Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 74


__ADS_3

Pesta pernikahan Satria dan Kania sudah semakin dekat. Dua orang yang sedang berbahagia menanti hari bersejarah untuk mereka itu, saat ini sedang makan siang bersama karena akan bersama-sama ke butik untuk fiting baju terakhir.


“Sayang, kamu belum jawab pertanyaanku loh. Kamu maunya bulan madu ke mana?” tanya Satria setelah mereka menyelesaikan makan siang.


“Em, ke mana ya? Aku belum kepikiran, Mas. Emangnya harus ya?” Kania balik bertanya.


Menikah dengan Satria saja tidak pernah terlintas di pikiran Kania, apalagi berbulan madu dengan laki-laki tampan itu.


“Ya, enggak sih. Tapi, kalau kamu berencana bulan madu, aku pastikan kita akan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar,” jawab Satria sembari mengerlingkan mata.


Pikiran meesumnya selalu bekerja setiap kali dia bersama Kania. Hasratnya yang begitu tinggi seolah menegaskan lagi alasan yang membuat hubungan mereka akhirnya terjalin.


“Mas, aku itu selalu penasaran deh sama pertanyaan ini. Tapi, kamu harus jawab jujur ya!”


“Apa, Sayang? Asal jangan aneh-aneh saja pertanyaannya.”


Kania mendekatkan wajahnya pada sang suami yang kemudian berbisik, “Sebelum kita menikah, waktu kamu ingin menuntaskan hasrat, apa yang kamu lakukan, Mas? Apa kamu menyewa seorang wanita saat istrimu tidak ada?”


Pertanyaan yang Kania lontarkan itu membuat Satria menelan ludah dengan kasar. Dia memalingkan wajah untuk menghindari tatapan penasaran dari sang istri.


“Ayo jawab dong, Mas!” desak Kania yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari suaminya.

__ADS_1


“Kayaknya aku pernah jelaskan ini, Kanya. Mungkin kamu lupa.”


“Belum, Sayang. Aku penasaran banget, Mas.”


Satria menarik napas dalam dan mengeluarkannya lewat mulut. Menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan Felicia, membuat Satria takut kalau sampai nantinya Kania kecewa.


“Itu masa lalu, Kanya. Kenapa sih harus mencari tahu sesuatu yang tidak penting seperti itu. Nanti kalau aku jelaskan, kamu cemburu terus ngambek. Kita mau resepsi loh.” Satria masih belum yakin kalau Kania bisa menerima alasannya. Apalagi penjelasannya ini akan bersangkut paut dengan Felicia yang mungkin saja akan membuat istrinya itu cemburu.


“Aku enggak akan marah, Mas. Kan aku memang tanya. Ya, penasaran aja gitu. Ayolah, Mas jawab dong! Apa yang kamu lakukan, Mas?”


Kania sampai memasang ekspresi menggemaskan karena memang benar-benar menanti jawaban Satria itu.


Melihat raut istrinya itu, Satria pun pasrah. “Ya, kalau pas kepingin sih biasanya sambil video call,” jawabnya dengan sangat pelan dan hati-hati.


“Ya ‘kan bisa mandiri, Kanya. Udahlah enggak usah dibahas. Sekarang ada kamu, yang kayak begitu sudah enggak penting lagi, Sayang.”


Satria berdiri karena sudah menyelesaikan makan dan juga tidak ingin diinterogasi terus-terusan oleh istrinya.


“Ih, Mas tunggu aku!”


.

__ADS_1


.


.


Sementara itu, Alana sudah kembali dari Singapura. Dia datang ke ibu kota untuk mencoba baju yang akan dipakai saat pernikahan kakaknya.


Setelah selesai dengan urusannya, gadis itu hendak masuk ke mobil yang telah ditunggu oleh sopir. Namun, tiba-tiba ada yang mencekal tangannya, hingga membuat Alana menoleh pada pelakunya.


“Alana. Akhirnya kita ketemu lagi,” kata laki-laki itu dengan antusias.


“Kenji Genji?”


“Kenzi, Lana, Kenzi. Bukan Kenji apalagi Genji roti, ah kamu ini!”


Alana tertawa terbahak-bahak setelah bertemu temannya yang dulu kuliah di Singapura bersamanya.


“Kamu makin cantik, Alana.”


.


.

__ADS_1


.


Yang baca TGM (Terjerat Gairah Musuh) pasti bisa menebak dia siapa. Siapa ya, wkkkk makanya coba baca dulu nupelku yang lain ya.. lope you, iya youuu 💋💋


__ADS_2