Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 85


__ADS_3

“Aku akan berusaha lebih keras lagi. Kalau kami berjodoh, pasti akan dipermudah.” Gabriel menjawab tantangan Satria dengan sangat yakin.


Alana dan Satria masih sibuk dengan kode-kode mereka, sedangkan Kania sibuk dengan apa yang dibawa Kenzie.


“Wah ini kelihatannya enak sekali,” kata Kania yang kemudian mengambil rambutan yang dibawa Kenzie.


Gabriel menoleh pada Alana dan gadis itu masih adu lebar mata dengan kakaknya. Gabriel pun garuk-garuk kepala karena sepertinya dia diabaikan.


“Kakak mau, ambil aja!” kata Kenzie sembari menikmati buah rambutan itu.


“Dia yang punya pohonnya, Ken.” Gabriel menyahut sembari mengepalkan tangan seperti kakak yang memperingatkan adiknya.


“Oh, maaf, Kak. Habisnya banyak banget sayang kalau nggak dipetik.” Kenzie cengar-cengir sambil mengambil satu rambutan lagi.


“Mau petikin mangga nggak? Kayaknya ada yang masih muda,” balas Kania yang sepertinya memanfaatkan momen dengan sangat baik.


Mumpung ada yang bisa memanjat pohon mangga, kenapa tidak dimintai tolong sekalian?


“Oh, tadi aku juga lihat. Memang enak sih kayaknya kalau dibikin rujak. Kakak mau?”


Satria langsung fokus pada istrinya. “Kamu ngidam, Sayang?” tanya Satria antusias. Ini adalah keinginan pertama dari istrinya setelah dinyatakan hamil. Bisa saja ini masuk ke daftar keinginan si ibu hamil.

__ADS_1


“Enggak, aku cuma tanya aja, siapa tahu memang dia bisa panjat pohon itu, ‘kan?”


Kania memang tidak mengidam seperti yang Satria duga, tapi Satria yang sangat antusias itu langsung merapikan pakaiannya. “Aku juga bisa kok ambilin buat kamu!”


Seketika Kania jadi panik. Apa iya, seorang Satria Hartono benar-benar bisa memanjat pohon?


“Biar aku saja, Kak. Aku akan ambilkan mangganya buat kakak cantik ini,” sahut Kenzie.


Satria langsung menatap Kenzie dengan kesal. Berani-beraninya laki-laki itu memuji seorang istri di depan suaminya langsung.


“Kamu bilang apa? Kakak cantik? Secantik apa istriku di mata kamu?” tanya Satria yang kini terbawa emosi.


“Ya, habisnya ngeselin banget masa muji-muji kamu di depan aku sih.”


“Berarti, kamu pintar cari istri yang cantik,” balas Kania sembari tersenyum.


Satria seperti singa yang bertemu pawangnya. Laki-laki itu tidak jadi emosi dan kini justru merangkul sang istri seolah lupa ada tiga makhluk lain di sekitar mereka.


“Kalau orang ketiga keempat dan kelima namanya apa, Kak? Setan juga nggak?” tanya Kenzie yang membuat kemesraan suami istri itu harus terjeda.


“Setan dan anak buahnya,” jawab Gabriel. Manusia paling tua di antara lima orang itu.

__ADS_1


“Kasihan yang jomblo.”


Pada akhirnya, Satria tetap mengambilkan buah mangga untuk Kania, demi membuktikan bahwa laki-laki itu siap siaga menuruti apa pun yang Kania inginkan.


Setelah itu mereka bersama-sama membuat rujak dan Satria yang paling antusias, padahal Kania yang hamil.


Saat ini, Satria sedang berinisiatif membuatkan minuman untuk Kania. Alana langsung mendekati kakaknya itu. “Kakak tadi kenapa malah bilang begitu sama Kak Briel. Kakak bukan bantuin aku malah mempersulit sih,” bisik Alana.


“Lagian kamu kasih kode nggak jelas, pakai kedip-kedip terus gerak-gerakin mata, memangnya kamu sakit mata? Mana aku tahu apa yang kamu mau, orang kamu nggak ngomong. Kecentilan sih jadi orang.”


“Kakak aja yang nggak peka. Harusnya Kakak itu bilang, kalau kakak maafin Kak Briel. Bukan malah mempersulit gitu.”


“Salah terus kan. Salah aja terus, memang harusnya kamu itu nggak jadi adik aku. Ribet tahu nggak.”


“Aku doain ya, anaknya Mbak Kania itu perempuan juga, biar hidup Kakak makin ribet!”


Alana langsung pergi meninggalkan kakaknya yang menggertakkan gigi menahan kesal.


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋 vote juga ya gaes, hari senin wkkk

__ADS_1


__ADS_2