Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan
Bab 14 Kebersamaan


__ADS_3

Keinginan Marina, untuk membawa pulang Resa, ke rumah besar mereka tidak bisa di tunda-tunda lagi.


Keesokan harinya.


Marina sudah duduk di mobil, mereka semua masih menunggu kedatangan Resa. Penantian mereka selesai, saat melihat seorang wanita berjalan kearah mereka.


"Maaf Nyonya, saya membuat kalian menunggu, tadi pamitan dulu sama ibu," ucap Resa.


"Iya, tidak apa-apa, ayoo masuk." Ramida meminta Resa untuk segera masuk kedalam mobil.


"Nyonya …." ucap Resa.


"Iya …." Jawab Ramida


"Saya memakai uang kemaren, untuk keperluan ibu, bolehkan?" Tanya Resa.


"Itu hak kamu, mau kamu apakan saja, boleh!" jawab Ramida.


"Terima kasih, Nyonya." Ucap Resa.


"Ayoo masuk, kita duduk bertiga di sini." Ramida menunjuk kearah kursi kosong di samping Marina.


Resa segera masuk kedalam mobil, dia duduk di samping kanan Marina, sedang Ramida duduk di samping kiri Marina. Sedang Mawan dan Tony, duduk di bagian depan. Melihat majikan mereka sudah masuk, perlahan Mawan melajukan mobilnya, meninggalkan area rumah sakit.


"Nyonya, apakah perlu saya turun dulu, Nyonya berikan saja alamat rumah Nyonya, saya ingin pulang dulu, untuk mengambil baju-baju saya," pinta Resa.


"Tidak perlu, keperluan kamu sudah saya siapkan," jawab Ramida.


"Tapi, baju normalkan? Bukan …."


"Tenang, Resa, masa saya kasih kamu lingerie seksi untuk merawat mertua saya." Ramida tersenyum, teringat dia menyediakan lingerie seksi buat Resa saat di villa waktu itu.


Lumayan lama menempuh perjalan, akhirnya mobil itu memasuki halaman rumah yang begitu luas.


********


Moresa POV


Aku takjub dengan pemandangan yang tersuguh di depan mata, rumah nan megah dan besar.


"Ayoo turun," suara Nyonya Ramida membuatku tersadar dari lamunannku, kami semua turun dari mobil. Di luar mobil, Mawan dan Tony menyiapkan kursi roda. Aku hanya memandangi Mawan dan Tony yang membantu Nyonya besar keluar dari mobil, dan duduk di kursi roda.


"Silakan Nona, ini tugas Anda, karena Anda Asisten kepercayaan Nyonya besar," Ucap Mawan kepadaku.


Aku segera meraih gagang kursi roda, perlahan ku dorong kursi roda itu, kami melangkah bersama memasuki rumah besar itu.


Ayoo Resa, ikuti saya, saya akan tunjukkan kamar ibu dan kamar kamu," ucap Nyonya Ramida.


Aku mendorong kursi roda, mengikuti langkah kaki Nyonya Ramida. Terlihat beberapa pembantu berdiri berjejer di area ruang tamu, semuanya sedikit menunduk, menghormati yang punya rumah tentunya. Aku hanya melempar senyuman pada mereka, saat kulihat mereka mengegakkan wajah mereka kembali.

__ADS_1


Langkah kaki kami, sampai di sebuah kamar yang cukup luas, dalam kamar itu ada seorang wanita yang seumuran denganku.


"Jena …." Sapa Nyonya Ramida pada wanita itu.


Wanita itu berhenti dari aktivitasnya, dia tersenyum kearah kami. "Nyonya besar …." Terlihat senyuman yang begitu lebar dari wajahnya. Dia langsung memeluk Nyonya Marina.


"Bagaimana keadaan Nyonya?" Dia bertanya pada Nyonya Marina.


"Lebih baik," jawab Nyonya Marina.


"Jena, dia Resa, dia akan membantu kamu menjaga ibu, tapi hanya bantu-bantu sedikit saja," ucap Ramida.


Jena mengulurkan tangannya kepadaku. "Jena," ucapnya, memperkenalkan dirinya.


Aku menyambut uluran tangan Jena. "Resa …." Jawabku, memperkenalkan diri.


"Sudah perkenalannya, Jena, ayoo bantu Nyonya ke kasur, kamu tidak usah Resa, karena kamu harus berusaha yang satu itu," sela Nyonya Ramida, ucapan Nyonya Ramida barusan, membuatku batal untuk membantu Jena.


"Jena, sore nanti, kamu boleh langsung ke paviliun belakang, kalau malam, ibu hanya ganti popok dan hal ringan, Resa bisa melakukan tugas itu," seru nyonya Ramida.


"Kamu keberatan Resa?" Nyonya Ramida bertanya kepadaku.


"Tidak sama sekali Nyonya," jawabku.


"Jena, Resa ini, istri salah satu pegawaiku, dia program hamil, suami Resa tengah dinas keluar negri, dia menitip Resa pada kami, dari pada dia bosan, aku meminta izin suaminya, untuk memberinya tugas menemani kamu menjaga ibu," ucap nyonya Ramida.


"Iya Nyah, saya tidak akan biarkan Nona Resa mengerjakan yang berat," jawab Jena.


"Jena, hanya kamu yang tahu status Resa, saya harap kamu bisa simpan rahasia ini, ikatan Resa tidak di ketahui oleh keluarga suaminya, makanya Resa sembunyi di sini, sebagai pembantu," seru Ramida.


"Tenang, Nyonya, saya akan tutup mulut!" Seru Jena.


"Resa ayoo ikuti aku, aku akan tunjukkan kamar kamu," ajak Nyonya Ramida. Aku permisi pada Jena dan Nyonya besar, segera ku ikuti langkah kaki Nyonya Ramida.


Kami masuk di sebuah kamar, ukurannya lumayan besar, sama seperti kamarku yang ada di rumah papa, hei papa? Seketika hati ini merindukan papa. Sejahat apapun laki-laki itu, bagaimanapun dia papaku.


"Resa …." Panggilan Nyonya Ramida membuatku tersadar dari lamunan.


"Iya Nyonya …." Jawabku. Aku mendekatinya.


"Di lemari ini, semua keperluan kamu sudah kami sediakan," ucapnya.


"Terima kasih Nyonya," ucapku.


"Resa, jaga kesehatan ya, aku sangat bahagia ibu bisa sehat, aku yakin ibu semakin sehat jika kamu cepat hamil. Tapi, jangan kau pikirkan, kamu hanya perlu jaga kesehatan kamu," pinta Nyonya Ramida padaku.


Aku hanya tersenyum dan mengangukkan kepalaku.


********

__ADS_1


Author POV


………………………


Setelah dari kamar Resa, Ramida segera keluar dari kamar itu, dia berjalan menuju ruang tamu, di sana dua orang laki-laki berbadan tegap tengah duduk bersantai.


"Mawan, Tony, kalian boleh pulang, aku hari ini tidak kemana-mana, kalian silakan mau tugas yang lain," ucap Ramida.


"Baik Nyonya," jawab Mawan dan Tony bersamaan. Mereka berdua segera menegakkan tubuh mereka dan melangkah menuju pintu, sedang Ramida, langsung memutar tubuhnya kearah tangga, dia melangkahkan kakinya menuju tangga, dan meniti tiap anak tangga menuju lantai dua rumahnya. Sedang tangannya memainkan ponselnya. Untuk menghubungi Sam.


Tutttt …..


"Iya bu," jawaban dari ujung telepon sana.


"Nenek sudah pulang, dia sudah di rumah, cuma mau kasih kamu kabar itu saja."


"Iya bu, setelah selesai bekerja, aku akan segera pulang," jawab Sam.


Tanpa bicara panjang lebar, Ramida langsung menutup panggilan teleponnya.


Matahari mulai condong kearah barat, cahayanya pun sedikit meredup, suasana sore hari di rumah besar itu mulai sepi. Para pembantu, sudah kembali ke paviliun yang ada di belakang rumah utama, di sanalah tempat para pembantu istirahat dan berkumpul.


Baru beberapa jam berada di rumah besar keluarga Ozage, Resa nampak begitu bahagia, dia berbincang dan berkenalan dengan para pembantu yang masih melakukan tugas mereka di rumah utama.


"Tugas kami sudah selesai Nyonya, boleh kami pergi?" Tanya salah satu pembantu pada Nyonya Marina.


"Boleh, aku juga ingin ke paviliun, ayo Jena, Resa kita ke paviliun belakang," ajak Nyonya Marina.


Resa bingung, dia hanya diam.


"Iya Nyonya besar, Nyonya besar pasti sangat rindu suasana paviliun belakang ya." Jena mengerti majikannya sangat merindukan suasana paviliun.


Marina hanya mengangguk dan tersenyum.


"Kamu tahu Resa, Nyonya besar sangat suka main ke paviliun belakang, yukk ikut," ajak Jena.


Dengan semangat, Resa bersama beberapa pembantu lain, melangkah bersama menuju paviliun belakang, di mana semua pembantu yang sudah selesai dengan tugas mereka berkumpul di sana.


"Resa … di sini pembantu melakukan tugas tidak full time, jam kerja mereka di atur, makanya rumah besar terasa sepi, karena semua pekerja berkumpul di paviliun, termasuk Mawan dan Tony, hanya saja pintu masuk untuk pekerja laki-laki berbeda," terang Nyonya Marina.


Resa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengari cerita Nyonya Marina.


Akhirnya, langkah mereka sampai, semua pembantu tampak sangat menyayangi Nyonya Marina, beberapa dari mereka langsung memeluk Nyonya Marina bergantian.


Air mata Resa menetes, melihat kehangatan majikan dan para pembantu. Sebuah tangan mendarat di bahu Resa.


"Kenapa Resa?" Tanya Jena.


Resa menoleh kearah sumber suara. "Aku hanya terharu, kalian semua sangat akrab," ucap Resa.

__ADS_1


"Ayoo anak baru, sini tebar pesona dulu," seru salah satu pembantu yang lain. Kebersamaan sore yang begitu hangat, di hiasi canda tawa semua yang ada, dan kadang terdengar suara gelak tawa di ruangan itu.


__ADS_2