
Mendengar putranya mengatakan bahwa anak dalam kandungan Feli bukan anak Satria. Kemarin, Feli mengatakan pada Anna bahwa Satria tidak mau mengakui bahwa anak dalam kandungan Feli adalah anaknya. Semua itu karena hasutan wanita bernama Kania yang sekarang ada di hadapannya.
Belum sempat Anna mempertanyakan hal itu, Alisha muncul membawa minuman dingin untuk mereka. “Minum dulu, biar enggak terlalu tegang begini,” ucap Alisha, bibi dari Satria.
“Makasih, Mom,” balas Satria yang kebetulan merasa haus karena harus menjelaskan dan sedikit berdebat dengan ibu kandungnya.
“Jadi ini siapa, Sat?” tanya Alisha yang menatap Kania dengan khawatir. Dia melihat Kania yang menunduk seolah menahan air mata.
“Ini istriku, Mom. Sayang, ini Mommy Al, mami aku juga.” Satria memperkenalkan Alisha dan Kania.
“Oh, ya sudah. Nanti kita ngobrol lagi.” Kata Alisha sambil melirik Kania. Sebenarnya dia juga penasaran dengan kisah Kania dan Satria, tetapi dia memberi waktu untuk Satria menyelesaikan masalahnya lebih dulu.
Wanita itu lalu meninggalkan ruangan itu dan kini tersisa Satria dan Kania berserta kedua orang tua Satria.
__ADS_1
“Ini bukti perselingkuhan Felicia dan kekasihnya, Mom.” Satria memberikan semua bukti yang dia punya kepada ibunya. Dia berharap ibunya akan percaya dengan apa yang Satria katakan karena memang Felicia jauh lebih bersalah dalam hal ini.
“Ini Feli?” Anna mengambil selembar bukti yang memperlihatkan dengan jelas wajah Felicia dan Andrew yang baru keluar dari sebuah hotel. Meski memakai kacamata hitam. Foto diambil sendiri oleh Andrew dan Satria juga mendapatkan bukti itu langsung bukti perselingkuhan itu darinya.
“Iya, Mom. Jadi, Feli tetap memperpanjang kontrak kerjanya karena laki-laki itu, meskipun aku sudah memintanya untuk berhenti. Kania memang orang ketiga antara aku dan Feli, tapi dalam pernikahanku, dia orang keempat setelah selingkuhan Feli. Sekarang, Mommy pilih mana, Kania yang bisa memenuhi kebutuhanku, atau Feli yang sekarang sedang mengandung anak dari laki-laki lain?”
Satria membuka kertas yang merupakan hasil tes DNA antara dia dan bayi Feli juga Andrew. Dia ingin ibunya terbuka pikirannya sebelum menyimpulkan semuanya dan memusuhi Kania.
“Mommy paling tidak suka perselingkuhan. Kalau memang dia berselingkuh bahkan sampai hamil dengan laki-laki lain, mommy dukung kamu menceraikan Feli.”
“Its okey. Tapi bukan berarti mommy mendukung hubungan kalian sekarang ya. Sebelum kamu resmi bercerai sama Feli, mommy enggak mau mengakui dia sebagai menantu.” Anna melirik Kania.
Meski dia belum memberikan restu untuk hubungan Satria dan Kania, tapi setidaknya dia masih memberi kesempatan untuk Satria dan Kania bersatu.
__ADS_1
Kania merasa lega saat mendengar keputusan Anna. Dia sadar diri bahwa dia memang bersalah ada di posisi ini, tetapi sikap Anna juga seolah memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri. Dia harus bersabar sampai suaminya bercerai dengan Feli baru dia bisa pantas disebut menantu seorang Anna.
Satria kembali duduk di samping Kania. “Kamu enggak apa-apa ‘kan, Sayang?”
“Enggak apa-apa, Mas. Enggak dianggap perusak rumah tangga orang saja aku sudah senang kok.”
Satria langsung meraih pinggang Kania dan melakukannya di depan kedua orang tuanya. “Aku mencintaimu Kania,” bisik laki-laki itu.
“Oh iya, Sat. Bagaimana dengan mertuamu?”
Pertanyaan sang ayah itu membuat Satria menghela napas berat. “Kalau saja, mamanya Feli tidak melakukan kejahatan itu, aku dan Kania pasti masih sangat bahagia dengan anak kami.”
***
__ADS_1
Kembang kopinya jangan lupa.. udah up 3 bab ya hari ini. wkkkk maafken kalau ada typo, komen aja biar aku bisa ganti.. aku mo bobok cantik dulu 🤣🤣