
Kenzie dan Alana terpaksa berpisah karena laki-laki itu harus segera bertemu dengan klien. Sebelum berpisah, mereka sempat bertukar nomor telepon dan berjanji akan bertemu lagi di lain kesempatan.
Setelah dari butik, Alana mampir sebentar ke sebuah supermarket untuk membeli pengharum ruangan menggantikan pengharum di kamar yang tidak sesuai dengan seleranya.
Saat masih asyik berbelanja, tiba-tiba maminya menelepon dan menyuruh Alana untuk membeli ikan segar di supermarket itu. Karena itulah Alana langsung menuju stand ikan.
Secara kebetulan, Gabriel sedang mengantarkan Sheina ke supermarket itu juga. Karena Gabriel sangat menyukai ikan, ia pun menunggu ibunya sambil melihat ikan-ikan yang dipajang di akuarium khusus.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Wanita yang selama berminggu-minggu ini membuat kepalanya pening memikirkannya, sekarang ada di depan matanya sedang memilih potongan daging ikan segar.
“Alana!” panggil Gabriel dengan antusias. Dadanya tiba-tiba berdebar-debar saat melihat wajah cantik yang kini menatapnya dengan ekspresi terkejut.
Alana masih sangat syok dengan kemunculan Gabriel yang tiba-tiba ada di supermarket. Padahal, dia berbelanja di tempat yang lumayan jauh dari rumah Gabriel, kenapa laki-laki itu bisa ada di sini?
Sebelum Alana kabur lagi darinya, dengan setengah berlari, Gabriel menghampiri Alana dan menahan troli belanja gadis itu.
“Alana tunggu!” kata Gabriel dengan napas yang tersengal.
Rasa bahagia yang dia rasakan membuat Gabriel senyum-senyum sendiri sambil mengatur napasnya.
“Ada apa, Kak? Aku mau pulang ditungguin mommyku.” Alana menarik troli belanjanya yang masih ditahan oleh Gabriel.
__ADS_1
Alana sudah bertekad tidak ingin menjalin hubungan dengan Gabriel lagi. Sudah cukup sakit hati yang dia rasakan karena mengejar cinta yang tidak bisa diraih.
“Alana tunggu! Tolong maafkan aku kalau aku salah. Jangan buat aku bingung begini, Alana. Aku salah karena mengajakmu pacaran pura-pura, tapi bukankah itu sudah kesepakatan kita? Tapi, kenapa tiba-tiba kamu mutusin gitu aja?” tanya Gabriel semakin mengencangkan cengkeramannya pada troli belanja Alana.
“Karena aku akhirnya sadar, kalau kamu enggak akan bisa mewujudkan impian aku itu. Ya sudahlah Kak, toh aku juga tidak merugikan Kak Gabriel. Kita pacaran juga cuma pura-pura.”
“Setidaknya kita masih bisa berteman, Alana. Jangan blokir nomor aku dong!”
“Kita awalnya enggak kenal ‘kan, Kak. Jadi memang seperti ini lebih baik,” kata Alana sembari berjalan meninggalkan troli yang masih dipegang oleh Gabriel.
Gabriel mendorong troli Alana untuk mengejar gadis itu. Dia tidak mau kehilangan
Ungkapan perasaan Gabriel itu membuat dada Alana berdebar keras, tapi dia menetralkan debaran di dadanya itu dan dengan cepat ia mengambil alih troli belanja dari tangan Gabriel.
“Terima kasih, Kak. Tapi, aku yakin kamu akan menyesal kalau kamu tahu siapa aku sebenarnya. Maaf, aku harus pergi.”
Gabriel masih memikirkan kata-kata Alana, tapi gadis itu sudah berjalan meninggalkan tanda tanya di kepala. Sampai akhirnya, ia pun membiarkan Alana pergi kali ini karena tidak ingin membuat gadis itu membencinya.
.
.
__ADS_1
.
Pesta pernikahan Satria dan Kania akhirnya tiba. Gabriel datang bersama Brian dan juga kedua orang tua mereka.
Saat memasuki gedung pernikahan, kedua orang tua dan paman bibi Satria menyambut kedatangan para tamu.
Gebriel melihat Alana ada di tengah-tengah keluarga Satria, membuat laki-laki itu mematung seketika.
“Gab, kamu enggak mau kenalan sama mantan calon jodohmu? Adiknya Satria yang sangat cantik itu?” tanya Bara sambil menepuk pundak putranya.
“A-a-apa?”
Lidah Gabriel mendadak kelu saat menyadari bahwa Alana mantan pacar pura-puranya adalah wanita yang Gabriel tolak untuk menjadi tunangannya.
*
*
*
Kembang kopinya dulu biar Mas Biel nggak gagap 😂😂😂
__ADS_1