Istri Di Atas Ranjang

Istri Di Atas Ranjang
Aku ingin menghabiskan waktu denganmu


__ADS_3

"Aku sangat penasaran Marya." Seketika Kanzo menangis terisak, dadanya amat terasa sesak memikirkan anaknya yang meninggal sebelum ia sempat melihatnya."Aku tidak bisa membayangkan seperti apa wajahnya."


"Aku memiliki fotonya" ucap Marya sambil mengusap lembut kepala Kanzo. Marya sengaja mengambil foto bayinya yang sudah meninggal saat itu, selain untuk menjadi kenangan, foto itu juga untuk di tunjukkan pada Kanzo. Marya tau Kanzo pasti sangat ingin melihat wajah anaknya.


"Dimana? boleh aku melihatnya?." Kanzo langsung mengangkat kepalanya dari dada Marya sambil menghapus air matanya.


"Ada di hape ku." Marya mendudukkan tubuhnya lalu meraih handphonnya dari atas nakas. Setelah membuka galeri foto, Marya menunjukkannya pada Kanzo.


"Ya Tuhan" lirih Kanzo mengusap foto Zion yang berada di layar hape." Zion, anakku, benarkah ini anakku?, Zion. Papa merindukanmu, Nak!."


"Dulu dia juga sangat merindukan Pak Kanzo" ucap Marya.


"Maafin Papa, Nak" lirih Kanzo. Tentu dulu juga ia sangat merindukan anaknya itu semasa di dalam kandungan. Tapi keadaannya yang rumit, mengharuskannya menahan rindu pada bayi itu.


Kanzo pun mengirim foto bayi itu ke dalam hapenya, menyimpannya sebagai kenangan.


"Ayo kita ke apartement, aku ingin menghabiskan waktu denganmu" ajak Kanzo membawa tubuh Marya ke dalam pelukannya.


"Aku gak mau, kita bukan suami istri lagi" tolak Marya. Apa jadinya nanti kalau mereka berdua saja si apartement, nanti syetan pasti akan menggoda mereka untuk melakukan hal yang tidak wajar.


"Kalau begitu, kamu ikut pulang ke rumah."


"Aku gak mau, nanti pasti Pak Kanzo menyuruhku tidur di kamar bekas Pak Kanzo dan Ibu Bella" tolak Marya cepat. Ogah! jika harus tidur di kasur bekas wanita lain.


Lihatlah, istri kedua saja pun gak ridho berbagi suami.


Kanzo mengulas senyumnya, ternyata wanita di dalam pelukannya itu sangat cemburuan dan gengsi.


"Kamu bisa tidur di kamar Areta, pasti Areta senang" ucap Kanzo lagi.


"Aku gak mau tinggal serumah dengan Pak Kanzo" tolak Marya lagi.


"Sayang, kamu gak mau kita rujuk ya" rengek Kanzo.


Ya ampun, Marya heran, kenapa laki laki yang memeluknya itu berubah manja gitu. Padahal dari dulu laki laki itu selalu terlihat berwibawa, dan orang selalu segan menatapnya.


"Tapi kita belum rujuk Pak Kanzo, aku gak mau serumah dengan pria yang bukan suamiku. Dan juga aku gak mau tinggal di rumah kalian, di sana pasti banyak bayang bayang Ibu Bella."

__ADS_1


"Baiklah sayang' apa pun untukmu" Kanzo mengecup pipi Marya sembari tersenyum. Kanzo lega, akhirnya Marya mau membuka diri kembali untuk menerimanya. Kanzo tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Dia akan terus berusaha membahagiakan wanita itu.


Mereka pun terus mengobrol di atas kasur itu, tanpa melepas pelukan mereka dari tadi. Banyak yang mereka ceritakan, terutama Kanzo. Untuk pertama kalinya mereka mengobrol panjang lebar, berusaha untuk saling terbuka.


"Kamu memanggil aku Pak Kanzo terus. Padahal aku suami mu" ucap Kanzo.


"Aku sudah terbiasa memanggil begitu. Lagian Pak Kanzo kenapa baru protes sekarang?"tanya Marya.


"Kamu sangat sulit untuk kudekati. terkadang aku sering bingung gimana caranya mengajakmu bermesraan selain dengan cara mengajakmu yang enak enak."


Blush!


Wajah Marya langsung merona mendengar Kanzo mengingatkannya soal yang enak enak itu.


Tok tok tok!


Refleks Marya mengerutkan keningnya mendengar ada yang mengetok pintu rumah itu. Siapa yang datang?, pikirnya.


"Widuri! tolong lihat siapa yang datang" seru Kanzo, enggan untuk melepaskan pelukannya dari tubuh Marya.


"Selamat malam mbak!, ini saya mengantar pesanan makanan" ucap seorang pria memberikan plastik di tangannya ke pada Widuri.


"Tapi kami tidak ada memesan makanan Pak, salah alamat mungkin."


"Ini pesanan atas mana Pak Kanzo. Dia menyuruh mengantarnya ke sini" jelas pria itu.


"Oh!" Widuri pun menerima pesanan makanan itu. Setelah kurir makanan itu pergi, baru Widuri menutup pintunya, membawa makanan itu ke dapur.


Tanpa ingin mengganggu pasangan mantan suami istri itu, Widuri memakan makanan yang di pesan bosnya itu terlebih dahulu.


Tak lama kemudian, Kanzo dan Marya menyusul ke meja makan. Widuri yang melihat keromantisan pasangan itu, membuatnya tak betah berlama lama di meja makan. Bagaimana mau betah, sikap Kanzo yang terus memperhatikan Marya, membuat jiwa jomlonya meronta ronta.


"Wid kok udah siap, tuh makanannya masih banyak" ujar Kanzo melihat Widuri sudah selesai makan.


"Boleh gak Pak, aku jadi istri ke tiga Bapak?" tanya Widuri konyol, segera meninggalkan pasangan yang baru baikan itu.


Usianya sudah 29 Tahun, namun jodohnya entah di mana?.

__ADS_1


Sepeninggal Widuri, tanpa aba aba Kanzo langsung ******* bibir Marya yang belepotan sambal, tapi hanya sebentar. Tapi di ulangi lagi lagi dan lagi. Sehingga acara makan itu berlangsung lama, karena pria genit tinggal tinggi itu sering mengecup ngecup bibir Marya yang sedang makan. Sepertinya pria itu sudah tak sabar untuk berbuka puasa menahun nya.


"Sayang, besok kita ke KUA lagi ya" ucap Kanzo tak sabaran.


Marya memutar bola mata malas, dia gak mau hanya menikah di KUA. Dia ingin menikah disaksikan keluarga dan banyak orang. Meski pernikahan mereka yang ke dua kali, tapi Marya ingin mewujudkan pernikahan impiannya yang belum terwujud.


Selesai makan, baru Kanzo pulang dari rumah Marya. Kanzo tidak kuat harus berlama lama di samping mantan istrinya itu. Takut kebablasan, bisa membuat Marya marah nantinya.


"Aku pulang dulu sayang" pamit Kanzo setelah mengantar Marya ke dalam kamarnya, tak lupa memberi satu kecupan di bibir wanita itu, lalu pergi.


Kanzo yang sudah berada di dalam mobilnya, melaju perlahan meninggalkan rumah Marya. Wajahnya terlihat berbinar bahagia, ia sudah mendapatkan hati Marya kembali, mereka akan rujuk.


"Haris, persiapkan pernikhanku dengan Marya." Begitulah perintah Kanzo kepada Haris melalui telepon genggam di tangannya.


"Konsep seperti apa?" tanya Haris. Ia sudah tau kabar baik itu dari Widuri barusan.


"Tradisional dengan sentuhan mondren" jawab Kanzo.


"Baiklah" balas Haris.


Kanzo pun mematikan sambungan teleponnya, lalu menambah laju kendaraannya, karena tak sabaran sampai di rumah.


Sampai di rumah, Kanzo langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya, Karna tidak tahan lagi dengan sesuatu yang mendesak di dalam tubuhnya.


Hampir satu jam di kamar mandi, Kanzo baru keluar dengan hanya memakai handuk di pinggangnya. Rambut dan tubuhnya terlihat basah, menandakan pria itu baru selesai mandi. Entah apa yang di lakukan ya di dalam kamar mandi selama itu, hanya dia yang tahu.


Setelah selesai berpakaian, Kanzo langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, mengambil handphonnya untuk menelophon sang pujaan hati. Dia harus terus mengabari wanita itu, seperti permintaan wanita itu. Namun sayang panggilan telephonnya tidak di angkat.


Sayang, aku sudah sampai di rumah.


Akhirnya Kanzo mengirim pesan pada Marya.


Kanzo pun turun dari atas kasur dan keluar kamar untuk menemui putrinya, Papa dan Mamanya untuk membicarakan rencananya yang akan menikahi Marya kembali.


*Bersambung


**

__ADS_1


__ADS_2