
"Kamu beli makanan apa lagi sih ini?" Tanya Gian menenteng plastik makanan yang diantarkan ojek online. Tapi Regina tidak membalasnya. Dia hanya diam menatap handphone-nya. "Re?" Panggil Gian.
Regina menyerahkan handphone-nya pada Gian. Kemudian Gian melihat banyak sekali komentar-komentar jahat yang ditujukan pada Regina di akun sosial medianya. Semua akun yang meninggalkan komentar tidak jelas itu hanyalah akun bodong. Tanpa identitas yang jelas. Sudah pasti mereka hanya buzzer yang sepertinya disewa untuk meninggalkan komentar tersebut di akun targetnya.
Tapi siapa?
"Ga ada yang tahu soal pernikahan kontrak selain kita berdua kan, Gi? Kenapa ada orang yang sampai bisa tahu dan bahas itu di sosmed?" Regina jelas terlihat panik dan ketakutan.
Seingat Gian, orang yang tahu pasti tentang pernikahan kontraknya adalah Yuniar dan juga Bayu. Apa mungkin ini ulah Rafi? Dia juga tahu mengenai pernikahan palsunya dengan Regina karena menguntit Regina berbulan-bulan.
"Mereka juga tahu perusahaanku yang hampir bangkrut. Ga ada orang luar yang tahu soal urusan internal perusahaan kayak gini." Wajah Regina memucat ketakutan. Gian duduk disamping Regina kemudian memeluk untuk menenangkannya.
"Nanti aku yang cari tahu, ga usah dipikirin."
"Tapi, Gi..."
"Udah, ga usah dibahas lagi. Mereka ga punya bukti apa-apa. Mau nyerang kayak gimana pun, ga bisa dibuktikan."
Gian tidak ingin Regina khawatir dengan komentar tidak jelas di internet. Dia meminta Regina untuk berhenti membuka sosial media sementara. Ketenangan dan kesehatannya lebih penting sekarang. Ini hanya baru komentar saja, belum terlalu membahayakan. Gian ingin melihat tujuan sebenarnya orang dibalik akun-akun bodong ini untuk apa.
Jika dia tahu tentang kondisi perusahaan Regina, berarti dia orang yang sangat dekat dan hapal dengan Regina atau Gian. Laporan keuangan perusahaan Regina hanya bisa diakses orang-orang tertentu saja. Apalagi setelah Gian mengambil alih perusahaan tersebut lewat Dimas.
Pernikahan kontrak mereka juga sudah berakhir. Membahas gosip itu sekarang di sosial media adalah hal yang basi. Seharusnya hal ini tidak akan menggoyahkan apapun. Selama mereka memperlihatkan hubungan yang baik-baik saja dan cerita-cerita gembira. Rumor seperti ini mungkin akan hilang dengan sendirinya. Meskipun Gian tetap berhati-hati mengawasinya.
Dia sudah menghubungi orang kepercayaannya untuk melacak akun-akun bodong tersebut. Walaupun jelas mereka menggunakan identitas palsu dan belum tentu dapat ditemukan orang dibalik semua akun tersebut, yang menyuruh dan membayar mereka berkomentar jahat.
Satu foto Gian unggah ke akun sosial medianya. Mengabaikan semua tuduhan jelek di akun sosial media milik Regina. Foto buram berwarna hitam putih hasil USG dengan caption:
"Received unbelievable gift on our first anniversary. Please do congratulate me, going to be a father soon."
__ADS_1
[Mendapatkan hadiah yang luar biasa pada ulang tahun pernikahan pertama kami. Silakan beri aku selamat, akan menjadi seorang ayah segera]
Tak berapa lama, komentar bermunculan. Banyak sekali ucapan selamat dan doa disampaikan untuk Gian dan Regina serta calon bayi mereka. Beberapa akun yang sempat mengikuti komentar jahat di akun Regina pun mulai sangsi dengan komentar-komentar buruk sebelumnya.
...****************...
Vanya menghela napas panjang, dia sudah hampir setengah jam dicecar oleh Bayu tentang laporan dana investasi yang diberikan Gavels dan laporan kemajuan perusahaannya.
"Van, Om tahu bikin perusahaan itu berat dan kamu masih belajar. Kita awalnya percaya kamu punya potensi, tapi kalau lihat growth dan performance perusahaan kamu dalam evaluasi semester ini tuh, kayaknya Om harus bilang kalau Om sangat kecewa."
"Kerjasama kita masih ada 1,5 tahun lagi, Om. Cuma dengan 6 bulan aja ya aku masih belum bisa capai KPI."
"Tapi growth perusahaan kamu tuh buruk. Hampir hilang gaungnya dipasaran."
"Model bisnis kayak gini lagi banyak, Om. Pemain baru bermunculan and I need the money to survive."
Pikiran Vanya sekarang dipenuhi kabut. Perusahaan kecil yang dia dirikan sedang butuh sokongan dana yang besar dari investor. Tapi akhir-akhir ini berapa banyak pun uang yang sudah dia bakar untuk mempromosikan beberapa cabang usaha F&B nya. Semuanya kalah viral oleh merek dagang lain.
...****************...
Akun bernama selene0913 mengunggah laporan keuangan Edmode selama 1 tahun, termasuk semua transaksi gagal bayar pada vendor, pemutusan kerjasama, dan notice keterlambatan gaji para staffnya. Kemudian akun tersebut menandai Regina pada semua unggahannya.
"CEO paling gak berguna" Tulis selene0913 pada setiap caption unggahannya.
Terpancing dengan postingan tersebut banyak komentar jahat yang kemudian ditulis disana. Dalam beberapa jam saja hampir ribuan yang mencerca, mempertanyakan, dan ada pula yang membela Regina.
'Wah parah sih sampe telat digaji'
'Kayaknya sekarang anaknya dijadiin alat biar bisa nyedot duit Gian'
__ADS_1
'Dramanya seru euy.'
'Mengahalalkan segala cara demi nutupin kebobrokan'
'Kalau cakep enak ya, ada masalah keuangan tinggal jual diri sama konglomerat'
'Ini yang namanya gold digger'
'Kasihan ih Gian, padahal nikah sama aku aja. Aku ga punya hutang dan beban finansial'
'Hamilnya beneran ga tuh? Jangan-jangan biar bisa dapet duit dan menguasai harta suaminya doang'
Gian sudah menyuruhnya untuk berhenti melihat sosial media. Tapi akun selene0913 tersebut menandainya disemua unggahan yang membuat Regina tak tahan untuk melihatnya. Kecewa dan ketakutan semakin dalam ketika melihat semua bukti kegagalan dirinya memimpin perusahaan serta banyak ejekan dan tuduhan jelek padanya.
"Bu Rere masih pusing? Masih mual? Saya bikinin minuman yang seger-seger ya?" Tanya Mbak Inah saat melihat Regina yang terlihat lemas setelah membaca semua komentar di sosmednya.
Pagi ini Regina mengalami mual muntah, kepalanya pusing dan sakit, serta tubuh yang lemas. Dia hanya terbaring di tempat tidur dan tak berangkat bekerja.
Membaca unggahan tadi membuatnya semakin merasa sangat buruk. Meskipun mencoba untuk tetap tenang dan tidak mempedulikannya. Tapi orang yang berada dibalik akun selene0913 ini sepertinya sangat hapal dan mengenal perusahaannya. Dia sampai tahu tentang semua laporan keuangan dan urusan internal lain di Edmode.
Regina tak terpikirkan satu nama pun di dalam benaknya. Apakah laporan keuangan perusahaannya bocor? Tetapi untuk apa semua ini dipublikasikan? Apa yang dia inginkan?
Semakin memikirkannya pikirannya semakin kacau. Regina mencoba menenangkan diri. Perut bagian bawanya kram, seakan mengencang. Dia tidak boleh stress. Bisa-bisa kehamilannya dalam bahaya lagi seperti yang terjadi dulu. Regina berualang kali mengatur napasnya. Air mata bercucuran karena panik.
"Bu Rere gak apa-apa? Mau saya telepon Pak Gian suruh pulang?" Tanya Mbak Inah saat masuk membawa es jeruk untuk Regina.
"Gak apa-apa. Aku mau tidur aja, Mbak."
Mbak Inah menemani Regina yang mencoba untuk tertidur, melupakan masalahnya, kram diperutnya, sakit kepalanya, dan rasa mualnya. Dia mengelus Regina dengan lembut seperti sedang menidurkan anaknya, hingga isakan tak terdengar lagi tergantikan suara napas teratur Regina yang mulai lelap.
__ADS_1