Istri Di Atas Ranjang

Istri Di Atas Ranjang
Pernikahan kita di batalkan


__ADS_3

"Jangan kamu pikir Kanzo itu benar mencintaimu. Sebentar lagi dia juga akan bosan. Gak usah terlalu percaya diri. Dulu juga Kanzo memaksaku menikah dengannya, membujukku merayuku. Tapi apa, setelah dia bosan, dia membuangku" Bella berusaha untuk mempengaruhi Marya, supaya Marya membatalkan rencana pernikahannya dengan Kanzo.


"Apa urusanmu, Bu Bella bukan istri dari Pak Kanzo lagi?" balas Marya berusaha untuk tidak terpengaruh, meski sebenarnya hatinya sedikit goyah.


"Mama, Mama Marya!"


Marya dan Bella langsung sama sama menoleh ke arah Areta yang menangis berdiri tidak jauh dari mereka. Kemudian Marya dan Bella sama sama melepaskan cengkraman tangan masing masing dari rambut mereka.


"Areta" Bella melangkahkan kakinya cepat mendekati Areta, dan langsung menarik tangan Areta membawanya masuk ke arah mobilnya.


"Areta!" seru Marya mengejar Bella dan Areta.


"Mama Marya!" tangis Areta mengulurkan tangannya ke arah Marya. Areta tidak mau di bawa Bella. Ia tidak mau tinggal bersama Ibu kandungnya itu.


"Areta, Mama kangen sama kamu sayang. Kamu ikut Mama ya!" bujuk Bella sambil memaksa Areta masuk ke dalam mobilnya.


"Mama jahat!, aku gak mau ikut Mama!" teriak Areta meronta.


Sedangkan Marya yang tak mungkin merampas Areta dari Bella, memutuskan untuk menghubungi Kanzo melalui telephon genggamnya.


"Halo sayang, ada apa?" tanya Kanzo langsung setelah menerima panggilan telepon dari Marya.


"Pak Kanzo, Areta di bawa Ibu Bella saat aku menjemputnya di sekolah" jawab Marya menghela napasnya kasar.


"Aku akan segera ke sana." Kanzo langsung mematikan sambungan telephonnya, keluar terburu buru dari ruangannya dan masuk ke dalam lif.


Sampai di parkiran mobilnya, Kanzo langsung masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga Haris yang melihatnya dari kaca jendela ruangannya, heran.


'Mau kemana dia?' batin Haris.


Marya yang menunggu Kanzo di depan sekolah, meyandarkan tubuhnya ke body mobilnya. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, lalu menangis terisak. Selain kepalanya sakit, hatinya juga sakit, dipermalukan di depan umum, di Katai pelakor dan ja***.


Kanzo yang baru sampai, memarkirkan mobilnya tepat di samping Marya. Kanzo langsung membuka pintu di sampingnya dan langsung turun.


"Marya" panggil Kanzo langsung memeluk tubuh Marya yang terlihat berantakan, wanita itu juga menangis. Tidak heran lagi, wanitanya itu memang sangat cengeng, sedikit sedikit menangis.


Marya tidak menjawab, ia hanya sibuk menghapus air matanya yang terus mengalir. Akhirnya Kanzo pun membawa Marya masuk ke dalam mobilnya, dan membawa wanita itu dari sana.

__ADS_1


Kanzo membawa Marya ke perusahaan, merangkul tubuh wanita itu saat keluar dari dalam mobil, membawanya masuk ke gedung perusahaan miliknya.


"Marya" kaget Widuri melihat Kanzo datang bersama sahabatnya."Marya kenapa Pak?"tanya Widuri berdiri dari tempat duduknya.


"Wid, carikan baju ganti untuk Marya" perintah Kanzo tanpa menjawab pertanyaan Widuri.


Widuri langsung mengangguk dan segera pergi keluar.


'Itu siapanya pak Kanzo?. Apa itu wanita yang di katakan orang selingkuhan Pak Kanzo' batin wanita yang duduk di samping Widuri. Wanita itu adalah resepsionis pengganti Marya. Usianya masih sangat muda, dan belum lulus kuliah.


Kanzo dan Marya yang sudah sampai di lantai atas, membawa Marya masuk ke ruangannya. Mendudukkan tubuh mereka di sofa.


"Sssst...!" Kanzo mengusap usap kepala wanita itu. Melihat keadaan Marya berantakan, Kanzo bisa menebak kalau sudah terjadi keributan di antara Marya dan Bella.


"Bu Bella mengataiku wanita ja***" Isak tangis Marya. Ia bukan wanita ja***, juga bukan pelakor, Kanzo yang memaksanya berada di posisi orang ke tiga, ia wanita baik baik.


"Jangan terlalu di pikirkan" ujar Kanzo.


"Bagaimana gak ku pikirkan, aku malu tadi menjadi bahan tontonan orang" Isak tangis Marya.


"Kau itu, mudah sekali menangis. Mana ada pelakor cengeng, pelakor itu pelawan dan pemberani, tidak lembek." Kanzo berbicara sambil mengulum senyumnya.


"Pernikahan kita di batalkan!." Marya berbicara gemas dan merapatkan gigi giginya.


Cup!


Satu kecupan pun mendarat di bibir Marya."Aku akan menghamilimu lagi, sekarang juga."


"Aku gak mau" Marya meronta minta di lepas dari pelukan Kanzo, namun Kanzo malah semakin mengeratkan pelukannya. perlahan menjatuhkan tubuh Marya sampai terbaring di sofa itu bersama tubuhnya berada di atas tubuh Marya.


"Pak Kanzo! Ah! jangan!" pekik Marya kakinya menggelepar karna Kanzo menciumi lehernya dengan bringas."Stop! jangan! ah!." Sesekali Marya mengeluarkan suara desah*nanya, karna ulah Kanzo.


Kanzo yang mendengar Marya Mendes*h, tertawa cekikikan, lalu menarik kembali wanita itu ke dalam pelukannya.


"Begini ya rasanya pacaran" ucap Kanzo tersenyum sampai menampakkan gigi giginya yang berbaris rapi. Mereka bisa bermesraan hanya boleh peluk peluk dan cium cium, gak boleh lebih dari itu.


Marya yang kesal mengerucutkan bibirnya, cemberut. Seketika ia lupa kalau saat ini adalah jam kerja, dia malah asyik asyikan berpacaran.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku harus kembali ke kantor" ucap Marya langsung berdiri dari tempat duduknya, teringat kalau saat ini masih jam kerja.


"Kamu mau kembali bekerja dengan keadaan seperti itu?." Kanzo menahan lengan Marya yang hendak berjalan ke arah pintu. Pakaian Marya terlihat lecet dan kotor, dan rambutnya juga berantakan.


"Jam dua nanti aku ada meeting."Marya menghela napas lemah. Beginilah nasib istri simpanan, selalu di pandang sebelah mata, pikir Marya.


"Aku sudah menyuruh Widuri mencari pakaian ganti untukmu tunggulah sebentar" ucap Kanzo.


Melihat pakaiannya yang tidak rapi lagi, Marya pun mengangguk, menyetujui apa yang di katakan Kanzo. Apa lagi nanti di kantornya ada meeting, dia harus berpenampilan rapi dan bersih.


Tok tok tok!


"Masuk!" sahut Kanzo, ia tau yang datang itu adalah Widuri.


Pintu itu pun langsung terbuka dari luar. Benar, Widuri yang datang membawa sebuah paper bag berisi pakaian untuk Marya.


"Apa yang terjadi, kenapa kamu bisa berantakan seperti itu?" tanya Widuri kepada Marya.


"Ibu Bella menyerang ku tiba tiba saat menjemput Areta ke sekolah" jawab Marya.


"Terus kalian saling menarik ranbut?."


"Bagaimana lagi, Bu Bella yang duluan" cetus Marya berbicara sambil melirik Kanzo di sampingnya.


"Jangan melihatku seperti itu sayang, Bella yang mengajakmu brantam" ucap Kanzo tersenyum.


"Itu gara gara Pak Kanzo juga. Coba Pak Kanzo gak memaksaku menikah. Bu Bella tidak akan marah sama aku, mengataiku pelakor dan jala**" ketus Marya lagi.


"Memang kamu pelakor, kamu merebut hatiku, membuatku jatuh cinta." Kanzo mengecup pipi Marya dari samping sambil tersenyum.


Marya mendengus.


"Ehem!" Widuri berdehem melihat Kanzo mengecup pipi Marya di depannya, sepertinya Kanzo tidak perduli dengan keberadaannya di ruangan itu.


"Keluarlah, kami ingin bermesraan lagi" usir Kanzo malah kepada Widuri.


'Ya ampun Pak Kanzo' batin Widuri.

__ADS_1


"Siapa yang mau bermesraan, aku mau pergi" Marya yang masih kesal di Katakan pelakor oleh Kanzo, berdiri dari tempat duduknya, melangkah ke arah pintu yang ada di ruangan itu. Marya masuk ke dalam untuk mengganti pakaiannya.


*Bersambung


__ADS_2