Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 40


__ADS_3

Kania sama sekali tidak tahu rencananya suaminya yang tiba-tiba datang mengunjunginya. Suara helikopter yang mendarat di lapangan, membuat Kania tergesa membuka pintu rumah.


Sang pengawal yang juga mendengar suara heli mendarat langsung paham bahwa itu adalah bosnya.


“Apa Tuan Satria datang?” tanya Kania menatap curiga pada pengawalnya.


“Maaf, Nona. Kami tidak tahu,” jawab sang pengawal, berbohong. Sebenarnya dia tahu bahwa Satria telah datang untuk menemui Kania, tapi demi menjaga kejutan yang diamanatkan Sekretaris Gio, dia urung mengatakan kebenarannya.


“Kalian pasti bohong,” kata Kania yang kemudian berjalan keluar rumah.


Dua pengawal Kania dengan sigap mengikuti wanita itu untuk menjaga keselamatannya. Mereka tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang mungkin bisa membahayakan Kania dan janinnya.


Kania terus berjalan sampai akhirnya dia melihat sang suami dari kejauhan. Satria melambaikan tangan menyapanya, tapi Kania pura-pura tidak melihat dan tetap berjalan. Sampaia akhirnya, wanita itu berhenti di tukang sayur langganan.


Mata Satria memicing. Dia derdecih dan detik berikutnya tersenyum. Rupanya Kania tidak keluar rumah untuk menyambutnya.


“Mas, ada wortel?” tanya Kania pada penjual sayur.


Satria semakin heran. Dia tidak menyukai wortel, lalu untuk apa Kania membeli wortel saat tahu suaminya datang?

__ADS_1


“Mau berapa, Mbak?” Sang penjual sayur keliling itu balik bertanya.


“Setengah aja, mau saya sop semua,” jawab Kania tanpa menoleh pada Satria.


Salah sendiri datang enggak bilang-bilang. Jual mahal sedikit sama suami sendiri enggak apa-apa, ‘kan?


“Kanya, kamu mau masak sop wortel sebanyak itu?” tanya Satria.


Dia mendekati Kania dan langsung merangkul pinggangnya. Dinginnya udara di pagi hari membuat Satria khawatir karena Kania hanya keluar memakai jaket tipis.


“Cie cie, Mbak Kania suaminya romantis banget ya, pagi-pagi gini udah sampai di sini, pasti berangkatnya dari semalam ya,” kata tetangga Kania yang juga sedang berbelanja.


“Namanya juga kangen, Bu,” sahut Satria tanpa malu sedikit pun.


“Masakin aku yang spesial ya,” bisik Satria tepat di telinga Kania. “Kamu sangat tahu aku tidak suka wortel, Sayang. Kalau kamu masak enak, nanti aku tinggal lebih lama.”


“Kamu serius, Mas?” tanya Kania dengan mata berbinar-binar. Sebagai istri apalagi sedang hamil, wajar sekali kalau Kania ingin berlama-lama dekat sang suami. Hamil ditemani suami pasti lebih baik daripada ditemani seribu pengawal sekali pun.


“Iya, Sayang. Tiga hari ya aku di sini,” jawab Satria.

__ADS_1


“Wortelnya enggak jadi, Mas. Diganti sama sawi aja ya, sama kacang panjang,” kata Kania yang malah luluh dengan cepat hanya dengan rangkulan mesra. Percuma juga dia jual mahal, suaminya tidak salah.


Setelah selesai berbelanja, mereka kembali ke rumah. Kania yang merasa sedikit canggung karena tadinya mau marah tapi tidak jadi, akhirnya memilih untuk langsung ke dapur.


“Kamu kok menghindar, Sayang?” Satria langsung memeluk Kania dari belakang dan menciumnya.


“Habisnya kamu ke sini enggak bilang-bilang,” balas Kania dengan cemberut, tapi matanya yang menahan senyum itu tidak bisa berbohong.


“Ya, maaf. Aku ‘kan pengen kasih kejutan buat kamu. Aku kangen sama kamu, sama anak kita juga,” kata Satria yang kini mengusap perut Kania. Dia membalik tubuh Kania dengan lembut dan langsung berjongkok untuk menyapa anaknya.


“Tapi, urusan kamu sama istri kamu gimana, Mas?” tanya Kania sambil mengelus rambut sang suami.


Satria mendongak untuk melihat wajah cantik istrinya. Dia belum memberitahu Kania mengenai tes DNA dan juga perceraiannya dengan Feli.


“Kamu enggak usah pikirin itu, Kanya. Aku akab atur semuanya. Kamu doakan saja semoga semua berjalan lancar. Saat ini, aku sudah mengajukan perceraian untuk Feli.”


“Benarkah, Mas?” tanya Kania dengan raut bahagia yang bisa Satria lihat dengan jelas.


Apa aku berdosa jika aku bahagia karena perceraian mereka?

__ADS_1


***


Bentar ya, Bang Satrianya mau kangen kangenan dulu.😜


__ADS_2