
Felicia menatap tajam Satria yang duduk di sampingnya. Mereka baru saja selesai melakukan pemeriksaan lengkap untuk bayi yang dikandung Feli. Secara tidak terduga, Feli mendapatkan kejutan yang sangat menyakitkan dari suaminya sendiri. Dia diceraikan dalam keadaan hamil?
“Apa yang sudah kamu lakukan, Sat? Kamu ingin menceraikan aku demi wanita pelaacur itu?” tanya Felicia yang tidak bisa menahan emosinya.
“Dia bukan pelaacur, Feli. Dia masih suci saat aku menikahinya, dan kami menikah bukan berbuat dosa,” balas Satria yang tidak terima dengan hinaan Feli terhadap Kania.
“Jadi benar, kamu menceraikan aku demi dia? Kamu ingin menikahi wanita itu ‘kan, Sat?” teriak Feli semakin kesal. Dia sangat membenci Kania dan sekarang dia diceraikan dalam keadaan hamil karena wanita itu.
“Aku menceraikan kamu supaya kamu bisa bersatu dengan selingkuhanmu, Andrew,” balas Satria tak kalah geram. Dia sudah menahan amarah yang memuncak dalam diri yang selama ini dia tahan demi tes DNA yang bahkan Feli tidak sadari.
Mendengar nama kekasih gelapnya disebut oleh sang suami, Feli langsung membeku. Dari mana Satria tahu?
“Kenapa diam? Terkejut ya? Kok bisa aku tahu, padahal ibumu yang sangat licik itu sudah menutupinya rapat-rapat,” cibir Satria yang kini sudah berani mengibarkan bendera perang pada Felicia yang sebentar lagi akan menjadi jandanya.
“Aku ... aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi. Kamu salah paham, Satria. Dia yang menggodaku, tapi aku sudah menjauhinya. Aku kembali demi kamu.” Feli bergetar karena takut. Dia belum siap dengan kondisi ini karena ini terlalu mendadak. Dia meraih tangan Satria, berniat untuk memohon pada laki-laki itu.
__ADS_1
Namun, Satria menampiknya dengan kasar. Dia tidak mau lagi termakan rayuan Felicia yang baginya hanya seorang pengkhianat. Meski sebenarnya dia sendiri juga mengkhianati Feli.
“Aku sudah memutuskan untuk berpisah. Sampai bertemu di pengadilan.”
Kebetulan saat Satria mengatakan hal itu, mereka sudah sampai di rumah mewah yang mereka tinggali.
“Sat, kamu harus dengerin penjelasan aku dulu dong. Jangan kayak gini, aku lagi hamil, Sat!” teriak Felicia saat Sekretaris Gio membukakan pintu mobil untuknya, sedangkan sang suami masih santai duduk di kursinya.
“Sampai bertemu di pengadilan, Feli!” kata Satria sambil memberikan sebuah kode pada Sekretaris Gio melalui tangannya untuk segera mengusir Felicia pergi.
“Lihat saja, Sat! Kamu akan menyesal, aku tidak akan mengizinkan kamu bertemu dengan anak kita!” teriak Felicia yang kemudian keluar dari mobil.
Sementara itu, Lily mamanya Felicia menyusul keluar karena sedari tadi sudah menunggu kedatangan putrinya.
Sekretaris Gio kembali masuk ke mobil dan tidak lama mobil Satria meninggalkan rumah mewah itu.
__ADS_1
“Feli, ada apa sebenarnya?” tanya wanita itu panik.
“Ma, Satria mau ceraikan aku.” Feli memeluk mamanya dan mulai menangis ketakutan.
“Kok bisa? Apa dia masih berhubungan sama wanita itu?” tanya Lily yang sama bingungnya dengan Felicia. Jika Satria menceraikan Feli maka mereka akan kehilangan tambang emas mereka.
“Aku enggak tahu, Ma. Tapi yang jelas Satria sudah tahu hubungan aku sama Andrew,” jawab Feli masih sesenggukan.
“Apa? Tahu dari mana dia? Apa jangan-jangan dia lihat kamu ketemu Andrew? Kamu masih berhubungan dengan laki-laki itu?” tanya Lily dengan nada membentak.
“Aku sudah enggak berhubungan lagi sama dia, Ma. Aku bahkan langsung menghindar saat dia menemui aku di mal beberapa hari lalu,” jawab Felicia sambil menghapus air matanya.
Mama Feli memicingkan mata karena mencurigai sesuatu. “Oh. Jangan-jangan Andrew menemui Satria?”
***
__ADS_1
Keluarkan unek-unekmu, asal jangan marah karna update telat wkkk, maapken othor lagi sok sibuk wkkk