Istri Di Atas Ranjang

Istri Di Atas Ranjang
Ujian kecil


__ADS_3

Hampir larut malam Kanzo baru sampai di rumah. Saat masuk ke dalam kamar, di lihatnya Marya sudah tertidur pulas di atas kasur. Kanzo yang sibuk membuka kemeja yang melekat di tubuhnya seharian, memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, baru bergabung dengan istrinya ke atas tempat tidur.


"Sayang, kamu sudah pulang?" gumam Marya saat merasakan kasur di sebelahnya bergerak. Marya langsung melingkarkan tangan dan kakinya ke tubuh pria yang di rindukannya seharian ini.


"Tidurlah, itu ini baru jam dua belas malam." Kanzo yang berbaring membalas pelukan Marya, lalu mengusap usap kepala wanita itu.


"Punggungku pegal, pijatin" gumam Marya terdengar Manja. Meski tadi sudah di kerok sama si Bibi, ternyata pegel di punggungnya tidak juga hilang.


"Besok ya" tolak Kanzo, tubuhnya sangat lelah, matanya juga sangat mengantuk.


Marya mengerucutkan bibirnya, lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Kanzo. Namun Kanzo langsung mendekap kembali tubuh itu, lalu memijat punggung istrinya itu dengan mata terpejam, sampai tak sadar Kanzo ketiduran. Sedangkan Marya, membuka matanya, memandangi wajah tampan suaminya itu. Marya mengulurkan tangannya untuk mengelus lembut pipi suaminya itu. Tersenyum, lalu mengecup bibir pria itu sekilas.


Tadi ia minta di pijat, hanya untuk memberi ujian kecil kepada suaminya itu. Apakah suaminya itu akan marah jika di suruh memijatnya dalam keadaan lelah. Namun ternyata tidak.


'Benarkah kamu sangat mencintaiku? Terkadang aku merasa tak percaya. Menjadi istrimu masih sebuah mimpi bagiku. Walau aku sudah membuktikannya, kalau aku memang sudah menjadi istrimu. Kita sudah tinggal serumah dan menjalani hidup bersama' batin Marya tanpa melepas pandangannya dari wajah Kanzo, sambil tangannya bermain main di wajah pria yang terlelap itu.


**


"Apa kamu yakin ingin melakukan operasi plastik?" tanya Anita kepada Bella.


"Aku harus mendapatkan Kanzo kembali" jawab Bella memandang kaca cermin di depannya.


"Terserah kamu saja, tapi aku gak mau membantumu lagi" ujar Anita. Semenjak menjadi buronan, ia terpaksa hidup mengurung diri di sebuah rumah. Tidak bisa kemana mana, bahkan untuk bekerja pun tidak bisa. Percuma mempunyai uang yang banyak, tapi tidak bisa di nikmati, pikir Anita.


"Seharusnya kamu juga melakukan operasi wajah, supaya tidak ada yang mengenalmu" ujar Bella.


"Aku tidak seberani itu, lebih baik aku menggunakan make up saja untuk menyamar. Bagaimana jika operasinya gagal, wajahku bisa hancur."


"Terserah kau saja, setelah ini memang kita lebih baik berpencar, dan mengurus diri masing masing."


"Aku rasa juga begitu, tapi aku masih bingung harus pergi ke daerah mana."

__ADS_1


"Kau di sini saja, biar aku yang melanglang buana. Lagian, setelah operasi wajahku berhasil, aku akan kembali ke Indonesia, aku harus mendapatkan Kanzo kembali."


Pembicaraan kedua wanita di dalam kamar itu pun terus berlanjut, tanpa mereka ketahui orang yang di perintahkan Haris dan Kanzo mencari mereka, sudah mencium bau mereka dari kejauhan.


**


Sedangkan di tempat lain.


Baim tersenyum puas di tempat persembunyiannya, mendengar kabar dari orang suruhannya. Kalau gudang perusahaan produksi milik keluarga Salim, sudah berhasil di bakar.


"Aku hanya meminta menyicip istrimu sedikit saja, tapi kau sudah bersikap pelit dan perhitungan" gumam Baim, lalu melempar ponsel di tangannya jauh ke tengah lautan di depannya, kemudian langsung meninggalkan tempat itu.


Baim harus berhasil membuat Kanzo hancur dan jatuh miskin sebelum ia tertangkap. Meski selama ini mereka terlihat berteman baik dalam berbisnis, tapi Baim sangat tidak menyukai Kanzo. Baim sangat membenci pria itu, karena menurutnya Kanzo telah menyebabkan Kakaknya bunuh diri.


**


Pagi hari Marya bangun pagi lebih cepat dari biasanya. Setelah mencuci wajah dan sikat giginya di kamar mandi. Marya keluar kamar melangkahkan kakinya menuruni anak tangga rumah itu. Marya pergi ke dapur, pagi ini Marya ingin memasak sarapan untuk keluarga itu untuk pertama kalinya.


"Bi, biar aku saja yang masak ya" ucap Marya ramah kepada si Bibi yang mengeluarkan bahan masakan dari dalam kulkas.


"Bibi bisa membantuku." Marya mengulas senyumnya ke arah si Bibi.


Si Bibi mengangguk setuju. Nona muda barunya itu sangat berbeda dengan Nona muda yang lama.


"Bibi, tolong bersihin udang sama ayam ya" ucap Marya menyuruh si Bibi. Kemudian Marya mengambil bawang merah dan bawang putih dan bumbu masakan lainnya. Setelah mengupasnya, lalu mencucinya sampai bersih.


"Nona sebenarnya mau masak apa?" tanya si Bibi sambil membersihkan


ayam dan udang di washtapel.


"Nasi goreng untuk sarapan pagi. Ayam rica rica untuk bekal Pak Kanzo" jawab Marya mulai menumis bumbu nasi goreng di dalam kuali. Setelah wangi, Marya memasukkan udang yang sudah di bersihkan si Bibi, menumis nya bersama bumbu, kemudian memasukkan nasi dingin ke dalam kuali. Setelah masak, Marya membuat telur mata sapi untuk pendamping nasi gorengnya. Setelah itu lanjut menggoreng Ayam.

__ADS_1


Sedangkan Kanzo yang baru terbangun di kamarnya, langsung mencari Marya karena tidak melihatnya di dalam kamar.


"Sayang!" panggil Kanzo membuka pintu kamar mandi di kamar itu, ternyata Marya tidak ada di sana." Kemana dia?" gumam Kanzo.


Tidak biasanya istrinya itu menghilang dari kamar. Mengingat tiga Bulan terakhir ini, Marya hanya mengurung diri di dalam kamar, melakukan semua aktifitas di dalam kamar, karena malu bertemu dengan orang lain termasuk para pembantu di rumah itu.


Tidak menemukan Marya di dalam kamar atau kamar mandi, Kanzo pun keluar kamar untuk mencari sang istri tercinta. Tujuan pertama Kanzo adalah dapur. Mencium aroma masakan dari arah dapur, Kanzo tau kalau yang memasak itu adalah istrinya.


"Sayang!" panggil Kanzo, melihat istrinya benar ada di dapur.


Marya menoleh sebentar, dan langsung kembali sibuk dengan Ayam goreng di dalam kuali.


Si Bibi yang melihat tuan mudanya datang, langsung meninggalkan dapur. Lagian sudah tidak ada yang bisa di kerjakan nya di sana. Lebih baik si Bibi menyiapkan peralatan makan ke meja makan.


"Tumben istriku rajin" Kanzo memeluk Marya dari belakang, lalu mengecup pipi wanita itu dari samping.


Semenjak beristri, baru kali ini Kanzo melihat bidadari memasak di dapur rumah itu. Bahkan Ibunya sendiri tidak pernah memasak dari dulu. Selama ini hanya pembantu rumah itu yang memakai dapur itu.


"Aku kangen memasak, rasanya sudah lama aku gak memasak" jawab Marya.


"Hm! sampai suami kamu ini juga sudah kangen memakan masakan istriku yang cantik ini" balas Kanzo, mencomot udang yang berada di atas nasi goreng, lalu memakannya.


"Ya ampun sayang, kamu belum sikat gigi loh. Udah main comot comot aja" oceh Marya tiba tiba Melihat penampilan suaminya yang acak acakan, jelas sekali kalau pria itu belum mandi atau sikat gigi dan cuci muka.


"Cerewet banget istriku" gemas Kanzo mencubit pipi Marya, lalu mencomot udang nasi goreng yang masih berada dalam kuali, lalu menyuapkannya ke mulut Marya.


Marya langsung menerimanya dan mengunyah udang itu. Namun entah kenapa Marya tiba tiba merasakan perutnya mual.


Oek!


Marya langsung berlari ke arah washtapel.

__ADS_1


"Sayang!"


*bersambung


__ADS_2