In 30th.

In 30th.
21.


__ADS_3

Acara akad telah selesai, para tamu undangan sudah berpamitan satu persatu meninggalkan kediaman Tuan Dewa.


Dera sedari selesai akad sudah bergelayut manja di lengan Al. Mayang undur diri dan bergegas pulang.


Kini tinggallah Dera dan Al di kamar yang sama. Dera sangat berbinar tetapi Al seperti sedang memikirkan sesuatu. Banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya saat ini.


" Assalamualaikum." Ucap Al menyapa Dera yang kini sudah sah menjadi istrinya.


" Wa'alaikum salam Sayang." Sahut Dera dengan bahagia.


Jantung dera berdegup kencang Dera merasa salah tingkah atas sapaan kecil Dari Al. Pipi Dera sampai bersemu merah.


" Kamu mau ganti baju Sayang? Aku ambilkan Ya?" Kata Dera yang mencoba melayani suaminya dengan baik dan lemah lembut.


" Iya. Ta... tapi aku bisa mengambilnya sendiri. Kamu juga ganti bajumu. Apa kamu bisa tidur dengan memakai kebaya?" Tanya Al dengan menaikkan alisnya.


" Al..., Kebayaku. Kamu saja yang unboxing Ya. Inikan malam pertama kita." Dera dengan sengaja menggoda Al sambil mengusap perlahan dada bidang Al yang masih memakai kemeja putih.


Dia seperti ini kepadaku padahal kita belum kenal lama. Atau jangan-jangan benar yang di bicarakan oleh kedua kerabatnya tadi? Batin Al kembali memikirkan ucapan Tante Dera.


" Ehem! Aku Ke kamar mandi dulu." Al berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya akan setiap sentuhan Dera.


" Ih, dulu sebelum menikah dia bilang jangan kita belum Halal. Sekarang sudah halal aku minta di unboxing, masih saja banyak alasan." Gerutu Dera yang kesal sambil menghentakkan kakinya ke lantai dan kemudian berganti baju di kamarnya.


Dera membersihkan riasanya dan berganti baju, sebuah pil kecil langsung di minumnya. Dera memakai penutup mata untuk menghilangkan silau yang menyorot matanya.


" Sebel banget aku. Katanya kucing mana yang ga doyan ikan asin. Eh manusia si pembuat pepatah, Kau Tangok aku ni ya. Aku ini ikan salmon segar bukan ikan asin lagi. Tapi kau tengok suamiku itu ya. Tak doyan dia dengan aku." Gerutu Dera lirih dengan kesalnya lalu membenamkan kepalanya ke dalam selimut.


Dera benar-benar kesal setelah mendapat gelagat tidak mengenakkan dari Al dimana Al secara halus sudah menolak keinginan Dera.


Perlahan Al melongok keluar dari kamar mandi. Al mengelus dadanya lega setelah mendapati Dera yang sudah tertidur.


Huft!


Akhirnya dia tertidur juga.


Aku tahu dengan pernikahan ini setelah mendengar perkataan mereka tadi.


Bagaimana jika memang benar Dera sedang hamil anak orang lain?


Aku harus bisa meredam nafsuku saat bersamanya setidaknya sampai kebenaran terungkap.

__ADS_1


Pikir Al setelah mulai melangkah mendekat ke arah ranjang.


Al dan Dera terlelap dan mengarungi mimpinya masing masing. Al masih berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya yaitu kamar Dera.


Sampai pagi menjelang, Al terbangun dan melihat Dera yang masih terlelap dengan gayanya yang abstrak. Bahkan kaki dera sudah menumpang di atas dada bidang Al dan nyaris saja jempol kaki Dera masuk kedalam lubang hidung Al.


" Cantik sih, tapi gaya tidurnya." Al menggelengkan kepalanya dan mengulum senyum saat melihat dera yang tertidur sambil mendengkur halus.


Al mengambil ponselnya dan memotret Dera. Di jadikannya Foto Dera sebagai wallpaper dan juga foto kontak.


Al tersenyum saat lagi-lagi otaknya menyadarkannya jika wanita yang masih pulas itu adalah istrinya saat ini.


" Mbak, mbak." Al mengguncang tubuh dera perlahan.


" Hemm!" sahut Dera malas. Hatinya masih kesal dengan apa yang terjadi semalam.


" Bangun Mbak, ini sudah pagi."


" Aku bukan mbakmu! Aku istrimu Al!!" Seru Dera dengan suara seraknya khas bangun tidur.


" Lalu harus dengan sebutan apa aku memanggilmu?" Tanya Al dengan polosnya.


" Oh... Beb. Apakah kamu marah denganku gara gara kejadian tadi malam?" Tanya Al yang kemudian berhasil menyinggung Dera dan seketika Dera duduk.


" Jelas lah. Kamu tau dulu waktu kita belum Halal katamu jangan mbak, kita belum Halal. Tapi setelah kita halal kamu malah sengaja menghindari ku." Ucap Dera dengan nada menye-menye dan bibir yang mengerucut sebal.


" Iya maaf." Ucap Al spontan mengusap kaki Dera yang berada dekat dengannya.


" Ga usah sentuh sentuh ah. Awas sana, kamu ga suka aku pegang kan?" Dera kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Al menggaruk kepalanya yang tak gatal. Al bingung dengan sikap Dera yang sebenarnya.


" Baby, marah? Yaelah Beb, baru nikah semalem udah marahan aja." Desis Al menggoda Dera.


" Beb... " Al mengguncang tubuh Dera lagi namun tidak ada jawaban.


" Eh, bangun. Pagi pagi itu melayani suami. Buatkan kopi atau apa gitu." Celetuk Al yang sebenarnya sudah ingin menyesap kopi di pagi hari.


" Apa? Layani? Semalam aku minta hak ga kamu kasih? Aku cuma minta kamu unboxing Al. Kita sudah Halal."


" Ya maaf, aku belum bisa. Kita juga belum terlalu mengenal satu sama lain secara dekat." Ucap Al.

__ADS_1


" Bodo amat!" Sahut Dera malas yang kemudian kembali tertidur.


Al terkekeh kecil dengan aksi mogok yang di lancarkan Dera. Al bergegas menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya. Selesai mandi Dera masih juga terlelap membuat Al curiga.


Al hendak mengeringkan rambutnya. Dia ingin bertanya kepada Dera soal hairdryer tetapi tidak enak hati. Al masih takut kalau Dera masih marah dengannya. Al membuka laci meja rias perlahan dan tak sengaja menjatuhkan sebuah botol obat.


Al membaca dan juga mengenali kandungan obat tersebut. "Obat tidur? Untuk apa dia mengonsumsi obat ini?" Al mengernyitkan dahinya keheranan.


Al ingin turun kebawah, tetapi tidak berani. Semua masih terasa asing baginya. Al kemudian hanya kembali duduk di ranjang dekat dengan Dera dan memijit lengan dera dengan lembut. Dera yang merasakan ada sentuhan di lengannya yang semakin membuatnya nyaman kemudian membuka matanya.


Di lihatnya wajah lelaki yang sangat lekat di sampingnya.


" Al kita unboxing sekarang yuk?" Ucap Dera penuh gairah.


" Sekarang🤔?!" Al tercengang.


" Morning kiss ,😘!"


" Cup!!" Dera mencium bibir Al.


Al hanya terdiam membeku, dia tidak menolak tapi juga tidak membalas. Dera semakin liar dengan nafsunya. Sementara Al hanya menikmati suguhan yang Ada.


Ritual suami istri akhirnya terjadi diantara mereka berdua. Saat benda tumpul berotot sudah mulai memasuki liang hangat, Al terkejut karena ekspresi Dera hanya biasa saja.


Tidak ada selaput yang menghalanginya. Al sontak berhenti begitu saja saat miliknya masih tertanam di lubang Dera. Sementara dera sudah melengkuh mengeluarkan desahannya.


" Kenapa berhenti?" Tanya Dera.


" Kamu sudah tidak perawan lagi Beb?" Tanya Al yang terlihat sangat terkejut hingga nafsunya menghilang seketika dan layu kembali gumpalan otot andalannya.


" Al... Maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi aku bisa menjelaskan semuanya." Ucap Dera yang memahami kekecewaan di wajah Al.


" Maaf, aku mandi dulu." Al bergegas beranjak dari atas tubuh Dera dan kembali menuju ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Al mengguyur tubuhnya dengan air hangat.


Aku yang salah, mengharapkan segel yang masih tertutup di tengah pergaulan dan gaya hidupnya yang bebas.


Al, Al, kamu banyak berharap!


Jika dia sudah tidak suci lagi, berarti semakin besar kemungkinan apa yang di bicarakan oleh kerabatnya kemarin?

__ADS_1


__ADS_2