
Dalam acara show tersebut awalnya hanya Nur yang jadi bintang tamunya dan Vani sebagai pendamping, ternyata semua berubah, bukan hanya Bonar, Vani, Jonas, Nur yang diundang ke depan, ternyata mereka penasaran dengan sosok ibu yang melahirkan anak yang berkebutuhan khusus tersebut, wanita yang tegar dan tabah dalam menaungi gelombang kehidupan yang sulit selama ini.
“Apakah mama masih sehat?” tanya host.
“Mama masih sehat, ada duduk di sana,” ujar Vani, ia menunjuk ke arah bangku penonton di mana ia duduk bersama Rati dan Bony sebagai penonton.
“Maaf Kak, maksud saya mama yang melahirkan Kak Nur, bukan mama Kak Vani,” ujar host.
Vani tertawa, “maaf karena hubunganku sama ibu mertuaku sangat dekat, aku memanggilnya mama juga, karena, mamaku juga sudah meninggal,” ujar Vani tertawa malu.
“Oh, maafkan saya,” ujar host pria itu, mengatupkan kedua telapak tangannya untuk meminta maaf, karena merasa bersalah.
“Tidak apa - apa, mama yang melahirkan ku pulang ke penciptanya. jadi, mamaku yang sekarang hanya ibu mertuaku,” ujar vani santai.
“Baiklah … aku senang bicara dengan kakak, kamu itu smart dan godloking,” ujar pria itu memuji Vani, “ boleh dong mamanya datang ke sini,” ujarnya lagi, di bantu seorang pria berseragam kru televisi. Bu Lisda turun dari bangku penonton.
“Maaa … ama.” Nur kembali bertindak seperti anak-anak, ia berlari ke arah penonton dan membantu mamanya duduk dengan mereka.
“Ibu, apa rahasianya punya hati yang sabar seperti ibu, aku dengar ibu tidak pernah meninggalkan Nur, kemanapun ibu pergi akan selalu membawa kakak Nur … katanya pernah ingin membawa Nur ke rumah saki khusus dan ibu tidak mau, apa alasannya?”
“Seorang ibu tidak akan mau dijauhkan sama anak-anaknya, aku mencintainya dengan segala kekurangannya, aku mencintainya karena dia anak yang aku lahirkan, hanya seorang ibulah yang mencintai seorang anak dengan tulus dengan segala kekurangannya,” ujar Bu Lisda. Bonar hanya diam, karena di masa lalu ia pernah meninggalkan keluarganya, tetapi kali ini, ia akan selalu ada untuk mereka.
“Apa pesan ibu untuk ibu yang memiliki Anak berkebutuhan khusus seperti kak Nur.”
“Cintai mereka dengan sepenuh hati, karena itu cara Tuhan menyediakan ladang pahala atau berkat untuk orang tua yang memiliki anak istimewa,” ujar Bu Lisda, kata- kata motifasi dari Bu Lisda membuat penonton di studio
Saat sedang bincang- bincang Nur, mulai gelisah, ia mulai mengoyang- goyangkan tubuhnya kanan kiri, itu artinya, ia sudah mulai merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Vani buru- buru mengambil tas berisi eskrim stoberi dalam box dari belakang studio, lalu Jonas memberikan ponsel dan membiarkan Nur menonton tontonan anak-anak, menempelkan headset ke kuping wanita itu, dengan begitulah ke adaan aman, kalau terus dipaksakan , dia akan berjalan mondar mandir dan memegang semua barang. Tapi lagi- lagi Jonas mampu menenangkannya, apa yang di lakukan bocah lelaki itu menyita perhatian mereka semua anak yang mandiri dan pintar.
Nur duduk dengan tenang, barulah obrolan kembali berlanjut, saat di tanya, Jonas memuji Bonar, sementara Bonar memuji istrinya yang pintar dan punya hati yang sabar, sementara Vani memuji sang ibu mertuanya menyebut Nur dan Bu Lisda malaikat penolong dalam hidupnya, sementara Bu Lisda memuji Vani wanita yang punya hati luas seperti Danau Toba. Mereka saling memuji satu sama lain, keluarga mereka mendapat penghargaan dari acara tersebut sebagai keluarga inspiratif.
**
Setelah acara tersebut Nur dan Bonar Viral dan terkenal.
Ternyata tidak semua orang senang dengan ketenaran, sama halnya dengan Vani, tujuannya ikut mengikutkan Nur hanya ingin menginspirasi orang agar tidak malu dengan anak dan keluarga yang punya keterbelakangan mental, karena dibalik kekurangan mereka bisa saja tersimpan talenta luar biasa .
Namun yang terjadi setelah acara tersebut keluarga mereka tidak tenang, hampir setiap jam orang yang datang bertamu ke rumah dan ke rumah ingin melihat kegiatan sehari-hari mereka terlebih Nur dan Jonas.
Tidak ada privasi dalam keluarga mereka, ketenangan keluarga itu seolah-olah direnggut para pemburu berita dan pembuat konten.
“Ternyata tidak enak jadi publik figur ya Ma, apa kita melakukan kesalahan dengan mengekspos kehidupan mereka berdua?” tanya Bonar setelah beberapa minggu.
“Kan aku sudah bilang Pah, untuk terjun ke dunia hiburan harus kuat mental,” ujar Vani, ia memijit lengan Bonar yang terpelintir saat mereka menghindari wartawan hari itu.
Karena setelah dari aksi panggung Nur malam itu yang menghebohkan stasiun Televisi menjadi Viral, banyak acara televisi dan Podcast yang mengundang Jonas dan Nur, dua orang yang memiliki talenta yang luar biasa. Satu seniman dan satu lagi anak genius dua orang tidak bisa terpisahkan. Nur, tidak bisa lepas dari Jonas, bagi wanita itu Jonas itu segalanya dan akan melakukan apapun untuk anak tampan itu. Sementara Jonas sangat sayang sama Nur.
Karena sering diundang ke berbagai acara televisi dan diundang ke berbagai podcast artis, mereka berdua jadi terkenal, awalnya Bonar merasa baik-baik saja , karena mereka tujuannya untuk memperkenalkan yayasan NUR dan hal itu berhasil, menurut orang yang mengurus yayasan, makin banyak orang yang datang ke tempat mereka bahkan ada beberapa pejabat dan artis yang jadi donatur di sana.
Tetapi imbasnya Bonar mengalami dampak yang paling nyata, ia merasa terganggu karena sering sekali para pemburu berita mendatangi sekolahnya dan menunggunya pulang sekolah untuk melakukan wawancara. Hari itu Jonas sangat capek dari sekolah karena memang ada ujian praktek di kelasnya, lalu ia mengabaikan wartawan yang menunggunya.
Tiba-tiba salah seorang youtuber memaki-maki Bony yang mencoba menghalangi mereka.
“Maaf ya Mas … di sangat capek, dia baru pulang sekolah,’ ujar sang supir dengan sopan, ia membantu Jonas masuk ke dalam mobil.
“Kami sudah menunggu di sini selama empat jam Pak.”
__ADS_1
“Tapi kami kan tidak meminta mas, masnya untuk menunggu, lain hal kalau kita sudah ada janji sebelumnya lalu kami mengabaikan kalian,” ujar Bony dengan nada sopan.
“Ya Ela supir saja Lu belagu, jangan jadi artis dong kalau tidak mau diajak foto,” ujar lelaki itu lagi.
“Mas … dia bukan artis dia hanya anak pintar,” bela Bony.
“Sudah, sudah sana Lo!” Lelaki itu mendorong Bony.
“Nanti akan tamat riwayatmu,” ujar Jonas, ia mengepal tangan sang youtuber, ia membaca nama lelaki dan menandainya.
Jonas membuka kaca mobil lalu merekamnya kelakuan kasar lelaki itu, tidak lama kemudian berita tentang Jonas anak yang sombong muncul di pemberitaan
Kalau hal itu Vani masih bisa sabar, tetapi yang membuat Bonar geram, justru keluarga sendiri yang seakan-akan membenarkan berita miring yang menimpa Jonas.
Karena banyak berita yang membuat kepalanya pusing, Bonar ingin memboyong keluarganya liburan.
Bukan hanya itu ada satu hal yang membuat Bonar dan Vani tertawa kecut, setelah keluarga mereka terkenal, semua orang mendadak mengaku keluarga Bonar.
“Kenapa, Pah?” tanya Vani saat mereka berdua menikmati serapan.
“Lihat inang uda Lina, tiba-tiba dia membuat pengakuan di facebook kalau dia keluarga kita, kenapa baru sekarang dia mengaku keluarga, aji mumpung,” ujar Bonar mendesis jengkel.
“Bukan hanya dia Bang, lihat namboru yang sombong itu, sekarang dia baru menyebut kamu paraman kesayangan, padahal saat kami pertama bertemu dia menyebutmu anak tidak bisa diandalkan sama inang, dia menjelek -jelekkan kan sama inang," tutur Vani.
“Lihat saja nanti, akan banyak yang mengaku keluarga nanti,” ujar Bonar.
Keluarga bapa uda Bonar dan namborunya mengaku sangat dekat sama keluarga mereka
__ADS_1
Bersambung