
Satria dan Kania kini menemui ibu kandung Satria yang berada di rumah saudaranya. Dia harus menjelaskan semua kepada Anna, ibunya, yang mungkin akan sangat marah dengan Kania. Meski begitu, Satria yakin ibunya akan mendukung pilihannya apalagi dia mendapatkan dukungan dari sang ayah juga.
Kania merasakan kegugupan yang luar biasa, apalagi setelah Satria memberitahunya bahwa sang ibu mertua sangat membenci wanita yang menjadi orang ketiga dalam hubungan suami istri.
Namun, genggaman tangan Satria yang tidak pernah terlepas, memberikan kekuatan tersendiri untuk Kania yang kini sedang berjalan memasuki rumah megah milik adik kandung ayahnya Satria.
“Mom,” sapa Satria pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meski kerutan sudah menghiasi wajahnya.
Wanita bernama Anna itu memakai kacamata untuk melihat jelas wajah putranya. Wanita itu duduk dengan anggun di meja makan sambil menikmati camilannya.
“Satria, kamu sama siapa?” tanya wanita bernama Anna itu.
“Ini, Kania, Mom. Istriku.” Satria tanpa ragu sedikit pun menjawab pertanyaan mommynya. Tujuannya datang ke tempat ini memang untuk meminta restu dari ibunya, walaupun tahu reaksi Anna pada Kania pasti tidak akan baik.
__ADS_1
“Oh, jadi ini yang Feli ceritakan. Satria, kalau kamu sudah tidak mencintai Feli, bukan berarti kamu bisa menikahi wanita lain apalagi wanita malam yang bahkan tidak kamu kenal,” cibir Anna dengan tatapan kesal.
Feli tentu sudah menghubunginya lebih dulu sebelum membeberkan perceraiannya pada media.
“Kak, mending ngobrol di sofa deh. Di sini kayaknya kurang nyaman.” Sang pemilik rumah mempersilakan Anna dan Alfaro untuk membicarakan masalah ini dengan Satria di tempat yang lebih baik.
“Satria, ajak dia juga. Jangan bicara sambil berdiri!”
“Iya, Mom. Makasih,” ucap Satria pada bibinya yang juga dia panggil Mommy.
“Ann, dengarkan dulu penjelasan Satria. Biar kita bisa menilai siapa yang salah, dan siapa yang benar.” Alfaro menepuk pundak Anna dan merangkulnya. “Katakan, Sat. Ceritakan yang sejujurnya sama kita!”
“Mom, maaf kalau aku mengecewakan Mommy. Aku memang diam-diam menikah tanpa seizin dan sepengetahuan Feli. Waktu itu aku sudah sering meminta Feli untuk berhenti dan mengurusku. Aku laki-laki normal yang butuh istri, Mom.”
__ADS_1
“Oh, jadi kamu merencanakan perselingkuhan saat Feli masih menjalani kontrak kerja? Padahal kamu sendiri yang pekerjaan itu, Satria?”
“Bukan begitu, Mom. Aku menikahi Kania juga enggak secara sengaja. Waktu itu, ada orang yang menawarkan Kania sama orang lain dan saat itu juga aku tertarik sama dia. Kania bukan wanita muraahan, Mom. Karena aku yang pertama buat dia. Hanya karena utang yang harus dilunasi, Kania berada di kelab itu. Karena itulah, aku menawarkan kontrak untuk menjadi istri selama setahun.”
“Lalu, kamu menceraikan Feli karena kamu jatuh cinta dengan wanita ini?” Tatapan Anna pada Kania masih memperlihatkan bahwa wanita itu belum bisa menerima Kania.
Satria menghela napas berat. Dia berusaha menjelaskan pada sang ibu, tapi tampaknya ini tidak akan mudah.
“Ya, aku menyadari perasaanku pada Kania, berbeda dengan Feli. Apalagi, saat aku tahu Feli berkhianat dan sampai hamil dengan selingkuhannya. Kalau pun aku tidak bersama Kania saat itu, aku pasti tetap menceraikan Feli karena ini menyangkut harga diriku.”
***
votenya dulu dong gaess.
__ADS_1
Oh iya, mampir juga ke nupel temenku ya gaess. sampaikan salam aku juga...