Istri Di Atas Ranjang

Istri Di Atas Ranjang
Aku malu


__ADS_3

Kanzo membawa Marya ke perusahaannya, sampai di ruangannya. Kanzo dan Marya mendudukkan tubuh mereka di sofa. Kanzo melap cairan bening yang belum berhenti membasahi pipi istrinya itu. Istrinya itu memang sangat cengeng.


"Aku malu dengan Vidio itu, aku malu Baim sudah melihat tubuhku" tangis Marya memeluk tubuh Kanzo.


Kanzo memejamkan matanya dengan rahang mengeras menahan emosi. Siapa yang tidak marah dan emosi, aibnya dan Marya bisa diketahui Baim. Siapa yang mencuri Vidio itu?.


"Sssstt! tenanglah, jangan menangis" ucap Kanzo mengusap usap kepala Marya yang bersandar di dadanya.


"Aku malu! mau di taruh dimana mukaku?" tangsi Marya frustasi.


Kanzo mengecup ujung kepala wanita itu. Karna kecerobohannya, Vidio rekaman cctv ruangannya bisa bocor ke orang lain. Seharusnya Kanzo langsung menghapus rekaman Vidio, setiap mereka selesai bercinta di ruangan itu.


"Tenanglah" ucap Kanzo, bahkan ia sendiri pun tak tenang.


"Aku malu! aku malu! aku malu!" teriak Marya.


Wanita mana yang tidak malu jika aibnya di ketahui orang lain. Baim melihat bagaimana ia dan Kanzo sedang menyatukan tubuh mereka.


Kanzo terdiam dengan pandangan kosong, sambil berpikir siapa yang mengambil Vidio itu?. Pasti di sekitarnya ada penghianat. Kanzo pun mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, lalu mengirim pesan kepada Haris, menyuruh Haris untuk mencari siapa yang sudah membocorkan rekaman Vidio cctv di ruangannya.


Tak lama kemudian, Haris datang ke ruangan Kanzo.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Haris mendudukkan tubuhnya di sofa yang bersebrangan dengan Marya dan Kanzo, dan memperhatikan pasangan suami istri itu.


"Batalkan semua meeting hari ini dan besok. Fokuslah mencari siapa yang mengambil rekaman cctv itu" perintah Kanzo, berbicara dengan rahang mengeras.


"Kamu juga aneh, kenapa harus melakukannya di kantor" ujar Haris. Sepertinya ia sudah lelah mengurus urusan pribadi pria itu sejak dulu.


Kanzo menajamkan pandangannya ke arah Haris tanpa berniat menjawab pertanyaan Asistennya itu. Menurut Kanzo itu adalah pertanyaan bodoh.


"Oke baiklah, gak usah menatapku seperti itu" ucap Haris tidak takut sama sekali melihat tatapan mematikan Kanzo.


"Makanya menikah, biar tau bagaimana nikmatnya punya istri" cibir Kanzo lantas berdiri dari sofa, membawa Marya di gendongannya keluar dari ruangannya. Kanzo akan membawa Marya pulang ke rumah.


Haris yang di tinggalkan di ruangan itu mendengus." Meski nanti aku punya istri, tapi aku tidak akan menikmati istriku di kantor" gumam Haris lantas meninggalkan ruangan orang no satu perusahaan itu.


Kanzo dan Marya yang sudah sampai di lantai dasar gedung itu, langsung mendapat tatapan menjijikkan dari para karyawan yang melihat mereka, kecuali Widuri yang duduk di kursi meja resepsionis.

__ADS_1


"Ternyata mereka berselingkuh dulu sebelum menikah" ucap wanita yang duduk di samping Widuri.


Sontak Widuri menatap tajam rekan kerja barunya itu." Lebih baik kamu diam, kalau tidak tau apa apa"balas Widuri.


"Pelakor kok di bela" cibir gadis muda itu.


"Hei! kamu pikir aku gak tau, kalau kamu juga menyukai Pak Kanzo. Kamu sering ingin menggodanya berharap Pak Kanzo mendorongmu jatuh ke atas ranjangnya" oceh Widuri.


Selama ini Widuri sering memperhatikan tingkah gadis di sampingnya setiap kali Kanzo lewat di depan mereka. Gadis centil itu selalu menyapa Kanzo dengan membungkukkan tubuhnya, sampai dada montoknya hampir menyembul, karena selalu memakai kemeja ketat dengan kancing atas sengaja di buka.


"Itu bukan urusanmu!" kesal gadis itu.


Widuri berdecih," Jangan harap Pak Kanzo akan tergoda denganmu. Dia bisa membandingkan mana barang secen mana yang ori" cibir Widuri.


"Iri bilang aja, lihat tuh bodi kok kaya papan, lurus dan lempeng aja" balas Gadis bernama. Aurel itu." Pantas gak laku laku" tambahnya lagi.


Membuat Widuri geram menahan emosi. Yang di katakan Aurel itu memang benar, sampai sekarang ia belum laku, tidak ada satu pun pria yang mendekatinya. Sampai di usianya yang sudah dua puluh sembilan Tahun, Widuri masih menyandang status jomblo sejati.


Tanpa sepengetahuan Widuri, Haris memperhatikannya dari kejauhan.


"Kanzo, kenapa Marya menagis?. Ada apa? Apa yang terjadi?" cerca Ibu Liana, melihat Kanzo membawa Marya masuk ke dalam rumah dengan kondiri menangis.


"Nanti aku ceritain, Ma" jawab Kanzo, dia harus membawa Marya ke kamar mereka dulu, untuk menenangkan wanita itu.


Ibu Hayati yang khawatir, mengikuti langkah Kanzo menaiki anak tangga rumah itu, masuk ke dalam kamar Kanzo dan Marya.


Setelah Kanzo meletakkan Marya di atas kasur, Ibu Liana mendudukkan tubuhnya di samping Marya. Marya langsung duduk dan memeluk Ibu mertuanya itu, menangis.


"Ada apa, Nak?. Apa yang membuatmu menangis?" tanya Ibu Liana sambil mengusap usap kepala Marya dengan lembut.


Marya tidak menjawab dan terus menangis terisak di dalam pelukan wanita berusia enam puluhan itu.


"Baim memiliki rekaman Vidio kami di ruang kerjaku. Baim mengancam Marya akan menyebarkan Vidio itu" jawab Kanzo menghela napas beratnya.


Ibu Liana terdiam dan mengarahkan pandangannya ke wajah Kanzo yang menunduk malu.


"Apa orang itu sudah sakit jiwa?."

__ADS_1


Refleks Kanzo dan Ibu Liana menoleh ke arah Pak Bagus yang masuk ke kamar itu.


"Papa rasa Baim sengaja untuk menghancurkan nama baik keluarga kita" ucap Pak Bagus lagi.


"Tapi ini gak bisa di biarin, Pak. Lihatlah, menantu kita susah tidak punya muka gara gara Vidio itu" ujar Ibu Liana.


"Maksud Mama?, Mama sama Papa susah mengetahui Vidio itu?" tanya Kanzo dengan kening mengerut.


"Barusan Vidio kalian sudah menyebar, tapi sepertinya bukan Baim yang menyebarkannya" jawab Pak Bagus.


"Siapa?" tanya Kanzo.


"Mungkin saja Bella atau musuhmu yang lain" jawab Pak Bagus.


"Untuk sementara, kalian diamlah di rumah. Biar Papa yang membereskannya" ujar Pak Bagus dan langsung keluar dari dalam kamar itu.


Pak Bagus berpikir, anak dan menantunya saat ini tidak punya muka untuk bertemu dengan orang lain.


"Aku malu, Ma!" tangis Marya.


Bukan hanya Marya dan Kanzo saja yang malu. Tapi Ibu Liana dan Pak Bagus juga pasti malu, aib anak dan menantunya tersebar di Dunia maya.


"Sabar, ya. Kalian tidak melakukan kesalahan. Kalian suami istri saat itu, wajar kalian melakukan itu dimana pun yang kalian inginkan. Hanya saja, orang orang dengki itu memanfaatkan itu untuk menghancurkan nama baik kalian" ucap Ibu Liana dengan suara lembutnya.


"Ma, tolong jaga istriku, aku harus mencari tau siapa yang menyebarkan Vidio itu" ucap Kanzo langsung keluar dari dalam kamarnya. Kanzo tidak bisa tinggal diam, dia harus menangkap orang yang menyebarkan Vidio rahasia rumah tangga itu, dan memberi orang itu pelajaran.


Kanzo kembali ke perusahaan untuk menemui Haris di ruangannya.


"Bagaimana Ris?, apa kamu sudah menemukan orangnya?."


Haris yang sibuk dengan laptop di depannya, langsung terlonjak kaget dengan kedatangan Kanzo ke ruangannya yang tiba tiba.


"Sudah" jawab Haris.


"Siapa?"


* Bersambung

__ADS_1


__ADS_2