Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
Bonus 2


__ADS_3

Alana menatap sinis wanita cantik bernama Chika yang merupakan teman kecil suaminya. Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa wanita itu adalah orang yang membuat sang suami susah move on, dan Alana merasa kesal karena fakta itu.


Dengan mengulurkan tangan lentiknya, Alana menyebutkan namanya sendiri dengan nada sinis. "Alana."


Wajah juteknya yang sangat kentara membuat Gabriel seketika paham dengan kecemburuan sang istri.


"Chika," balas wanita itu sembari mengulum senyum cantik. Dia merasa lucu dengan wajah Alana yang terlihat menyebalkan. Chika menduga jika Alana sedang merasa cemburu saat ini.


“Kalian kok bisa berbarengan, memangnya kalian satu penerbangan?” tanya Alana sembari bersungut.


“Chika pulang karena ingin menjenguk neneknya yang sakit parah, Sayang. Makanya anaknya nggak diajak,” ungkap Gabriel sembari melirik teman masa kecilnya yang tidak disangka bisa satu pesawat setelah transit di negara yang sama.


Mendengar penjelasan sang suami, Alana pun menelan saliva lalu tersenyum malu-malu. Dia sudah salah menuduh ternyata.


“Oh, sudah punya anak. Punya suami juga, ‘kan?” tanya Alana memastikan. Ya, untuk jaga-jaga saja, kalau Chika janda itu lebih menakutkan.


Gabriel menatap sang istri yang ceplas-ceplos tanpa disaring dulu sebelum bicara. “Sayang, kok tanyanya begitu,” protes Gabriel sembari mengulum senyum sungkan pada Chika.

__ADS_1


“Nggak apa-apa, El. Wajar kalau istri kamu cemburu, itu artinya dia cinta banget sama kamu. Oh iya, aku sudah dijemput deh. Kapan-kapan kalau ada kesempatan kita ketemu lagi ya,” sahut Chika yang sama sekali tidak mengambil hati dengan ucapan Alana tadi.


“Oh iya, hati-hati, Chik!” balas Gabriel sembari melambaikan tangan.


Setelah kepergian Chika, Gabriel pun merangkul istrinya yang masih bertanya-tanya soal status Chika saat ini.


“Dia sudah punya anak, otomatis punya suami juga. Yang jaga anaknya di sana ya suaminya itu, Sayang. Kamu cemburu ya sama Chika?” tanya Gabriel sembari menjawil pipi Alana dengan gmas.


“Syukurlah kalau ada suaminya. Takutnya kamu berpaling saja, Kak,” jawab istri Gabriel itu. Rasa cinta yang berlebih membuat Alana takut kehilangan Gabriel, dan itu masih berada di tahap yang wajar.


“Anaknya masih sekolah dan lagi ujian, makanya nggak bisa diajak. Jangan cemburu karena aku punya kamu. Nggak akan deh aku cari yang lain,” balas Gabriel yang kemudian menggandeng tangan Alana untuk mengajaknya jalan pulang.


Gabriel menatap sang istri dengan gelisah. Selama ini, dia masih ingin menikmati masa bulan madu dengan istrinya itu sampai lupa jika mereka memang sudah seharusnya memiliki keturunan.


“Ya sudah, habis ini kita buat!” balas Gabriel sembari memainkan alisnya naik turun.


Alana mengangguk sambil tersenyum yang diakhiri dengan kedipan mata menggoda. Sepertinya akan ada yang bertempur habis-habisan untuk mewujudkan impian mereka yang sengaja ditunda selama ini.

__ADS_1


Mobil yang dikemudikan Gabriel itu akhirnya meninggalkan bandara dan menuju rumah Satria yang lumayan dekat dengan bandara. Mereka sengaja mampir untuk mengambil beberapa barang milik Alana yang masih tertinggal di sana.


Sampai di rumah Satria, ternyata rumah itu lumayan ramai karena Satria dan Kania sedang bermain dengan Tanisa, putri tunggal Satria dan Kania.


“Kak Biel, kita bikin yang kayak begitu ya, biar bisa cubit sama gigit pipinya dengan puas. Kalau Tanisa aku gigit, bapaknya pasti ngamuk,” kata Alana saat baru duduk di sofa, bergabung bersama kakak dan iparnya.


“Ngomong apa kamu?” tanya Satria sambil mengangkat dagunya sedikit lebih tinggi.


“Apa sih, aku cuma mau bikin anak sendiri kok, week!” Alana menjulurkan lidah mengejek sang kakak yang sebenarnya ingin marah.


“Gabriel, ajarin istri kamu yang benar. Masa Tanisa diajak joget-joget. Kayak begitu kok mau jadi ibu, kasihan banget anaknya,” cibir Satria dengan ketus.


Gabriel menoleh pada sang istri. “Kok kamu begitu sih, katanya mau belajar lebih dewasa?” tanya Gabriel dengan sorot mata kecewa.


Aduh, gara-gara si kakak menyebalkan itu suamiku jadi marah, ‘kan? Nyebelin banget sih jadi abang. Dasar Abang Satria sesat!


***

__ADS_1


Maap ya slow update.. Aku update kalau senggang aja, karena bonus ini gak bikin konflik berat kok hehe


__ADS_2