Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan
Bab 64 Kuy Lanjut


__ADS_3

Pesta ulang tahun malam itu, sangat berkesan bagi Sam. Karena Resa kembali malam itu. Tiga hari sudah malam bersejarah itu berlalu. Kini kehidupan kembali lagi seperti biasa. Hanya saja status Resa yang berubah.


Keadaan Kediaman rumah keluarga Ozage sungguh sangat heboh. Sam tidak mengizinkan Hayati pergi. Bahkan Tini pelayan Hayati, di beri pesangon yang besar. Karena pekerjaannya selama ini menjaga Hayati, sudah selesai.


Sedang Garie memilih menjalani kehidupan tenangnya seorang diri, di rumah besarnya. Menjalani hidup damai seperti ini, membuat Garie, merasa lebih tenang. Kedamaian semakin dia rasa, setelah mendapat maaf dari Resa dan Hayati.


***


Di rumah keluarga besar Ozage.


Sam kembali ke kamarnya. Terlihat Resa mematung. Resa tidak menyadari kehadiran Sam. Sam langsung duduk di samping Resa. "Mikirin apa Sayang?" Tanya Sam.


Tubuh Resa terperanjat saat menyadari kehadiran Sam. "Papa ...."


Wajah Resa terlihat sendu. "Kata mama ... papa dan mamanya Nazla sudah bercerai. Kasihan papa sendirian, tanpa keluarga dan tanpa pekerjaan di usia seperti ini."


"Siapa bilang tanpa pekerjaan? Aku memberikan papa kamu, perusahaan kemaren."


"Serius?" Resa tidak percaya dengan berita yang dia dengar.


"Serius! Lagian aku tidak butuh perusahaan, aku hanya butuh kamu."


"Aku mikirin nasib mama dan papa," gerutu Resa.


"Jangan meminta mereka bersatu, biarkan keduanya hidup dengan pilihan mereka masing-masing."


"Aku tidak meminta mereka kembali bersama, aku bilang aku memikirkan ...."


"Jahat! Aku gak kamu pikirin?" Sam nampak murung. Dia langsung berdiri dan pergi dari kamar itu.


"Sayang ...." Rengek Resa. Tapi, Sam tetap pergi dari kamar itu.


Resa mengalah dia mengikuti Sam, hingga sampai di ruangan kerja Sam, yang ada di lantai bawah.


"Sayang ...." Resa berusaha membujuk Sam.


"Pikirkan saja yang lain! Aku memang tidak pantas untuk kamu pikirkan. Mungkin takdirku, seperti ini. Mecintai seseorang sepenuh hati. Tapi, yang di cintai--" Sam sengaja menyudahi perkataannya.


"Jangan ngambek bayi besarku, cup cup cup ...." Resa bersaha merayu Sam. Tapi, percuma. Laki-laki itu pergi kearah kursi kerjanya.

__ADS_1


Resa tidak menyerah. Dia sengaja duduk di pangkuan Sam. Sambil mengendus manja lekuk leher Sam.


"Tidak mempan! Aku kesal!" Gerutu Sam.


"Eh, kamu ingat gak d film ehekkkk itu, anunya pake pakaian lengkap. Mau coba?" Tawar Resa. Resa mulai manja menciumi leher Sam.


"Astaga! Kenapa sangat sulit untuk marah padamu!" Gerutu Sam.


Resa tersenyum. Jurusnya berhasil.


"Ayoo, posisi yang sama, dengan yang di film ehekkk itu!" Sam membersihkan meja kerjanya, lalu meminta Resa duduk di sana untuk melayaninya.


"Ayooo," Resa membuka diri.


Saat kehangatan mulai terjalin. Puzzle itu saling melengkapi. Ketenangan ini sungguh terasa hangat dan memabukkan.


Ceklakkkk!


Pintu terbuka. Dengan jelas Dirga melihat semua yang terjadi diatas meja kerja itu. Seketika mulutnya terbuka, melihat bagaimana aksi Sam di sana.


Plakkkk!


"Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu!" Teriak Sam.


Dirga menutup pintu itu kembali. Batinnya seakan menjerit melihat adegan di dalam ruangan tadi. Dengan langkah kaki gontai. Dirga melangkah menuju meja tamu.


"Tuan Dirga, Anda sakit?" Tanya Jena.


"Jiwa jombloku meronta," jerit Dirga.


"Terus?"


"Aku butuh pasangan. Jen, nikah yukkk!" Ajak Dirga.


"Erggggg" Jena menggidik mendengar tawaran Dirga, dia segera lari menuju kamar Marina.


"Nasib! Pelayan nenek saja menolakku!" Dirga meratapi nasibnya sendiri.


***

__ADS_1


Di ruangan kerja itu.


Wajah Sam masih kesal. Untung saja dia dan Resa melakukan pemasangan puzzle ini, masih memakai pakaian lengkap.


"Sudah! Kita juga yang salah, melakukannya, di tempat ini. Coba di kamar," Resa berusaha merayu.


"Kenapa---" Sam tidak bisa melanjutkan perkataannya. Wanita di depannya ini, membungkam mulutnya.


Resa melepas pangutannya. "Sudah ... jangan emosi, kuy lanjut!"


Sam melepas puzzle yang terpasang. Dia berjalan kearah pintu dan menguncinya.


"Demi keamanan, ketenangan dan kenyamanan, Nyonya. Kuy lanjut." Sam melanjutkan permainan puzzle mereka.


******


End.


******


Kenapa tamat?


-Vania bahagia dengan mimpinya, menyadarkan orang seperti Vania tidak semudah membakar kapas.


-Sam dan Resa bisa bersama. Tanpa status rahasia lagi.


-Hayati dan Garie. Biarkan mereka menjalani sisa kehidupan ini, dengan cara mereka.


-Si Jomblo Dirga. Biarin jomblo. Ini diantara gambaran di kehidupan nyata. Banyak laki-laki dan perempuan baik, yang masih di ikat status Jomblo. Sabar ... Jodoh datang di saat yang tepat, bukan cepat.


-Bagaimana Gavin dan Gilang? Mereka masih bayi. Tidak banyak menceritakan tentang mereka.


*Terima kasih banyak, kalian semua menjadi bagian cerita fiktif yang remahan ini. Mohon maaf, atas segala kekurangan dalam story ini. Jujur aku belum siap nulis. Tapi demi lomba Noveltoon Writing Academy, aku bela-bela in nulis lagi.


Alhamdulillah, perjuangan itu membuahkan hasil. Karya ini, salah satu pemenang dari 100 orang yang menjadi pemenang. Ikut pelatihan dari forum Noveltoon Writing Academy, sangat banyak hal yang baru aku ketahui tentang novel. So, sampai jumpa di coretanku yang lainnya ya. Aku sayang kalian 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


4 eps 😳😳😳


Aku gerezy beneran ini.

__ADS_1


__ADS_2