In 30th.

In 30th.
14.


__ADS_3

" Selamat pagi." Sapa seorang lelaki tampan yang mengenakan kemeja putih yang sudah berdiri tegap di hadapan Dera.


" Ini airnya sudah siap Nona." Al terengah-engah setelah menjunjung sebuah bak besar berisikan air hangat untuk merendam kaki Dera.



Aldi Al Fariz. Asisten pribadi sekaligus calon Dera.


" Makasih..." Ucap dera dengan suara manjanya.


" Kamu lelah? Masa hanya angkat air saja lelah. Apa tubuhmu yang kekar itu hanya bohongan? Aku jadi penasaran ingin menyentuhnya." Kata Dera yang entah mengapa jika di hadapan Al dia akan sangat manja dan suka sekali menggoda Al.


" Mbak, sudah ya. Jangan pegang-pegang saya. Kita belum Halal. Sebasar apapun tubuh orangnya kalau sepagi ini sudah mengangkat bak sebesar ini bolak balik sebelas kali pasti dia akan lelah. Mana luas mansion Mbak ini sudah seperti gedung stadion." Dengus Al kesal.


" Ya, selama kamu ga mau aku colek ya, terus aja kamu angkat bak besar ini dan ganti airnya. Sebanyak yang aku mau." Ancam Dera tanpa rasa malu menggertak demi kesenangan pribadi.


" Tidak! Terimakasih lebih baik aku kelelahan." Tolak Al.


" Ih, sombongnya! Tidak semua lelaki beruntung ya mendapat sentuhan dari wanita cantik sepertiku."Dera mengedipkan matanya berkali-kali dengan genitnya.


" Mbak, laki laki beruntung itu hanyalah lelaki yang mendapatkan istri yang bisa menjaga tubuh dan kesuciannya untuk Suaminya saja." Jawab Al yang kini berjongkok untuk melarutkan garam di bak air hangat yang merendam kaki Dera.


" Berarti kamu beruntung Dong." Celetuk Dera.


" Apa maksud Mbak sih?" Al hanya merespon sekedarnya.


Al tahu benar jika majikannya ini sangat manja dan suka menggoda. Tetapi Al tidak tahu jika majikannya akan sangat galak dengan orang lain. Sikap manis itu hanya di tunjukkan di hadapan Al seorang.


Maklumlah selama Al bekerja dengan Dera satu bulan ini. Dera sama sekali belum menginjakkan kakinya di kantor. Dera masih beristirahat di rumah dan tetap diatas kursi roda.


" Ya kan, aku calon istrimu." Celetuk Dera dengan sungguh-sungguh.


" Ga usah ngajak bercanda deh Mbak." Al kini pasrah dan duduk di rerumputan.


Al tidak mau menggubris perkataan Dera baginya Dera mungkin hanya terpesona akan tubuh dan juga tampangnya saja. Tidak mungkin Dera akan mencintai pria yang terpaut 4 tahun lebih muda darinya. Itu anggapan Al.


Tetapi di dalam hati Dera. Dia sudah sangat yakin seratus persen akan targetnya ini. Lelaki baik dari keluarga sederhana dengan latar belakang keluarga yang jelas.


Rahasia Ayah Dera terbongkar saat dera terkapar di rumah sakit. Ternyata Aldi adalah orang suruhan Ayah dera untuk mengawasi dan menjauhkan putrinya dari para penjilat. Dera kini berada di atas angin setelah memegang kebenaran itu. Dan Dera adalah anak semata wayang yang menguasai hati Ayahnya. Apapun kata Dera Ayahnya akan mengikutinya.


" Ya, kan kita akan menikah." Ucap Dera tiba-tiba.


"A... apa Mbak?" Tanya Al yang merasa salah pendengaran.


Belum sempat Dera menjawab.

__ADS_1


" Hacuh!"Al bersin tepat di hadapan Dera.


Dera sekektika cemberut karena terkena semburan Al yang terjadi tanpa sengaja.


" Siapa yang akan menikah?" Tanya Ayah Dera (Tuan Dewa Satria)


" Ayah." Seru Dera yang berpura-pura terkejut dan antusias dengan kehadiran Ayahnya. Padahal ya.. Dera sendiri yang mengatur semuanya.


Ayah dan anak itu saling berpelukan seolah melepas rindu.


"Mana Bunda?"Tanya Dera mencari keberadaan Ibundanya.


" Hai sayang!"Bunda Elvi memeluk dan menciumi wajah Dera.


" Bunda," Dera tersenyum hangat.


" Siapa yang akan menikah?" Tanya Ayah Dewa lagi.


" A... aku yah." Jawab dera seolah gugup.


" Kamu? Memang siapa calonmu Nak?" Tanya Bunda Elvi berpura pura tidak tau.


" Dia." Dera menunjuk Al yang berdiri di sampingnya.


" Apa?" Seru Ayah Dewa seolah terkejut.


" Tapi Bunda, kita saling mencintai." Bohong Dera.


" Ti... tidak Tuan, Nyonya. Tidak seperti itu kami tidak ada hubungan apapun. Saya hanya sebagai asisten saja." Ucap Al yang ketakutan setengah mati.


Dari yang Al dengar jika sudah marah maka majikannya bisa berbuat apapun tanpa ampun.


Dera tersenyum licik melihat ekspresi Al yang kini berlutut memohon ampun di hadapan Ayahnya.


" Ayah tidak setuju akan hubungan kalian ini. Kalian pikir apa ini hanya main-main? Carilah calon suami yang baik Dera." Kata Ayah Dewa.


" Kami tidak main-main Ayah bahkan kami sudah melakukannya. Aku... " Kata Dera terputus.


Al hanya bisa menangkupkan tangannya memohon dan masih shock dengan apa yang terjadi.


" Melakukan apa?" Tanya Bunda Elvi yang seoah polos.


" Aku hamil!!" Seru Dera berteriak.


" Apa! kamu hamil?" Bunda Elvi akan memerankan bagiannya dengan baik.

__ADS_1


Dan,


Brugh!


Bunda Elvi jatuh pingsan.


"Sayang kamu kenapa?"Ayah Dewa menepuk nepuk pipi istrinya pelan.


"Dera, ayah tidak mau tau, pokoknya malam ini dia harus menikahimu atau aku lenyapkan saja dia!" Ancam Ayah Dewa yang meninggikan suaranya.


Ayah Dewa membopong bunda Elvi menuju kemobil dan pergi meninggalkan Dera dan Al di taman. Al meremas rambutnya frustasi dan sesekali dia seperti ingin menggigit keki mulus dera yang ada di depannya.


"Mbak Dera! Apa kamu sudah gila?" Seru Al yang termakan emosi.


" Iya Al aku gila. Aku tergila-gila padamu Al." Jawab Dera tanpa ada rasa bersalah dan itu semakin membuat Al merasa frustasi dan berteriak-teriak melepaskan amarahnya.


" Melakukan, melakukan apa kita? Merendam kaki?Atau aku bersin di hadapanmu membuatmu hamil?"


"Kamu hamil apa Mbak? kuman atau bakteri? Aku tidak habis fikir dengan gaya bercandaku Mbak." Ketus Al marah.


"Al, aku serius ingin menikahimu. Atau kamu mau nyawamu dan keluargamu terancam karena amarah Ayahku? Belum lagi kalau ada apa-apa dengan Bunda. Pasti kamu yang akan jadi sasarannya." Ucap Dera sambil menjentikkan kukunya seolah membersihkan sesuatu.


" Apa tidak ada cara lain? Aku belum siap menikah Mbak. Aku tidak punya apa-apa. Baju dan semua yang aku pakai ini pun atas pemberianmu. Aku juga belum bisa membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuaku." Ucap Al frustasi.


" Bisa, jika kau menikahimu maka kita bersama akan membahagiakan mereka." Jawab Dera yang tersenyum manis dan menangkup wajah Al lalu memandang kedua manik Al dengan lekat.


" Percayalah Padaku Al, dan belajarlah untuk mencintaiku." Kata Dera dengan tatapan yang mencoba meyakinkan hati Al akan apa yang terjadi selanjutnya.



" Aku butuh waktu untuk berfikir Mbak." Jawab Al yang melepaskan tangan dera dari kedua pipinya lalu pergi meninggalkan Dera.


💬: Gengs, nanti malam aku menikah, datang ya.


Dera mengirim pesan kepada dua sahabatnya.


Di hunian Julian.


Ponsel Tania bergetar saat dia tengah membereskan makanan Julian. Ini hari Minggu dan Julian tidak ke kantor. Suatu kejadian yang langka dimana Julian mau berdiam diri di rumah setelah kejadian itu.


" Mas, boleh aku pergi nanti malam kerumah Dera?" Ucap Tania meminta ijin.


" Pergilah bukan urusanku. Untuk apa meminta ijin, sedangkan untuk berfoto bersama laki-laki lain saja kamu tidak meminta ijin." Ketus Julian tanpa menatap Tania.


Di rumah Mayang.

__ADS_1


" Siapa sih ganggu orang lagi PW aja."Mayang kemudian melihat pesan masuk.


"Gila Nih bocah, tau tau mau menikah aja. Eh siapa calonnya ya?Kurang ajar anak satu ini perlu di kasih pelajaran. Enak saja dia tiba-tiba menikah tanpa memberitahu siapa calonnya." Geram Mayang yang malah marah-marah tidak jelas setelah membaca pesan Dera.


__ADS_2