Istri Kontrak Investor Kaya

Istri Kontrak Investor Kaya
Orang Licik


__ADS_3

"Gimana? Lu udah siap digebukin bapak lu atau masuk panti rehabilitasi?" Tanya Regina, kemudian tertawa renyah.


"Emang lu beneran sama gak warasnya kayak suami lu!! Mentang-mentang sekarang lu jadi istrinya konglomerat dengan gampangnya bikin hidup orang menderita!"


"Menderita? Lu sendiri kan yang bikin masalah sama gua? Kenapa lu jual informasi internal perusahaan gua sama orang lain dan nyebarin itu? Lu butuh banget duit buat obat terlarang? Hah?"


"Hapus semua foto bukti soal gua sebelum bokap gua tau. Bukan gua yang upload semua info perusahaan lu ke internet."


"Emang segampang itu? Lu ngerusak nama baik gua, ngusik kehidupan gua. Apa yang bisa lu tawarin sama gua buat ngehapus kesalahan lu?"


"Gua bakal kasih tau soal rahasia suami lu dan orang yang ngebeli semua info kebusukan lu pas jadi CEO."


"Maksud lu apa soal rahasia suami gua?"


"Oh My God. Lu bucin sama suami konglomerat lu itu? Sampe gak tau apa yang dia sembunyiin dari lu?" Perempuan tersebut terkekeh. "Gua kasih lokasi tempat gua janjian sama orang yang ngebeli info soal perusahaan lu. Hapus semua foto-foto gua lagi ngo bat sekarang juga."


"Kirim semua yang lu tau di chat."


Tak beberapa lama semua file tentang transaksi, screenshot chat, dan bukti lain tentang orang yang membeli informasi mengenai kondisi perusahaan sudah dikirim ke handphone Regina. Termasuk file tentang Gian. Regina membaca sekilas dan sulit percaya apa yang sudah Gian lakukan.


Namun Regina sekarang harus fokus menyelesaikan masalahnya. Dia akan menyimpan semua tentang kebenaran tentang Gian dilain waktu. Ketika dia telah berpikir jernih.


"Udah, kan? Lu butuh apalagi dari gua?"


"Gua udah hapus semua foto soal lu ngo bat. Done."


"Bagus. Gua ga mau berurusan lagi sama lu!"


"Alea, gua udah hapus semua foto lu. Tapi sebelum gua kirim ke lu, gua udah kirim duluan ke bokap lu. Dia udah tau. Jadi selamat masuk panti rehabilitasi, dan berhenti ngeganja sebelum lu ngejual informasi semua orang yang lu tau, atau bahkan ngejual diri lu sendiri." Kata Regina penuh penekanan. Mengulang lagi kata-kata Alea yang menyuruhnya menjual diri demi menyelamatkan perusahaan.

__ADS_1


"REGINA, LU BENERAN ANJI-"


Telepon terputus. Regina segera memblokir nomor Alea. Sahabatnya sejak kuliah, Vice CEO-nya dulu, orang yang dia kira bisa dipercaya. Tapi ternyata dia salah satu pengkhianat besar.


Pembicaraannya dengan Mbak Inah tempo hari menyadarkannya tentang sesuatu. Orang yang tahu mengenai kondisi perusahaannya adalah dirinya sendiri, Gian, Maya, orang-orang yang Gian bawa ke perusahaannya, dan juga Alea. Diantara semua orang itu hanya Alea yang punya hubungan buruk dengannya dan punya kapasitas untuk mengetahui semua detail perusahaan serta kebijakan selama Regina menjabat sebagai CEO. Sahabatnya yang berkhianat.


Kepergian Alea dari perusahaannya juga momen yang buruk bagi hubungan keduanya. Alea tiba-tiba resign dan meninggalkan Regina sendirian memimpin perusahaan, yang kemudian menuntunnya menyetujui pernikahan kontrak bersama Gian. Regina juga tahu tentang kecanduan Alea terhadap obat terlarang sejak kuliah. Dia berulang kali disiksa oleh keluarganya karena mendapatinya terus melakukan hal yang sama. Bahkan ayahnya berharap dengan Alea bekerja diperusahaan Regina sebagai Vice-CEO, dia akan menghentikan kecanduannya dan menjadi orang bertanggung jawab. Ternyata ayahnya salah.


...****************...


Regina menggunakan dress hitam dan sepatu hak tinggi, berjalan masuk ke sebuah cafe, tempat Alea menunggu orang yang akan membeli informasi mengenai perusahaan Regina. Dia melihat berkeliling kemudian menghampiri salah satu meja dan duduk disana.


"Udah lama nunggunya, Van?" Sapa Regina santai, menyimpan map plastik berisi print out semua bukti yang Alea berikan padanya.


Vanya terbelalak kaget melihat Regina muncul dihadapannya. Wajahnya tegang dan dipenuhi kebencian.


"Mau apa lu kesini?"


"Maksud lu apa? Alea siapa?" Tanya Vanya masih berpura-pura bodoh.


"Duh stop deh acting depan gua. Kita udah saling tau kan soal kebusukan masing-masing?"


"Lu doang yang sifatnya busuk. Murahan!"


"Gua mengakui kok kalau sifat gua busuk, bisa jahat kalau ada yang ngusik gua duluan. Salah satunya sama lu."


"Mau ngapain lu kesini?"


"Gua cuma pingin bikin urusan kita clear aja. Kenapa lu terobsesi banget buat ngejatuhin gua dan ngusik hidup gua? Karena Gian? Karena lu masih suka dan berharap sama dia? Please wake up! Dia gak nganggap lu sama sekali."

__ADS_1


Vanya terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Regina. Menarik napas panjang.


"Awalnya gua cuma mau deketin Gian. Tapi reaksi lu annoying. Lu bikin gua malu di depan sahabat ibu gua dan coba manas-manasin gua. Lama-lama gua jadi benci banget sama lu. Gua pingin lu menderita. Gua pingin orang tau sebusuk apa dan sebodoh apa lu sebenarnya. CEO gagal yang manfaatin seorang investor kaya raya buat dijadikan suami. Ladang duit buat perusahaan lu yang hancur."


"Gua puas banget denger jawaban lu. Seperti yang gua harapkan." Regina tertawa dan bertepuk tangan dengan dramatis, seperti baru saja menonton adegan opera yang mengagumkan.


"Lu juga kan yang ada dibalik bisnis Alika yang sukses? Lu yang ngedorong dia bikin start up F&B yang semua model bisnisnya sama kayak gua dan bikin usaha gua kalah saing? Bener-bener licik lu."


"Gua cuma mau buktiin kalau lu salah bilang gua ga ngerti soal bisnis karena gua bukan lulusan Stanford kayak lu dan Gian. Lu salah, gua juga bisa sejago Gian karena gua belajar dari dia langsung. Bisnisnya Alika salah satu bukti kalau gua juga ga bisa diremehin soal bisnis."


"Lu mau bikin start up gua bangkrut karena kalah saing sama punya Alika?"


"No. Gua pingin lu putus kerjasama dengan perusahaan Gian. Ga usah ada hubungan apa-apa lagi."


"Lu gila. Gua kerjasama dengan Gavels dengan jangka waktu 2 tahun. Lu ga bisa bikin gua mundur atau putus kontrak sama Gavels. Tol*l!"


"Gua bisa kok," Kata Regina mendorong map plastik ke arah Vanya. "Ini bukti kejahatan lu sama Alea. Bayangin Gian tau soal ini, siapa orang yang ada dibalik komentar jahat disosmed gua, orang yang nyebarin detail tentang perusahaan gua. Dan jangan lupa gimana kalau bapak lu, Pak Aryanto yang terhormat sampe tau anaknya beli obat terlarang cuma buat dapet informasi tentang istri CEO ditempat dia kerja. Gimana nanti hubungan Gian sama Pak Aryanto di kantor? Lu gak sampe mikir kesana?"


Muka Vanya memucat. Dia tidak bisa membayangkan semua langkahnya akan jadi bumerang untuknya sendiri. Selama ini dia sudah meremehkan Regina. Dia mengira Regina adalah wanita bodoh yang kebetulan Gian sukai. Ternyata dia sangat licik.


"Gimana, Van? Pertimbangkan, ya?" Tanya Regina ceria. "Gua gak mau lu deketin Gian atau ngusik kehidupan gua lagi pake cara hina kayak gini. Ini peringatan. Gua bisa lebih jahat kalau lu kelewatan."


Regina berdiri dari tempat duduknya. Meninggalkan Vanya yang terdiam bingung menatap map plastik berisi bukti kejahatannya yang Regina tinggalkan di meja. Regina masuk ke mobil. Kemudian Pak Ayus mengemudikan mobil tersebut, membawanya pulang ke rumah.


Semua urusannya dengan Vanya akhirnya selesai. Sekarang waktunya Regina fokus pada sesuatu yang mengganggunya tentang Gian. Bukti yang Alea berikan padanya tentang rahasia suaminya yang tak pernah dia ceritakan pada Regina. Saat ini dirinya bingung harus bereaksi seperti apa terhadap informasi tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author selalu pingin bilang ini "Tolong baca novel ini pelan-pelan yaaa" 😂

__ADS_1


Kalau baca pelan-pelan pasti tahu Alea siapa dan muncul di bab mana hahaha


__ADS_2