Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 62


__ADS_3

Sebuah mobil mewah milik Satria berhenti tepat di depan pintu utama rumah besar dan megah miliknya. Halaman depan rumah itu tampak biasa saja sama seperti saat mereka meninggalkan rumah


Namun, saat memasuki rumah, Kania dibuat menganga oleh dekorasi rumah yang tampak istimewa. Sebuah dekorasi pelaminan di taman samping rumah membuatnya menggeleng dengan senyum bahagia.


“Ini pernikahan kita?” tanya Kania dengan sangat terharu.


“Ya, aku sudah menyiapkan semuanya. Tadinya, aku ingin mendaftarkan saja pernikahan kita, tapi aku rasa kamu pasti menginginkan momen seperti ini. Ikrar pernikahan yang sakral dan dihadiri semua anggota keluarga, itu pasti momen paling bersejarah, ‘kan?”


Mata Kania berkaca-kaca. Dia tidak menyangka Satria akan menyiapkan pernikahan yang sangat bagus. Semua yang ada di hadapannya, sangat jauh berbeda dengan pernikahan mereka hampir setahun lalu.


Saat itu, Kania hanya berdua. Tidak ada restu keluarga, tidak ada dekorasi, pelaminan bahkan cincin nikah. Yang ada hanyalah sebuah kontrak pernikahan yang ternyata berujung bahagia untuk mereka.


“Kanya, bersediakah kamu menjadi pendamping hidupku selamanya?” Satria tiba-tiba berlutut di hadapan Kania dengan menyodorkan sebuah cincin yang tampak manis untuk Kania.


Kania semakin tidak bisa berkata-kata. Dia menatap sekeliling dan melihat semua keluarga Satria menonton mereka.


Semua orang terlihat tegang, begitu juga dengan Satria yang kini sedang menanti jawaban darinya.


“Apa ini, Mas?” Kania malu-malu dan menutupi mulutnya dengan kedua tangan. Sesekali matanya melirik pada anggota keluarga yang sudah bekerja sama dengan Satria untuk menyiapkan kejutan istimewa ini.

__ADS_1


“Aku tidak pernah melamarmu. Jadi, anggap saja ini lamaran pernikahan. Walaupun faktanya kita sudah menikah,” jawab Satria. Dia masih setia berlutut menunggu jawaban dari Kania. “Jadi bagaimana?” ulangnya.


Kania mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Satria. Lalu, Satria meraih tangan Kania dan memasangkan cincin itu di jemari tangan Kania.


“I love you,” ucap Satria sebelum mendaratkan sebuah ciuman di bibir Kania.


Kania semakin tersipu malu karena sikap suaminya itu. Sampai akhirnya, Anna menghampiri mereka.


“Kita ganti baju dulu, kamu juga harus dirias karena kalian akan menjadi pengantin!” titah Anna pada menantunya.


Kania menurut hingga akhirnya mereka pun berada di kamar bawah untuk berganti pakaian dan merias wajah Kania.


Kania hanya tersenyum tipis dan mengucap terima kasih. Sementara itu, Anna menyunggingkan senyum.


“Pilihan anak saya ya pasti cantik dong. Tapi, yang palinh penting itu bukan hanya kecantikan fisik, tapi kecantikan hati juga sangat penting.” Anna mengusap pundak Kania sebelum meninggalkan kamar rias itu.


Beberapa saat berlalu, Kania akhirnya keluar dari kamar itu dengan gaun pengantin yang memukau.


Satria terpana melihat pengantinnya yang begitu cantik. Wanita itu berjalan anggun bersama Anna, menghampiri pengantin pria yang mendadak gugup meski ini bukan pernikahan pertama.

__ADS_1


Irama jantungnya semakin bergenderang saat Kania berjalan kian dekat. Sementara Kania mulai berkaca-kaca meski tetap menyunggingkan senyum.


“Kamu cantik sekali, Kanya,” bisik Satria setelah meraih tangan Kania untuk digenggam. Sesuatu di bawah sana membuat celana Satria terasa sesak hanya karena melihat kecantikan Kania saja.


Prosesi pernikahan pun berlangsung khidmat dan sakral. Kania sampai menitikan air mata saat menatap namanya ada di buku yang sama dengan milik Satria. Mereka benar-benar resmi menjadi suami istri sekarang.


Rasa syukur, lega, dan bahagia terlihat jelas di wajah Satria dan Kania usai prosesi itu berakhir.


“Udah bisa ‘kan sekarang, Sayang?” tanya Satria sambil menggenggam tangan Kania. Dia memberi kode pada Kania untuk bersiap dengan malam istimewa mereka.


“Bang, foto-foto dulu yuk!” Alana menarik lengan kakaknya dan membuyarkan imajinasi Satria. Sementara Cloudia, sepupu Satria dan Alanna, membantu Kania berdiri.


“Lima menit aja ya, kalian kalau ambil foto bisa dua jam, hasilnya cuma lima aja,” jawab Satria dengan malas.


.


.


Dedek Alana, abangmu udah gak tahan, jangan lama² fotonya 😂😂 betewe gak ada yang nanyain feli ya 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2