Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 38


__ADS_3

Kania menjalani hidupnya seperti biasa. Dia membantu Bu Santi seperti biasa meskipun Satria memberikannya uang. Akan tetapi, Kania ingin menghabiskan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, karena itulah dia masih tetap pergi ke toko dan juga membantu memasak.


“Ibu jadi endak enak sama kamu, Kania. Padahal kamu ini istrinya pengusaha kaya raya loh, kok malah kerja di tempat ibu yang kayak gini,” kata Bu Santi saat Kania menemaninya jalan kaki usai berjualan di toko.


Sebenarnya Satria tidak mengizinkannya untuk bekerja, tapi Kania memaksa karena dia tidak mau kesepian dan bingung tanpa ada kegiatan. Sampai akhirnya, Satria mengizinkana hanya jika dia mau diikuti oleh dua pengawal yang akan menjaganya.


Bukan tanpa alasan Satria menugaskan dua pengawal berbadan tegap yang dipercaya bisa melindungi Kania itu. Akan tetapi, Satria sangat takut jika tiba-tiba Feli atau mamanya menemukan Kania dan menyakitinya, apalagi Kania saat ini sedang hamil.


“Enggak apa-apa, Bu. Lagian, suami saya juga enggak keberatan kok,” balas Kania yang merasa sangat berterima kasih dengan kebaikan Bu Santi selama tinggal di kampung ini.


“Tapi suami kamu sangat perhatian ya, sampai-sampai kamu diikuti terus sama mereka,” kata Bu Santi sambil melirik ke belakang dan dua orang itu mengangguk dengan senyumnya. Meski tersenyum tetap saja mereka terlihat menyeramkan.


“Ya, mungkin karena saya lagi hamil, Bu.”


Mereka pun menertawakan dua penjaga khusus itu. Saat hampir sampai, ternyata ada mobil yang asing terparkir tepat di depan rumah Kania.

__ADS_1


Dua penjaga Kania yang curiga pun langsung bersiaga untuk melindungi Kania. Mereka khawatir jika itu adalah orang jahat yang sudah diwanti-wanti oleh Satria.


“Kenapa kalian bersikap seperti ini?” tanya Kania yang merasa tindakan dua pengawalnya itu sangat berlebihan.


“Maaf, Nona. Ini sesuai perintah Tuan. Jika ada orang asing yang mencurigakan, maka kami harus bersiaga,” jawab salah satu dari dua orang itu yang memiliki tato di lengan kanannya.


“Tapi bisa saja itu mobil tamunya Mas Gabriel yang sedang diparkir di depan rumah, bisa saja, ‘kan?” balas Kania dengan sewot.


“Kita pastikan dulu, Nona.”


Kania terpaksa menunggu di rumah Bu Santi bersama pria bertato itu, sedangkan yang lainnya mengecek ke dalam rumah Kania. Sekaligus memastikan siapa pemilik mobil yang diparkir di sana.


“Tuh, kalian berlebihan. Orang cuma numpang parkiri aja kok,” kata Kania dengan sewot.


“Maaf, Nona. Kami hanya menjalankan perintah.”

__ADS_1


“Mau sampai kapan aku diperlakukan seperti ini?” gumam wanita cantik itu sambil berjalan ke rumahnya.


***


***


Sementara itu, mama Feli tidak bisa menemukan keberadaan Andre dan itu membuat kecurigaannya semakin kuat bahwa Satria mendapat bukti perselingkuhan Felicia dari Andrew.


Satria dan Feli kembali dipertemukan untuk agenda mediasi. Namun, Satria tetep kukuh pada pendiriannya. Dia tetap ingin bercerai.


“Kalau kamu mau menceraikan aku, kamu harus membagi tujuh puluh persen kekayaan kamu untuk aku dan anak kita, Satria. Aku tidak terima kalau hak anak kita dinikmati oleh selingkuhan kamu itu,” kata Feli dengan mata berkaca-kaca.


Sebagai model yang tidak asing dengan dunia akting, Feli tentu saja dengan mudah memainkan emosinya sebaik mungkin untuk menjerat Satria dan tidak akan melepaskannya begitu saja.


“Kamu jangan serakah, Feli. Ini harta milik orang tuaku, bukan harta gono gini kita. Aku akan tetap memberikan hak anak kita, hanya kalau itu terbukti anakku.”

__ADS_1


***


Up lagi kan, mon maap kalau typo, ngantuk dan capek banget wkkk


__ADS_2