
Pesta pernikahan Satria dan Kania telah membuat guncangan hebat dalam diri Gabriel. Bagaimana bisa, gadis yang beberapa minggu ini terus menghantui pikirannya, ternyata adalah gadis yang sama yang telah dia tolak.
Bodoh memang, menolak gadis cantik sebelum melihatnya secara langsung, hanya karena alasan yang sangat tidak masuk akal. Tidak ingin menikah karena dijodohkan.
Gabriel kehilangan harga diri. Jika saja dia bisa mengulang waktu, maka dia akan menemui putri keluarga Hartono itu sebelum menolaknya.
“Alana, kamu ....”
“Ya, aku wanita yang kamu tolak sebelum kita bertemu secara langsung,” sahut Alana yang sengaja memotong ucapan Gabriel.
Gabriel benar-benar telah dipermalukan. Bagaimana bisa Alana dan orang tua Gabriel sendiri bisa menyembunyikan kebenaran yang sedang terjadi. Apa mereka sedang ingin membalas dendam karena ia telah menolak perjodohan?
“Jadi, kamu sengaja mempermainkan aku?” Gabriel menatap Alana seolah mencari kejujuran dalam diri wanita itu.
Dia sama sekali tidak tahu, Alana yang asli itu yang beberapa waktu lalu bersedia menjadi pacar pura-puranya, atau wanita yang kini berdiri dengan anggun di hadapannya?
__ADS_1
“Gabriel, nanti saja kita bicarakan. Saat ini mereka sedang menyambut para tamu, dan sekarang kita datang sebagai tamu, hargai mereka,” bisik Bara pada di telinga sang putra.
Laki-laki tampan dengan sejuta pesona meski di usia yang tidak lagi muda itu, menunduk sembari melemparkan senyum pada keluarga Hartono. Walau bagaimana pun mereka adalah tamu yang harus menghormati tuan rumah.
Beberapa saat berlalu, akhirnya acara pesta pernikahan Satria dan Kania pun dimulai. Semua tamu berdiri menyambut kedatangan kedua pengantin lama yang baru menggelar pesta mereka malam ini.
Beberapa tamu memuji kecantikan Kania yang tidak kalah cantik dari istri pertama Satria. Ada yang memuji, ada juga yang meremehkan. Posisi Kania yang menjadi orang ketiga dalam hubungan Satria dan Felicia akan selalu membuat citra negatif itu melekat dalam diri Kania.
“Yang ini terlihat lebih sederhana ya, apa selera Tuan Satria telah berubah?” bisik salah satu tamu yang berada di barisan belakang, dan tidak mungkin Satria atau pun Kania bisa mendengar.
“Ya, walau istri pertama lebih cantik, tapi kalau tukang selingkuh, buat apa? Mending sama yang baru, ya wajahnya juga cantik alami. Menurutku selera Tuan Satria masih bagus kok,” sahut tamu yang lain.
“Sudahlah, Jeng. Jangan terlalu pusing dengan masalah orang lain. Kita cukup jadi penonton saja.”
“Iya, sih. Tapi tetap saja sebel sama yang namanya pelakor, Jeng.”
__ADS_1
Sementara itu, Gabriel melihat pemandangan yang sedikit aneh setelah Satria dan kedua orang tuanya naik ke pelaminan. Alana yang seharusnya bergabung dengan meja Rafael Alisaha, atau sepupu-sepupunya, ternyata malah bergabung dengan meja seorang pria yang tersenyum ramah menyambutnya.
Gabriel sangat mengenal laki-laki yang bersama Alana itu. Matanya tidak mungkin salah mengenali sepupunya sendiri. Karena rasa penasarannya, Gabriel menghampiri Alana dan laki-laki itu yang mejanya tidak jauh dari tempat Gabriel.
“Kenzie, kamu diundang juga?” tanya Gabriel yang langsung menarik kursi di dekat Alana.
“Iya, aku mewakili Daddy, kamu datang juga, Kak?” Kenzie bertanya balik.
“Iya, kalian saling kenal juga?”
“Iya, Kenzie ini teman spesial aku dari dulu,” sahut Alana yang membuat Gabriel kembali kehilangan kata-kata.
.
.
__ADS_1
.
Mon maaf ya Gaess, othor lagi kurang sehat, mohon doanya ya, biar bisa up rutin lagi. Sekali lagi, maaf bikin kalian menunggu dan mungkin mengecewakan 🙏🙏