
Keserakahan telah membutakan hati Feli dan mamanya. Tanpa sadar dia telah membuka keserakahannya sendiri di hadapan Satria. Dia meminta tujuh puluh persen dari harta milik suaminya demi anak yang saat ini dikandung. Padahal, sebagian besar harta itu sudah Satria miliki sebelum menikah.
“Kalau kamu tidak mau memberikan sejumlah itu. Maka aku tidak akan membiarkanmu menceraikanku demi selingkuhanmu itu. Aku bisa melaporkan perselingkuhan kalian dan aku pastikan wanita itu akan membusuk dipenjara.” Feli semakin menjadi. Dia mengancam akan memperumit perceraian mereka jika Satria tetap bersikukuh menceraikannya.
“Kalau begitu aku juga bisa melakukan hal yang sama. Aku bisa melaporkan perselingkuhanmu dengan Andre, dan aku pastikan kamu juga akan mendekam di penjara.” Satria sama sekali tidak takut dengan ancaman Feli. Dia merasa di atas angin karena sudah melakukan tes DNA, dan juga Andrew siap bersaksi di persidangan mereka.
“Feli tenanglah, Mama akan urus semuanya. Mama sudah tahu rencana mereka,” bisik mama Feli dengan sangat yakin.
Mata Satria memicing menatap sang ibu mertua yang sepertinya merencanakan sesuatu. Meski dia tidak yakin apakah mertuanya itu tahu tentang tes DNA atau tidak, tapi yang jelas wanita itu harus diwaspadai.
Satria dan Feli akhirnya masuk ke sebuah ruangan khusus untuk melakukan mediasi, sesuai dengan prosedur yang berlaku.
***
Setelah melakukan mediasi dan tidak menemui kesepakatan karena Feli bersikukuh mempertahankan rumah tangga, sedangkan Satria juga tetap pada pendiriannya untuk menceraikan Feli, akhirnya mediasi akan kembali dijadwalkan minggu depan.
Setelah mediasi itu, baik Satria maupun Feli sama-sama langsung pergi dari pengadilan. Satria enggan berbicara dengan Feli karena sudah cukup semua diutarakan pada wanita itu saat mediasi.
“Tuan, sepertinya Nyonya dan ibunya sedang merencanakan sesuatu. Apakah mereka mengetahui soal tes DNA itu?” tanya Sekretaris Gio saat mereka sudah berada di mobil.
__ADS_1
“Mungkin saja, aku yakin wanita itu tidak akan tinggal diam kalau Feli mengatakan soal pemeriksaannya pada ibunya,” jawab Satria yang sebenarnya sangat khawatir.
“Saya akan mengirim orang untuk berjaga di rumah sakit, Tuan. Saya takut kalau Nyonya Lily menyabotase hasilnya nanti.” Sekretaris Gio tidak berani bertindak tanpa izin dari Satria karena biar bagaimanapun kalau pihak Feli tidak tahu, maka dengan penjagaan ketat itu akan menimbulkan kecurigaan.
“Amankan! Meskipun mama Feli sangat licik, jangan sampai mereka tahu soal tes DNA Andrew di rumah sakit mana.”
***
Satria tinggal di apartemen yang dulu menjadi tempat tinggalnya bersama Kania. Dia sangat merindukan istri mudanya yang sekarang sedang hamil itu. Karena tidak bisa menahan rindu lagi, Satria menghubungi wanita itu lewat anak buahnya.
“Di mana istriku?” tanya Satria saat panggilan teleponnya dijawab.
“Nanti dulu, aku mau lihat dia dari jauh,” kata Satria.
“Baik, Tuan.”
Gambar di layar ponselnya lalu beralih ke panggilan video yang memperlihatkan Kania dan Bu Santi sedang berbincang hangat di depan rumah. Lalu, tiba-tiba Gabriel datang dan bergabung dengan mereka.
“Kenapa laki-laki itu mendekat?” tanya Satria dengan kesal.
__ADS_1
“Ini memang sudah waktunya Pak Gabriel makan malam, Tuan. Sepertinya mereka masih berbincang dulu sebelum makan,” jawab sang pengawal.
“Kenapa mereka tidak langsung makan saja? Lagipula kenapa si Gabriel itu betah sekali di sana? Bukankah dia itu pengusaha juga?” gumam Satria yang mulai sewot dengan apa yang ada di depan matanya. Hatinya merasa kesal meski Kania sama sekali tidak melakukan kontak fisik dengan Gabriel.
“Maaf, Tuan. Sepertinya memang ada sesuatu yang membuatnya tidak kembali, padahal orang tuanya sudah datang ke mari.”
“Kamu mengajak saya bergosip?”
“Maaf, tidak, Tuan.”
“Ah, sudahlah. Nanti aku telfon lagi Kania. Kamu bikin saya kesal saja!” Laki-laki itu melampiaskan amarahnya pada sang pengawal yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.
Satria mematikan teleponnya sepihak dan akhirnya dia menghubungi Sekretaris Gio.
“Atur jadwalku. Aku ingin mengunjungi Kania besok pagi sudah sampai di sana!” perintahnya yang sedang terbakar cemburu.
***
Siap ndan, helikopter ready 😜😜😜
__ADS_1