Istri Di Atas Ranjang

Istri Di Atas Ranjang
Kamu yang memulai duluan.


__ADS_3

"Kanzo, kamu mau kemana?. Kamu baru semalam pulang sudah mau pergi lagi" tanya Bella melihat Kanzo menyusun beberapa pakaian ke dalam travel bag.


Kanzo memutar tubuhnya ke arah Bella, lalu menghela napasnya.


"Zo, jangan pergi, aku mohon, aku membutuhkan mu." Bella meneduhkan pandangannya ke arah Kanzo.


"Tapi aku harus pergi" Kanzo kembali menyusun pakaiannya ke dalam travel bang.


Bella memperhatikan travel bag berukuran besar itu, isinya sangat banyak. Berarti Kanzo ingin pergi lama. Dan juga di dalamnya ada perlengkapan Areta.


"Kamu mau membawa Areta?" tanya Bella lagi mendekati Kanzo.


"Iya, kenapa?."


"Aku ikut."


Kanzo langsung menghentikan gerakan tangannya dan menoleh ke arah Bella yang berdiri di sampingnya.


"Kamu di sini aja, kamu lagi hamil muda, tidak bagus ikut bepergian" tolak Kanzo.


"Kamu pasti ingin menemui Marya 'kan?" teriak Bella tiba tiba." Kamu pikir aku gak tau hubungan kalian?. Aku tau kalian sudah menikah!. Tapi aku coba untuk memendamnya, berharap kamu hanya menggunakannya untuk bersenang senang!. Ternyata wanita jal*ng itu sudah berhasil mengambil hatimu!."


plak !


Bella langsung terdiam dan memegangi pipinya yang terasa panas karena Kanzo menamparnya.


"Jaga bicaramu Bella" geram Kanzo.


Bella yang di liputi amarah, menatap Kanzo dengan tubuh bergetar dengan air mata yang mengalir di pipinya. Sakit, suaminya menamparnya demi membela wanita lain. Menyakitinya demi wanita lain.


Kanzo yang tak sadar menampar Bella memejamkan matanya dengan wajah menengadah ke atas. Ini pertama kalinya ia melakukan kekerasa. Ia hilang kendali mendengar Bella meneriakinya dan tidak terima Marya dikatakan wanita jal*ng. Marya wanita baik baik, dialah yang memaksa Marya untuk menjadi istrinya.


"Kamu menamparku demi wanita lain Kanzo!. Kamu lupa, kamu yang membujukku supaya mau menikah denganmu?" ucap Bella dengan bibir bergetar.

__ADS_1


Dari dulu Kanzo sangat mencintai Bella, Kanzo menyukai Bella dari jaman mereka kuliah. Kanzo terus mengejar ngejar Bella, tapi Bella sering menolaknya. Namun Kanzo tidak menyerah, sehingga Kanzo terus membujuk Bella supaya mau menikah dengannya, dengan memberikan Bella beberapa persen saham dari perusahaan keluarganya.


Dan akhirnya Bella menerima pinangannya, dan mereka pun menikah lima Tahun yang lalu.


"Tapi sampai sekarang kau tidak mencintaiku Bella" ucap Kanzo tersenyum getir, kecewa dan sakit hati."Kau tidak mencintaiku, kau hanya pura pura mencintaiku. Kau hanya ingin uangku saja."


"Kau yang tidak mencintaiku lagi Kanzo" sangkal Bella.


"Ya, aku tidak mencintaimu lagi. Karena aku sudah lelah mencintaimu" balas Kanzo.


Bella menggelangkan kepalanya dengan air mata mengalir di pipinya. Bella mendekati Kanzo, meraih tangan pria itu.


"Aku minta maaf, tapi sekarang aku mencintaimu."


Kanzo melepas tangannya dari genggaman Bella, tidak percaya sama sekali.


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Kendric?. Apa kau tidak mencintainya lagi?" cibir Kanzo.


Bella langsung terdiam.


Kanzo mengetahuinya karena tak sengaja pernah melihat Bella dan Kendric jalan berdua dengan begitu mesra masuk ke sebuah restoran yang ada di sekitar hotel tempat Kanzo mengadakan pertemuan. Saat itu Kanzo pun meminta Haris menyuruh seseorang untuk terus mengikuti Bella dan kekasihnya kemana pun pergi. Ternyata, bukan hanya pergi jalan dan makan berdua saja, bahkan Bella dan Kendric berkencan sampai melakukan hubungan badan. Itu yang membuat Kanzo sakit hati.


Tapi satu hal yang paling menyakitinya lagi, Bella melukai harga dirinya sebagai laki laki. Dalam rekaman kamera tersembunyi di sebuah kamar hotel, Bella mengatakan kepada Kendric, kalau Kanzo tidak bisa memuaskannya di atas ranjang, dan segala kemampuan Kanzo cacat di mata Bella. Sehingga Bella meminta di puaskan oleh Kendric.


"Kamu bicara apa?, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi semenjak kita menikah" sangkal Bella, wajahnya terlihat gugup dan memerah.


Kanzo mengukir senyumnya ke samping, lalu mendekati Bella. Tanpa aba aba mencium rakus bibir wanita itu sebentar.


"Pergi dari rumah ini, setelah anak ini lahir" ucap Kanzo sambil mengelus perut Bella dengan lembut." Atau aku memberitahu Ibumu tentang perbuatan mu di luaran sana."


Sebenarnya, Kanzo bisa menceraikan Bella setelah memiliki bukti perselingkuhan istrinya itu. Tapi Kanzo tidak mau, dia ingin membalas perbuatan Bella dengan berselingkuh juga. Kanzo juga ingin menyakiti hati Bella dengan menghianatinya. Dan sekarang, Kanzo tidak bisa menceraikan Bella langsung karena keadaan Bella yang sedang hamil. Meski Kanzo sendiri tidak yakin, jika yang di dalam perut Bella adalah anaknya. Kanzo harus bersabar menunggu anak itu lahir.


Bella diam tak berkutik, Ibunya sedang sakit, jika Kanzo memberitahu perselingkuhannya kepada Ibunya. Bella takut penyakit Ibunya akan tambah parah.

__ADS_1


"Kamu yang memulai duluan Bella." Kanzo kembali mendekati travel bag nya, setelah mengancing nya, Kanzo menyeretnya ke luar kamar.


Rasanya Kanzo sudah cukup mengemis cinta kepada wanita yang di cintai nya itu. Dan Kanzo tak ingin lagi, dan juga sekarang ini sudah ada Marya, wanita yang jatuh cinta kepadanya.


Hari ini Kanzo akan berangkat menyusul Marya. Kanzo sengaja membawa Areta untuk mendekatkan putrinya itu dengan Marya. Dan mereka akan lama di kampung halaman Ibu Hayati. Mungkin sampai Marya mau di bawa kembali ke kota.


"Kanzo! kalau kamu pergi!. Aku akan bunuh diri bersama anakmu ini!" ancam Bella berteriak. Ia tidak mau kehilangan Kanzo begitu saja, karena selama ini Kanzo sudah memberikannya uang yang banyak. Dan juga, ia sudah memutuskan hubungan dengan Kendric, apa salahnya jika Kanzo memaafkannya.


Kanzo masih berada di ambang pintu, menghentikan langkahnya dan berbalik badan ke arah Bella yang sudah mengarahkan gunting ke perutnya.


"Ada apa kalian ribut ribut?."


Pak Bagus dan Ibu Liana yang mendengar suara Bella berteriak langsung datang ke lantai dua rumah itu.


"Aku gak mau kamu menemui wanita itu Kanzo. Kalau kamu pergi, aku akan bunuh diri" ancam Bella.


"Wanita? Wanita siapa?" Pak Bagus mengerutkan keningnya, bingung. Begitu juga dengan Ibu Liana.


Kanzo yang belum memberitahu kedua orang tuanya, menghela napas.


"Aku menikah lagi Pa, Ma."


Pak Bagus dan Ibu Liana sama sama membisu memandangi wajah Kanzo.


"Aku menikahi Marya, Resepsionis di perusahaan. Sekarang dia sedang mengandung anakku. Aku harus menjemputnya ke kampung halaman Ibunya" jelas Kanzo.


"Gak Kanzo! Gak!. Kamu gak boleh pergi!"teriak Bella mengancam.


"Ada apa?, kenapa kamu menikah lagi?" tanya Ibu Liana. Setaunya rumah tangga Kanzo dan Bella selama ini baik baik saja. Kalau hanya berantem kecil kecilan, itu biasa dalam rumah tangga.


"Aku salah memilih istri Ma" ucap Kanzo menatap Bella dengan mata berkaca kaca. Sakit, wanita itu hanya menginginkan uangnya saja. Wanita itu hanya berpura pura baik di depannya saja.


Ibu Liana menghela napasnya, dulu ia sudah menasehati Kanzo supaya tidak memilih Bella menjadi istrinya. Karna Bella tidak mencintai anaknya itu. Tapi, Kanzo yang begitu terpikat dengan kecantikan Bella, tidak bisa menerima nasihatnya.

__ADS_1


* Bersambung.


__ADS_2