Istri Di Atas Ranjang

Istri Di Atas Ranjang
Merajuk


__ADS_3

Oek oek oek!


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kanzo khawatir sambil memijat leher belakang istrinya itu.


"Rasa udangnya kok aneh. Sepertinya udang itu udah lama tersimpan di dalam kulkas. Ya ampun, rasanya kaya bau busuk" ucap Marya setelah selesai memuntahkan isi perutnya.


"Masa sih?. Enak kok, pas tadi aku nyicip" ujar Kanzo.


"Rasanya aneh" Selesai membasuh mulutnya, Marya kembali menegakkan tubuhnya, dan kembali ke depan kompor." Ya Tuhan, masakan ku."


Karna mual tiba tiba, Marya sampai melupakan ayam gorengnya di kuali yang sudah terlanjur gosong karena lupa mematikan kompornya.


"Gak apa apa, kan sudah ada nasi goreng. Ayo ke kembali ke kamar, kamu juga harus mengurusku." Setelah mematikan api kompornya, Kanzo menarik lengan Marya untuk kembali ke dalam kamar.


"Padahal itu untuk bekalmu makan siang" ucap Marya merubah raut wajahnya, bersedih.


"Aku bisa membelinya nanti. Lagian aku gak suka masakan yang sudah dingin."


Marya langsung menarik kasar tangannya dari genggaman Kanzo sampai terlepas, mendengar apa yang baru di katakan Kanzo. Kanzo tidak suka makanan yang sudah dingin, berarti suaminya itu tidak mau membawa makanan dari rumah.


"Ada apa?" tanya Kanzo yang menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Marya yang terlihat marah dan merajuk.


Marya tidak menjawab, ia malah melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar rumah itu.


"Sayang!" panggil Kanzo heran, mengikuti langkah Marya dengan berlari. Kanzo langsung menangkap tubuh wanita itu." Kamu kenapa?"tanya Kanzo lagi.


"Kamu bilang gak suka masakan yang sudah dingin !. Itu berarti kamu gak mau membawa bekal yang ku siapkan!. Padahal aku sudah bersemangat untuk memasaknya untuk mu" marah Marya tiba tiba berapi api, membuat Kanzo terlonjak kaget dan melepas pelukannya dari tubuh Marya.


"Kalau kamu gak mau makan membawa bekal yang ku siapkan, ya sudah. Gak apa apa, aku gak bakalan pernah memasak lagi untukmu" tangis Marya sambil menghapus air matanya yang sempat mengalir di pipinya.


Oh! ternyata istrinya itu marah dan merajuk karna ucapannya yang terakhir. Padahal selama ini Kanzo sudah berusaha menjaga perasaan istrinya itu, ternyata masih saja Kanzo keceplosan, sehingga tak sadar membuat istrinya itu tersinggung dan sakit hati.

__ADS_1


"Aku minta maaf!" ucap Kanzo meraih lengan Marya kembali, namun wanita itu langsung menepisnya.


"Aku bisa jalan sendiri" ketus Marya melangkahkan kakinya, melongos melewati Kanzo.


"Kanzo, ada apa? kenapa Marya marah?." mendengar ribut ribut di depan kamarnya, Ibu Liana keluar dari dalam kamar.


Kanzo menggaruk keningnya yang tidak gatal, dia juga bingung kenapa istrinya sampai semarah itu, padahal masalahnya hanya sepele.Tapi itulah perempuan, susah di tebak pikiran dan perasaannya.


"Dia menyiapkan bekal makan siang untukku, Ma. Tapi tidak jadi gara gara ayam gorengnya gosong. Terus aku bilang gak apa apa, dan bilang aku gak suka memakan makanan yang sudah dingin, itu aja. Dia langsung marah" jawab Kanzo.


"Pantas aja dia marah, kamu gak menghargai usahanya. Dari semalam istrimu itu mengeluh badannya sakit. Tapi dia masih berusaha untuk menyiapkan makanan untukmu. Malah kamu mengatakan tidak menyukai makanan yang sudah dingin" ucap Ibu Liana menghela napasnya dan kembali masuk ke dalam kamar.


Kanzo sendiri menggaruk leher belakangnya, lalu menaiki anak tangga rumah itu menyusul Marya masuk ke dalam kamar mereka. Di dalam kamar Marya bergulung di bawah selimut, menutup seluruh tubuhnya sampai ke kepala.


"Sayang, aku minta maaf. Aku mengaku salah" ucap Kanzo menarik selimut yang menutupi kepala istrinya itu. Namun Marya yang berada di bawah selimut menahannya dengan kuat.


"Sayang, nanti kamu kehabisan oksigen di dalam selimut. Ayo buka kepalamu" Kanzo masih berusaha menarik selimut yang menutup kepala Marya. Namun wanita cengeng itu masih menahannya.


"Okeh kalau kamu gak mau buka. Aku kawin lagi nih." Kanzo mengulas senyumnya.


"Kawin aja sana ! aku gak peduli!. Aku juga bisa mencari laki laki lain, yang lebih muda. Bahkan yang masih lajang!" teriak Marya marah marah sambil menangis.


Bukannya takut, Kanzo malah semakin tersenyum, dan berusaha menangkap bantal guling yang menjadi korban kemarahan istrinya itu. Baru kali ini istrinya itu marah dan merajuk, terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


Setelah berhasil menangkap guling itu, Kanzo membuang nya ke lantai. Marya mengambil guling yang satu lagi, memukulkannya ke tubuh Kanzo. Kanzo langsung berhasil menangkapnya dan membuangnya lagi ke lantai. Marya mengambil bantal lagi, memukulkannya lagi ke tubuh Kanzo.


Kali ini Kanzo tidak menangkap guling nya lagi, melainkan orangnya langsung. Kanzo memeluk erat tubuh Marya yang meronta ronta sambil berteriak.


"Lepasin!"


"Gak sayangku, cintaku" ucap Kanzo mengunci pergerakan Marya. Perlahan membaringkan tubuh mereka ke kasur.

__ADS_1


"Awas! lepasin!" Marya terus meronta ronta berusaha melepaskan diri dari pelukan pria menyebalkan itu.


"Iya sayang, aku akan melepaskannya" ucap Kanzo menarik baju Marya ke atas sampai terlepas.


Bukh bukh bukh !


"Bukan bajunya" berenggut Marya kesal sambil memukuli dada Kanzo, yang sudah melepas kedua tangannya.


"Kirain tadi di suruh lepas baju, sayang." Kanzo memindahkan tangannya menarik celana baju tidur Marya dengan cepat keluar dari kedua kaki wanita itu.


"Pak Kanzo!" pekik Marya. Kini wanita berparas cantik itu sudah tidak memakai baju dan celana lagi.


"Apa sayangku? Hm!" Kanzo yang gemas, merangkak di atas tubuh Marya, lalu mengecupi seluruh wajah istrinya yang lagi kesal, marah dan merajuk itu. Kecupan kecupan itu pun turun dengan cepat merambat kemana mana.


"Awas, aku gak mau!." Marya yang masih merajuk mendorong kepala pria itu dari atas dadanya. Namun Kanzo semakin menahan kepalanya.


Hap!


Tubuh Marya langsung melemah, tak berdaya untuk meronta lagi saat salah satu gunung kembarnya tenggelam di mulut buaya.


Kanzo yang melihat Marya pasrah, menghentikan kegiatannya. Kanzo menjatuhkan tubuhnya di samping wanita itu, lalu menarik tubuh yang hanya memakai pakaian dalam itu ke dalam pelukannya. Kanzo meraba lembut perut Marya.


"Apa dia sudah ada di sini?" tanya Kanzo. Bukan kali ini saja Kanzo berhasil menghamili wanita. Bahkan dia sudah memiliki tiga anak, hanya saja dia sudah meninggal. Jelas Kanzo berpikir kalau istrinya itu kemungkinan hamil.


Marya terdiam dan mengarahkan pandangannya ke wajah Kanzo.


"Kamu sudah terlambat datang Bulan kan?" tanya Kanzo, tanpa menyurutkan senyumnya dari tadi.


"Dari mana kamu tau?" tanya Marya bodoh.


"Taulah, sayangku."Kanzo menarik gemas hidung istrinya itu. Marya adalah istri keduanya, sebelum menikahi wanita yang berada di dalam pelukannya itu, Kanzo sudah berpengalaman berumah tangga lima Tahun bersama Bella. Jelas Kanzo bisa paham siklus bulanan wanita." Sekarang ini seharusnya kamu sudah datang Bulan, tapi ini sudah lewat lima hari, kamu masih bersih."Jangan tanyakan dimana tangan Kanzo saat mengatakan itu, Hm!.

__ADS_1


"Awu! sayang!" tiba tiba Marya meringis.


*Bersambung


__ADS_2