
Tokoh.
Fidiya, seorang wanita desa. Impiannya tidak muluk-muluk, hanya ingin kehidupan rumah tangga yang harmomis, dicintai dan mencintai. Harta atau kekayaan apapun bukan termasuk impiannya. Cukup dicinta oleh sang suami, hal lain bisa berjuang sama-sama.
Ridwan. Bukan lelaki dingin, lebih tepatnya dia bagai manusia batu. Kehidupannya hanya ibu tirinya, Nyonya Retna dan kedua adiknya, Ara dan Melly. Dia akan berusaha menundukkan dunia ini untuk berlutut di kaki ibunya dan kedua adiknya, andai dia bisa, sangat sayangnya dia pada tiga wanita itu. Bagi Ridwan, dunianya adalah Retna, Melly, dan Ara.
__ADS_1
Apa yang dicintai tiga wanita itu, Ridwan akan berusaha mencintai, dan begitu pula sebaliknya, apa yang dibenci tiga wanita itu, Ridwan akan membenci, dia rela menceraikan istrinya demi membahagiakan ibu dan kedua adiknya.
Fadlan. Seorang laki-laki yang tidak pernah lepas dari bayang masa lalunya, keinginannya dia ingin bertemu gadis kecil yang menyelamatkan dirinya di masa kecil Hingga dia bertemu Fidiya yang mempunyai garis wajah yang serupa dengan anak kecil yang menolongnya dulu.
Fadlan melakukan beberapa hal untuk membebaskan Fidiya, tapi ... dia tidak punya keberanian mengutarakan cintanya.
__ADS_1
Ada yang minat baca?
Kalau minat kuy kepo-in karya on going aku yang berjudul 'Terlambat Sudah' atau klik profilku, di sana ada karya aku yang itu. Sudah 40 eps. Tapi mohon maaf atas segala kekurangan dalam coretanku.
Aku orangnya gak sabaran, setelah memulai aku ingi segera selesai, hingga sangat sering alurku bagai kereta api express 🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️