
Kesalahpahaman antara Alana dan Kania bisa terselesaikan berkat kebesaran hati yang dimiliki oleh wanita yang sedang hamil itu. Meski usia Alana dan Kania itu hampir sama, tapi mereka bertolak belakang. Kania memiliki sikap dewasa sedangkan Alana masih kekanak-kanakan. Mungkin itu semua juga karena pola didik orang tua mereka yang berbeda.
Setelah tiga hari menghilang tanpa kabar, ternyata Gabriel muncul dan memberi kejutan yang sangat istimewa untuk Alana. Laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suami Alana itu pun akhirnya menjelaskan semua dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.
Alana tentu sangat bahagia, tapi rasa malunya pada Kania juga jauh lebih besar. Meski Kania sudah memaafkannya, tetap saja Alana merasa tidak enak hati.
Pagi ini, calon pengantin itu memberikan hadiah permintaan maaf untuk kakak iparnya. Dia mendatangi kamar sanga kakak untuk memberikan hadiah itu.
“Mbak Kania aku punya hadiah buat Mbak sebagai permintaan maaf aku,” kata Alana sembari mengulurkan sebuah kotak kado pada Kania.
“Alana, aku sudah memaafkan kamu. Jangan repot-repot begini!” kata Kania yang merasa tidak enak hati menerima hadiah dari adik iparnya.
“Aku sudah keterlaluan sama Mbak Kania. Itu hadiah juga biar Bang Satria ikut senang.”
Kania memicingkan mata mendengar kata-kata Alana itu. Dia jadi curiga dengan pikiran adik iparnya. Memang apa yang bisa membuat Satria ikut senang? Jangan-jangan itu adalah pakaian tipis yang dipakai para istri saat menjalankan aksinya di ranjang?
__ADS_1
Dengan rasa penasaran yang tinggi, Kania membuka hadiah itu dan secara tiba-tiba juga Satria ikut bergabung karena dia juga penasaran saat tidak sengaja mendengar ucapan Alana.
“Apa yang bikin aku senang juga?” tanya laki-laki itu saat Kania masih membuka hadiahnya.
“Tiket honeymoon ke luar negeri selama lima hari, dan berangkatnya besok sore, Mas.” Kania kini memandang suaminya yang pasti tidak memiliki persiapan apa-apa. Masalahnya, Satria adalah seorang pengusaha yang pasti memiliki jadwal padat dan tidak bisa libur sembarangan saja.
“Kamu jangan ngada-ngada ya, Bocah. Kamu pikir aku bisa libur segampang itu apa!” marah Satria pada adiknya yang bermaksud memberi kejutan, tapi tetap saja salah.
“Ya emangnya Abang lebih pilih mana, istri anak bahagia atau pilih pekerjaan?” balas Alana yang tidak mau disalahkan.
“Bang Satria nyebelin!” pekik gadis itu dengan wajah ditekuk.
“Maaf ya, Alana. Mas Satria ‘kan memang sibuk. Kalau nanti suami kamu juga sibuk, kamu harus bisa ngertiin ya.”
.
__ADS_1
.
.
Hari pernikahan Alana dan Gabriel telah tiba. Kini, kedua pengantin yang sudah resmi menjadi suami istri itu berjalan bergandengan menuju pelaminan. Semua orang sedang berbahagia, begitu pun dengan Satria dan Kania.
“Akhirnya, si centil manja itu jadi istri juga.” Satria sebagai kakak dari pengantin wanita, turut bahagia dengan pernikahan adiknya itu.
“Sebenarnya, kamu sangat menyayanginya ‘kan, Mas?”
Satria enggan menjawab. Dia hanya tersenyum dan mengalihkan wajah untuk menatap Kania yang memakai riasan cantik. “Aku cuna berharap, anak kita nanti nggak nggak akan secerewet Alana aja.”
***
Cie cie, yang udah mau tamat 😜 yok tengokin shaka juga gaes. Di sini sengaja gak ceritain Shaka ya, biar langsung ke rumahnya aja 😜😜
__ADS_1