
Gabriel dan Kenzie saling bertatapan. Seperti dua ayam jago yang siap bertarung, keduanya saling berpandangan hendak saling menyerang, tapi tiba-tiba ....
“Bukan kamu orang ketiganya Ken, tapi dia!” Alana menunjuk ke arah Gabriel yang kini menatapnya dengan bingung.
“Kenapa aku?” tanya Gabriel sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Karena memang di sini kamu orang ketiganya. Aku sama Kenzie sudah janjian dari awal, dan tiba-tiba kamu muncul. Jadi, siapa yang jadi orang ketiga?” sindir Alana.
Gabriel terpojokkan. Memang tadinya dia sendiri yang memaksa Kenzie untuk bisa ikut bertemu Alana, tapi saat sudah mengobrol dengan gadis itu, maunya Gabriel adalah diberi waktu untuk bicara berdua menyelesaikan kesalahpahaman.
Kenzie tertawa sambil bertepuk tangan. “Memang benar itu, Lana. Kak Biel itu memang orang ketiga di antara kita, jadi dia setannya, kan? Bukan aku.”
Alana tersenyum puas melihat laki-laki kesayangannya tertunduk malu. Sebagai wanita, dia ingin diperjuangkan dan dihargai oleh Gabriel yang dicintainya sejak pertama bertemu.
“Iya, iya deh. Aku yang salah. Aku orang ketiga. Aku setannya. Sekarang, aku ingin bicara sama Alana berdua saja. Boleh?” Gabriel menatap Alana dan Kenzie secara bergantian.
__ADS_1
Kenzie langsung sadar diri, dia mengambil minuman dan ponselnya lalu berkata, “Ya udah aku ke sana bentar. Kayaknya itu ada pohon rambutan ada buahnya. Inget, jangan aneh-aneh kalau enggak mau jadi temennya setan!”
Gabriel mengangguk dan tersenyum pada sepupunya yang telah mengizinkannya berbicara berdua dengan Alana.
“Jadi apa lagi yang mau kita bahas? Bukankah semuanya sudah jelas?” tanya Alana.
“Kasih aku kesempatan buat mengenal kamu lebih dekat. Biar kita jalani semuanya tanpa embel-embel perjodohan. Kamu tahu, sejak kamu pergi dari aku, rasanya aku benar-benar kehilangan kamu,” kata Gabriel dengan tulus.
“Terus, kalau di tengah jalan kita jalani hubungan, tiba-tiba Chika datang dan ingin bersama Kak Briel, apa yang akan Kakak lakukan?”
“Kalau kamu mau, aku bisa ajak kamu ketemu dia. Biar kamu percaya kalau aku enggak ada hubungan sama dia.” Gabriel kini memilih duduk di dekat Alana. “Apa yang terjadi antara aku sama Chika itu kayak kamu sama Kenzie. Memangnya kamu sama Kenzie pacaran?”
Alana terdiam. Sudah lama berteman dengan Kenzie tapi gadis itu memang tidak memiliki perasaan apa-apa dengan laki-laki tampan itu. Walau Kenzie pernah mengatakan cinta entah itu bercanda atau sungguh-sungguh tapi Alana sama sekali tidak tertarik dengannya.
“Jadi, kamu mau ‘kan kasih aku satu kesempatan buat kita saling mengenal? Satu atau dua bulan saja, kalau kamu tidak nyaman aku akan pergi.”
__ADS_1
Tatapan mata Gabriel sangat terlihat bahwa laki-laki itu sedang mengatakan kesungguhan hatinya. Bukan mengada-ada atau sekadar merayu saja.
Melihat itu, Alana jadi bingung. Dia sendiri juga merasa bukan manusia sempurna. Sejak awal dia memang tidak jujur tentang siapa dirinya dan bagaimana perasaannya pada Gabriel. Setelah bertemu Gabriel dan menyukainya, Alana malah meminta untuk dijodohkan, bukannya mendekati langsung.
“Ehem.” Suara Satria memecah keheningan antara Alana dan Gabriel. Laki-laki itu turun bersama istrinya yang tiba-tiba kelaparan.
“Tuan Satria,” sapa Gabriel sembari menunduk.
“Maaf ya, Alana, Mas Gabriel.” Kania yang mengekor di belakang suaminya jadi merasa bersalah karena sudah mengganggu Gabriel dan Alana. Untuk menuju dapur memang harus melewati ruang keluarga di mana saat ini Alana dan Gabriel berada.
“Kamu sama Mbak Kania itu kenal akrab ya? Aku dengar Kak Gabriel yang nolongin Mbak Kani pas di kampung. Kak Briel juga yang ngaku-ngaku jadi calon suami Mbak Kania waktu Mbak Kania pergi dari Kak Satria? Apa Kak Briel juga suka sama Mbak Kania?”
***
Ramein dong komennya, 🥲🥲🥲
__ADS_1