In 30th.

In 30th.
37.


__ADS_3

Al melangkah masuk kedalam rumahnya, terlihat gelap karena sebagian lampu sudah padam, hanya lampu kamarnya yang masih menyala.


Al mandi di kamar madi luar dia tidak ingin Dera mencium bau keringatnya dan juga noda dari debu dan tanah yang menempel di kemejanya.


Saat berangkat, layaknya pekerja kantoran Al memakai kemeja panjang yang rapi berwarna merah maroon lengkap dengan dasinya yang berwarna hitam bergaris merah. Tampak serasi dan menawan di pandang mata. Dera saja sampai was-was kalau-kalau suaminya akan di lirik banyak wanita.


Tapi nyatanya semua itu di lepasnya dan berganti hanya memakai kaus dan celana yang kusam. Al hanya menjadi buruh panggul karena mencari pekerjaan serabutan di hari libur itu sangat sulit. Kalau dulu dia bisa bergantung menjadi mata-mata ayah Dewa dan mengambil cuti kuliah, sekarang Al sudah tidak bisa.


Ayah Dewa menginginkan menantunya hanya fokus dalam menyelesaikan semesternya. Tetapi Al juga merasa wajib bertanggung jawab penuh akan semua kebutuhan Dera.


Al masuk kedalam kamarnya dengan langkah lebar dan berjinjit hanya memakai handuk sebatas pinggang.


Semoga Dera sudah tidur pulas. Harap Al sedikit was-was.


"Dari mana?" Tegas Dera langsung menanyainya.


" Eh sayang, belum tidur?" Tanya Al yang sudah salah tingkah dan tertangkap basah menyelinap masuk.


" Belum, kamu dari mana?" Tanya Dera dengan tangan yang melipat ke dada dan pandangan matanya tajam menyorot Al.


"Kerja Sayang. Maaf tadi banyak consumer jadi lupa mau kasih kabar." Jawab Al berbohong dan tergesa-gesa ingin memakai bajunya.


" Consumers apa yang bikin kamu pulang semalam ini. Dan itu?..."Ocehan Dera terhenti saat matanya melihat pundak Al terlihat lebam dan membiru juga lecet di permukaan kulitnya.


" Ay, kamu habis berantem atau ngapain sih?" Dera menaruh curiga lalu mendekat dan mengamati kedua mata Al untuk menemukan sinyal kebohongan di sana.


Al tidak berani menatap mata Dera " Aku, tidak berantem kok. Cuma kerja." Jawabnya dengan gugup.


" Kamu kerja apa Ay? jujur sama aku." Desak Dera.


Al berjalan keluar kamar dan kembali lagi membawa Tasnya. " Ini untukmu Sayang." Kata Al tanpa mengangkat wajahnya yang menunduk.


" Sini." Dera menarik tangan Al dengan perlahan menuju ke tepi ranjang.


" Pelan Sayang. Tanganku agak pedih."Keluh Al yang membuat Dera langsung melepas tangannya dan membalikkan telapak tangan Al.


Air mata Dera luruh begitu saja tanpa aba-aba saat melihat tangan Al yang juga mendapat beberapa luka


"Ini kenapa?" Dera cemas.


" Hei, jangan menangis aku tidak apa-apa. Ini hanya kecelakaan kerja sayang. Cuman lecet." Al tersenyum getir.

__ADS_1


" Kamu tadi kerja apa Ay, Sampai tanganmu, pundakmu, seperti ini?"Dera menuntut kejujuran Al dengan isaka tangisnya.


Dera duduk di samping Al dan memeluk pinggang Al. " Cerita tadi kamu seharian ngapain aja?" Rengek Dera dengan suara sengaunya.


" Maaf, aku tadi pagi berbohong. Aku bekerja menjadi buruh panggul di kebun jeruk." Jujur Al tanpa berani melihat mata Dera.


"Ay, kenapa sampai seperti itu sih? kamu kan bisa kerja di perusahaan Ayah atau di mall ku. Jangan gengsi sayang." Bujuk Dera dengan tatapan matanya yang sendu.


" Hem" Al tersenyum simpul lalu mencium kening Dera.


" Sayang, tolong hargai keinginanku untuk menafkahimu dengan keringatku. Aku tidak memiliki gelar yang setara untuk bergabung dalam perusahaan Ayah. Juga untuk bekerja di Mall milikmu, bukankah itu seperti istri yang menggaji suami?" Al balik bertanya dengan nada lembut sehingga membuat Dera semakin erat memeluk dan menangis di dada bidang Al.


" Lihat ini, aku punya tabungan. Aku ingin membicarakannya denganmu. Dengan uang ini aku ingin membangun sebuah usaha mandiri. Setidaknya dengan begitu setiap harinya aku bisa menafkahimu walaupun tidak banyak." Ucap Al dengan tulus lalu memberikan sebuah buku rekening kepada Dera.


" Ini apa Ay?" Dera masih tersedu sedu sambil sesenggukan menahan tangisnya.


Dera melihat nominal tabungan Al yang jumlahnya tidak mencapai seperempat dari harga mobil dera yang paling jelek. Seratus Dua puluh tujuh juta rupiah.


" Aku hanya berhak yang 100 juta Sayang. Yang 10 juta untuk ibu, dan sisanya untuk makan kita." Kata Al menjelaskan.


" Ay, kamu?" Dera tidak mampu berkata-kata lagi. Dera menangis bahagia, dia merasa beruntung telah mendapatkan suami seperti Al. Dimana sebelumnya mantan mantan dia terdahulu hanya memanfaatkannya untuk harta. Tetapi sekarang dia mendapatkan suami yang mati Matian ingin menafkahinya dengan jerih payahnya meski tak seberapa.


" Sudah jangan menangis, nanti cantiknya luntur. Lihat maskaramu sudah meleber kemana-mana." Al menggoda istrinya lalu mengusap air mata Dera dengan ibu jarinya.


Dera terdiam sesaat, menyimpan buku tabungan milik suaminya lalu dengan tiba-tiba Dia menerkam Al sampai terbaring di ranjang lalu mengungkung tubuh Al seolah menguncinya.


" Biarkan aku memanjakan mu malam ini sayang." Sebuah kerlingan di akhir ucapan membuat bulu kuduk Al meremang dan sesuatu yang tertutup handuk di bawah sana mulai tergugah.


Al hanya mengangguk senang dan menunjukkan senyum manisnya dengan tangannya yang sudah melingkar di pinggang sang istri.


Kecupan kecupan kecil di leher Al, membuat Al semakin bergairah. Menjalar menuju ke Dada bidang Al membuat Al menggeliat, naik ke bibir, Dera mel****t dengan dahsyat dan terasa nikmat.


Bibir Dera terus saja menelusuri setiap centi dari kulit Al. kembali turun hingga berhenti dan berpusat pada sesuatu yang tegak di bawah sana tapi bukan keadilan.


Dera meraba dengan halus, semakin membangunkan syahwat suaminya lalu menyesapnya dengan lembut perlahan seperti sedang menikmati sebuah ice cream yang mulai meleleh.


Memainkannya naik turun sampai sang empunya melengkuh dengan desahan lirih.


" Sayang, bisa segera di mulai?" Lirih Al yang tidak sabar.


" Tentu Ay." Balas Dera dengan smiriknya yang mematikan. Tatapan nakal yang syahdu semakin membuat darah Al berdesir hebat.

__ADS_1


" Ah....!" Desah Dera ketika memulai aksinya.


Suara decitan kaki ranjang mulai terdengar sayup-sayup menyisip diantara kesunyian malam. Melepaskan hasrat yang telah mereka salurkan membuat keduanya berhenti setelah mencapai klimaksnya.


Kini keduanya terbaring di atas ranjang. Dera masih berada di atas tubuh Al. Saling berbagi kehangatan dan kenikmatan.


" Keluar berapa kali Sayang?" Tanya Al yang sedari permainan merasakan jika istrinya sungguh bernafsu.


" Tiga, Eummm....., empat deh kayaknya." Jawab Dera sembari mengingat kembali berapa banyak dia mengeluarkan cairan lengket itu.


" Lagi yuk?" Pinta Al sambil tersenyum nakal dan menggesekkan hidungnya yang mancung dengan hidung Dera.


" Kamu serius Ay? Tapi aku lelah." Tolak dera yang sedari tadi menyuguhkan permainan panasnya.


KRUK. . . . !


Bunyi khas suara usus yang telah kosong tanpa ada yang dapat di proses.


" Makan dulu yuk, kamu dari pagi belum makan kan Ay?" Tanya Dera yang kemudian turun dari atas tubuh Al dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan sisa permainan mereka.


" Oke, aku tadi pagi makan kok Sayang." Jawab Al dengan senang karena sikap perhatian dari istrinya yang mengkhawatirkan jam makannya.


Sikap manis dan juga perhatian dera berubah seratus persen setelah mereka menikah dan berbaikan. Dera menjadi lembut, manis, dan manja. Tak seperti dulu saat menjadi atasannya Dera adalah sosok yang galak dan tergolong sadis.


*


*


*


" Gimana, enak kan?" Tanya Dera yang menunggu anggukan dari Al atau sekedar jawaban YA.


" Enak sekali Sayang." Jawab Al yang terus melahap nasi dan nugget ayam yang ada di hadapannya.


" Itu aku yang goreng loh." Ucap Dera menanti


pujian lagi meski yang di maksud memasak hanyalah menggoreng nugget.


Walaupun hanya lauk dengan nugget ayam dan saus botol tetapi Al tidak mempermasalahkan hal itu. Al tau benar bagaimana sikap manja istrinya sebelum menikah dan sekarang sudah berubah. Al sangat menghargai itu. Perbincangan hangat dan sesekali diiringi gelak tawa juga usapan sayang Al kepada sang istri membuat hati Dera seperti dipenuhi oleh jutaan kupu-kupu yang menggelitiknya.


Dera sungguh bahagia. Namun bagaimana dengan kedua sahabatnya?

__ADS_1


__ADS_2