Istri Kontrak Investor Kaya

Istri Kontrak Investor Kaya
Pengakuan


__ADS_3

“Gian, sebenernya tante tahu soal pernikahan kontrak kamu sama Regina.” Yuniar menatap Gian.


“Aku gak ngerti maksud tante apa. Pernikahan kontrak apa?” Sanggah Gian dengan tenang.


“Kamu ini, emang tante kenal kamu cuma satu dua hari doang? Kamu lupa tante kamu ini siapa?”


F*ck!


Ya, tentu saja Gian tahu siapa tantenya ini. Anak tertua keluarga Airlangga. Orang dengan kemampuan managerial setara dengan kakeknya, yang mendirikan perusahaannya sendiri. Tak aneh kalau tantenya melakukan background check terhadap Regina, tapi semua skenario Gian sudah sempurna untuk itu. Harusnya tidak ada yang tahu tentang kesepakatan mereka.


“Tante gak punya bukti soal tuduhan itu.”


“Ngaku aja kenapa sih, Gi?” Kata tantenya tertawa, kemudian beranjak ke salah satu lemari file di belakangnya dan mengambil sebuah dokumen disana. Yuniar menaruhnya dihadapan Gian. Proposal pengajuan investasi perusahaan Regina kepada Gavels.


“Pas kamu bawa Regina ke rumah, tante hubungi orang-orang kepercayaan buat cek soal dia. Takut kalau kamu bawa cewek gak jelas, ga berpendidikan, scammer, gold digger, atau apalah yang kamu temui sembarangan karena kamu punya deadline buat menikah. But, all clear. Regina punya pendidikan yang bagus, berbakat, punya perusahaan sendiri, ga punya catatan kriminal, dan ga punya hutang bank. Tante lega pacar kamu ga akan malu-maluin keluarga kita.” Yuniar menjelaskan dengan santai.


“Pas tante ceritain sama Om Bayu soal Regina dan perusahaannya, dia bilang ga asing sama nama perusahaannya. Terus dia inget pernah ngawasin beberapa perusahaan fashion dan ngundang perusahaan Regina buat pitching untuk program inkubasi perusahaan kecil. Terus Om Bayu bilang kamu yang pitching hari itu. Tante minta salinan proposal perusahaan Regina, meskipun ini confidential tapi akhirnya tante dapet. Sesuai dugaan, perusahaannya sedang ga aman. Dia butuh dana cepat buat menghindari kebangkrutan.”


“Terus tante mikir aku yang bantu perusahaan Regina, gitu?”


“Ya, jelas. Dana pribadi kamu ga akan ke record kecuali kamu bawa orang-orang kamu buat menangani investasi langsung ke perusahaan itu. Kamu tempatkan orang-orang kamu disana, finance, legal, bahkan CEO baru buat nutupin laporan keuangan perusahaan Regina.” Pancing Yuniar menatap lekat Gian.


F*ck!


Diantara semua orang yang ingin Gian kelabui tentang pernikahan kontraknya, yang paling pertama adalah tantenya. Kalau ada 1 orang yang menurut Gian sulit dikalahkan di dunia ini, Yuniar Raihan Airlangga adalah orangnya. Dia juga benar-benar lupa tentang Om Bayu yang tahu tentang detail perusahaan Regina. Sudah jelas tantenya akan mengorek informasi sedalam mungkin. Yuniar sudah tahu sampai sejauh itu, tentang laporan keuangan perusahaan Regina, tentang orang-orang Gian disana, dan mungkin lebih tahu tentang bagaimana Gian memanfaatkan situasi Regina untuk keuntungannya. Yuniar sangat tahu keponakannya itu tidak akan mudah jatuh cinta, setelah semua perjodohan dan kencan buta yang gagal. Tidak masuk akal tiba-tiba membawa seorang wanita dan memutuskan menikah secepat itu.


“Aku emang nikah kontrak sama Regina, dengan kesepakatan akan menyelamatkan perusahaannya dan aku bisa dapat hak waris. Kalau tante udah tahu kenapa tante biarin? Kenapa gak tuntut aku aja kalau gitu?”


“Buat apa?” Tanya Yuniar tersenyum melihat Gian yang mengakui semua perbuatannya. “Selama calon kamu berkualitas tante ga ada masalah, justru pernikahan kontrak kamu adalah kesempatan bagus biar kamu bisa kenal sama cewe lebih dekat, iya kan? Tante dari dulu udah bilang, kamu sebenarnya bukan gak mau nikah atau jatuh cinta, tapi kamu belum ketemu aja sama orangnya. Terus yang terpenting kamu udah pilih sendiri. Selebihnya biarkan semesta bekerja.” Lanjutnya sambil tertawa.


“Tante gak marah soal itu?”

__ADS_1


“Ngga, malah kayaknya berterima kasih. Tante ga usah susah-susah nyariin kamu jodoh, yang udah jelas bakal kamu tolak. Kamu yang pilih sendiri. Ga kelihatan kayak perjodohan kan?”


“Tapi aku udah menipu tante dan semua orang.”


“Tapi sekarang ngga, kan?”


Gian tidak menjawabnya. Sekarang semua kontak pernikahannya sudah berakhir. Surat kontrak tersebut sudah mereka bakar tak bersisa malam sebelum mereka berangkat untuk honeymoon. Tak ada kontrak, hanya ada post nuptial yang mereka sahkan di notaris sekembalinya mereka dari liburan.


“Tante tahu kamu bakal sayang sama Regina cepat atau lambat, kalau kalian terus sama-sama, rasanya mustahil kalau kalian ga punya perasaan apa-apa. Meskipun selalu ada kemungkinan waktu bukanlah penentu. Kayak kamu sama Vanya.”


“Kalau kemungkinan itu aku gagal?”


“Ya tante ga bisa berbuat apa-apa. Makanya tante minta Narta buat serahin aset kamu secara berkala. Setidaknya kamu butuh waktu 2-3 tahun buat pertahanin status kamu sama Regina untuk dapat semua hak waris kamu.” Jawabnya santai. Pantas saja Narta masih menahan semua aset Gian hingga sekarang. Dia hanya mengesahkan posisinya sebagai CEO di Gavels saja.


“Kenapa tante yakin banget aku bisa jatuh cinta sama Regina?”


“Padahal kamu udah jatuh cinta duluan sama dia, kamu gak sadar?”


Yuniar tertawa melihat Gian yang kebingungan. Keponakannya ini benar-benar tidak bisa diharapkan untuk urusan seperti ini. Dia bahkan tidak menyadari tentang perasaannya sendiri. Tapi Yuniar maklum, Gian sangat awam dan mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya jatuh cinta pada seseorang.


Hari itu keponakannya sangat pendiam, matanya hanya tertuju pada Regina saja. Saat gadis itu hadir di ruangan hingga acara selesai, Gian tidak bisa berhenti menatapnya. Saat itu Yuniar tahu, Gian sudah menyukai Regina yang tersenyum malu-malu sepanjang acara, yang sangat cantik, bersinar, dan berbahagia. Entah saat itu gadis itu sedang berpura-pura atau bukan, yang jelas sihirnya sudah membuat Gian jatuh cinta. Yuniar tersenyum sendiri mengenang itu, dia merasa bangga karena akhirnya Gian menemukan tambatan hati seperti yang ayah dan ibunya inginkan.


Sepanjang perjalanan pulang Gian terus memikirkan kata-kata tantenya. Apakah Gian memang sudah jatuh cinta pada Regina bahkan sebelum mereka menikah? Entahlah. Dia sendiri tidak bisa menjawabnya, yang terpenting sekarang adalah bagaimana perasaanya pada Regina dan kehidupannya setelah ini. Lagipula Yuniar tidak mempermasalahkan kontrak pernikahannya yang sudah berakhir.


Regina sedang menonton TV di ruang tengah saat Gian sampai, menatap Gian dengan muka cemberut saat Gian muncul.


“Kok lama banget sih pulangnya?” Tanya Regina kesal.


“Kan aku udah bilang mau ke rumah Tante Yuniar abis pulang kerja, ngobrol dulu jadi lama.”


“Ngobrolin apa?”

__ADS_1


“Masalah keluarga.”


“Ya apaan? Aku kan keluarga kamu juga.”


“Nanti aku ceritain.” Gian membaringkan kepalanya di paha Regina. Istrinya itu fokus menonton drama korea di layar. “Re, kapan kamu sadar punya perasaan sama aku?”


“Gak tahu. Kenapa emangnya?” Jawab Regina cepat. dia malas mengakui hal-hal memalukan seperti itu.


“Gak apa-apa nanya aja.”


“Yang jelas pasti kamu duluan yang suka sama aku.”


Gian tertawa. Kemudian bangkit dan duduk. Menarik wajah Regina mendekat, kemudian mencium bibirnya.


“Hmm.. kayaknya aku duluan yang suka sama kamu.”


...****************...


Regina sedang membaca buku di atas kasur, menunggu Gian yang sedang mandi. Handphone-nya bergetar di sampingnya. Ada pesan yang masuk ke perangkat tersebut.


[Gita]


Bu Vanya hari ini datang buat cari Pak Gian. Tapi Pak Gian sedang meeting di luar. Project-nya sementara Pak Gian yang tangani karena Pak Bayu sedang tidak ada di tempat. Kemungkinan mereka akan sering ketemu.


Mood Regina seketika rusak setelah membaca pesan tersebut. Dia membenci kenyataan bahwa Gian akan terus berhubungan dengan wanita itu karena perusahaan mereka bekerjasama. Vanya akan sering bertemu Gian. Meskipun Gian mengatakan tidak punya perasaan apapun pada Vanya, tetap saja Regina membenci jika mereka terus bertemu.


 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mungkin gini kali ya visual Gian 🤔

__ADS_1


Cocok ga?



__ADS_2