama sepuluh tahun membangun perusahaan ini, jatuh bangun sudah kita lalui”


“Tapi Bapak mau ke mana?”


“Saya ingin berobat, tapi sebelumnya ingin menjenguk Daren di London, lakukan yang tebaik. Minta istrimu membantu untuk membangun  Lonax”


“Kapan bapak mau pergi”


“Waktu dekat ini, tapi sebelumnya aku ingin melakukan sesuatu …”


            *


Rosa  masih belum berani keluar rumah, setelah beberapa hari sejak  kejadian penggerebekan itu, berita itu masih digoreng dan dikuliti dalam grup arisan, ada  beberapa  anggota yang curhat diceraikan  suami karena dianggap mempermalukan jabatan suaminya.


Tetapi Sudung tidak  melakukan itu, karena ia juga tidak mau kehilangan harta karena Rosa, sebab dalam surat perjanjian pernikahan mereka,  jika Sudung yang menceraikan Rosa, maka seluruh  harta dan aset  milik suaminya,  akan jatuh ke tangannya.  Maka untuk melawan orang yang licik, maka bapa Vani punya cara.


Maka ia  bekerja sama dengan pihak bank, ia bilang sama Rosa kalau ia bangkrut,  rumah sert isinya dan aset- aset akan disita bank.


“Apa? Tidak Mungkin, Papi pasti bercanda, kan?”


“Tidak,  aku sudah pernah bilang, perusahaan kita dalam masa kritis, kamu malah  berfoya-foya,  buang-buang uang, gunung puji saja bisa rata dengan tanah, kalau terus dikeruk tiap hari, sama seperti kamu yang boros , menggunakan uang perusahaan”


“Tapi dalam perjanjian aku berhak menggunakan”


“Tapi tetap ada aturannya, saat aku dirawat di Singapura puncak masalahnya … uang ratusan juta yang hampir tiap minggu kamu habiskan, uang operasional perusahaan”


Rosa diam, wanita itu  tidak tahu kalau Sudung selalu mengawasinya, Sudung juga tahu kalau Rosa dan Iyos korupsi di perusahaan dan ingin merebut perusahaannya.


“Maka mulai hari ini, di rumah ini tidak ada lagi asisten rumah tangga dan supir dan layanan  lainnya”


“Aku bisa gila kalau seperti ini, aku tidak bisa kalau tidak punya asisten rumah tangga, "rutuk Rosa.


“Aku tidak punya banyak uang untuk memberi gaji mereka.  Lakukan sendiri pekerjaan di rumah”


Rumah besar  itu mendadak sangat sepi,  kalau biasanya ada asisten rumah tangga, supir dan satu orang yang mengurus taman dan mengurus binatang peliharaan. Tetapi  hari itu rumah besar berlantai   dua itu tidak ada lagi orang dan tidak ada  aktivitas memasak  di dapur. Rosa  stres kalau biasanya semuanya harus di layani kalau ini ia kerjakan sendiri.


“Bagaimana aku hidup seperti ini?”

__ADS_1


“Belajarlah untuk Mandiri, kita akan masak dan mencuci pakaian  kita masing-masing"


Sudung pergi ke dapur dan ia memasak untuk  dirinya sendiri, melihat kenyataan itu, Rosa tidak mau, ia memilih pergi ke hotel dan  menjual   perhiasan miliknya.


‘Aku ingin lihat berapa lama   kamu bisa bertahan’ ucap Sudung setelah ia mengikuti Rosa dari belakang, wanita itu,  sudah terbiasa dengan kehidupan yang mewah dan glamor ia tidak akan mau diajak miskin.


Setelah Rosa keluar tidak beberapa lama, beberapa orang berpakaian rapi setelan kantor,  memasang tanda ‘Rumah ini disita bank. Sudung keluar dari sana  dan tinggal di sebuah  rumah sederhana.


                           *


Bonar menceritakan semuanya pada Vani, ternyata Vani mendukung Bonar untuk memimpin perusahaan, sebenarnya ia juga tidak tega kalau Lonax musnah, tetapi, ia tidak bisa berbuat banyak karena jajaran di sana tidak ada  berusaha bagaimana perusahaan itu tetap beroperasi.


“Lalu apa yang akan aku lakukan, ini berat bagiku di saat perusahaan hampir tumbang  Pak  Sudung, menyerahkan padaku”


“Itu artinya kamu akan berjuang, dia berpikir kamu mampu”


“Aku tidak akan mampu Vani .. mereka tidak akan mendengarkan ku, aku bukan siapa-apa,” ujar Bonar tidak percaya diri.


“Kalau begitu aku akan membantumu “


Bonar terdiam ia menatap wajah Vani dengan mata melotot, “ beneran!?”


“Ya”


“Kamu mau membantuku?”



“Oh, astaga kamu serius … Pak Sudung akan gembira mendengar kamu  memegang perusahaan, itu yang di tunggu-tunggu selama ini Vani, dia ingin kamu memimpin perusahaan”


‘Aku sudah punya Jonas  Karya, sebenarnya aku tidak butuh itu’ Vani membatin.


Sudung sangat terharu saat ia mendengar dari Bonar kalau Vani bersedia jadi wakil Bonar.


Karena  masalah kesehatan Sudung ingin menyerahkan perusahaan ke Bonar, karena Lonax  bukan perusahaan perseorangan, maka setiap keputusan  harus dirapatkan dengan para pemegang saham. Ia akan mengadakan rapat, tapi Vani sudah mendengar rencana busuk Iyos dan Andre, juga Rosa, maka ia membentuk rencana dengan Bonar.


Dugaan Vani benar, keputusan Sudung memilih Bonar, di tentang semua anggota dewan.


Ruang rapat .


“Kami tidak mengenal siapa Bonar  dan bagai rekam jejak karir dan pendidikan dia. Lalu bagaimana mungin Pak Sudung mengangkat jadi direktur?”


“Saya tidak setuju,” ujar yang lain.


“Saya  juga tidak setuju, kalau memang ini karena kesehatan Pak Sudung yang tidak memungkinkan, saya  punya kandidat, saya usul Pak Andre, kita lihat dari pemegang saham Terbesar,"ujar salah seorang anggota  dia kloni yang dibayar Iyus.


“Setuju,” ujar yang lain.

__ADS_1


Saat suasana dalam ruang rapat ribut-ribut, pintu terbuka.


“Maaf keberatan Pak  ketua.” Vani  tiba-tiba datang dari pintu, wajah Bonar yang tadinya tegang. Melihat Vani datang, ia langsung tersenyum percaya diri.



Tidak banyak orang yang tau kalau Vani anak Sudung pemilik Lonax, tetapi ia berhak bicara saat itu, karena ia juga salah satu pemilik saham di sana.


“Siapa dia?” bisik para anggota dewan saat melihat Vani tiba-tiba muncul menolak Andre yang jadi direktur utama.


Vani berdiri  di samping Sudung


“Sebelumnya saya minta maaf karena datang terlambat, dari bandara langsung ke sini. Perkenalkan saya Elisabet Stevani Situmorang anak dari Pak sudung"


“Ah, jadi  dia anaknya” suara- suara sumbang terdengar berisik seperti lalar.


“Saya  menolak Andre sebagai direktur, karena kalian memilih bukan karena kemampuan, tetapi  mengukur banyak kepemilikan saham,  maka saya punya calon juga


Silahkan masuk!


Datang seorang pria muda yang sangat tampan tinggi, putih, dia adalah adik Vani.


“Daren …?” Sudung menutup mulut karena terkejut.



“Perkenalkan ini adalah adik saya Daren Manathan Situmorang, saham dia sepuluh persen, saham saya tiga puluh persen , saham  Pak sudung dua puluh persen, saham suami saya  lima persen, jadi bila di total kami tertinggi ”


“Ha dia suaminya?


“Pak Bonar menantu Pak sudung?” mereka semua kaget.


Iyos dan Andre sangat marah,  ia menatap Bonar dengan sinis, rencana mereka menguasai perusahaan gagal total.


“Jadi, pemilik tertinggi saham di Lonax adalah Daren, jadi, dia yang berhak jadi direktur di perusahaan  ini. Bukankah begitu pak ketua? Vani menatap tajam seorang pria tua yang mereka panggil sebagai ketua.


“Oh, iya itu benar”


“Oh satu lagi, Pak Bonar adalah suami saya dan dia menantu pemilik perusahaan ini" mereka terdiam, ternyata orang yang selama ini mereka remehkan


“Baiklah setelah kami berunding … kami memutuskan  saudara Daren yang menduduki jabatan direktur dan Pak Bonar sebagai wakilnya, Keputusan sudah bulat SAH, Tok .. tok.


Vani wanita yang pintar, ia memberi kejutan untuk Sudung dan untuk ibu tirinya , terlebih untuk semua orang.


Bersambung


Bantu like vote ya jangan lupa akak-akak

__ADS_1


 Bersambung


__ADS_2